Ass.Wr.Wb.

Refleksi :
Kenapa Blok Cepu jatuh ke Exxon lagi?
Jawab: Karena kalau dikelola Pertamina tidak efisien, tidak menguntungkan,
banyak penyelewengan, manajemennya nggak bagus dsb. dsb.  Jawaban-jawaban
itu (dan banyak lagi jawaban) senada dengan jawaban dari pertanyaan "Kenapa
banyak BUMN merugi?" Orang awam selalu menilai : "pekerjaan yang
dimanajemeni orang asing hasilnya akan lebih baik".

Ya! Marilah kita introspeksi!!!
Kebanyakan dari kita suka sekali berperan sebagai PENGAMAT, banyak omong,
suka menilai negatif, miskin apresiasi, malas berkarya, ogah-ogahan
mengemban amanah dsb.dsb. Sebenarnya kalau kita "pede" dan yakin dengan
pendirian kita diikuti dengan sikap keteladanan semestinya tidak seperti itu
kejadiannya.

Ya! Sikap positif : disiplin, tepat waktu, omongan sesuai perbuatan,
apresiatif (tidak menunggu diapresiasi), menyegerakan perbuatan baik, banyak
berbuat, ambil bagian dalam suatu kegiatan positif (dalam kebersamaan),
tidak kikir dalam kegiatan bersama dsb.dsb. -- itu harus menjadi bagian dari
budaya keseharian kita.

Wass / Jaerony.-
~~ yang kecewa atas 7 Undangan Pelatihan Jenazah, yang hadir cuma 1 orang
~~~~


----- Original Message -----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
 http://www.suaramerdeka.com/harian/0603/14/nas01.htm


 30 Tahun Exxon Kuasai Blok Cepu

a.. Gunakan 96 % Tenaga Indonesia

 JAKARTA - Kerja sama operasi lapangan minyak dan gas bumi Blok Cepu,
akhirnya mencapai kesepakatan. Anak perusahaan dari ExxonMobilOil Indonesia
(EMOI), yaitu Mobil Cepu Ltd (MCL), dipercaya sebagai general manager
executive proyek Cepu.

 Dalam konferensi pers "Pernyataan Bersama tentang Kerja Sama Blok Cepu" di
Hotel Borobudur kemarin, Deputi Meneg BUMN, Roes Aryawijaya -selaku ketua
tim negosiator Blok Cepu- mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan
dari PT Pertamina EP Cepu, Mobil Cepu Ltd, dan Ampolex Cepu Pte Ltd, bahwa
secara business to business (B to B) telah terjadi kesepakatan tentang
operatorship Blok Cepu.

 ''Jadi, pertimbangannya hanya didasarkan kepada B to B; dan itu diharapkan
akan segera menghasilkan bagi negara,'' kata Roes Aryawijaya, didampingi
direksi Pertamina dan wakil dari ExxonMobilOil Indonesia.

 Sementara itu menurut Dirut Pertamina, Ari H Sumarno -selaku wakil ketua
tim negosiator Blok Cepu-, kerja sama untuk pengelolaan Blok Cepu di wilayah
Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut merupakan upaya pemerintah untuk
mengupayakan pemanfaatan sumber daya alam sebesar-besarnya guna kemakmuran
rakyat sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

 ''Setelah negosiasi yang panjang, melelahkan, dan menguras energi, hari ini
tercapai kesepakatan. Itu harus dilakukan secepat mungkin demi bangsa dan
negara. Joint operating agreement (JOA) maupun Cepu organization agreement

 (COA), adalah kesepakatan yang hanya berdasarkan kepada B to B dan
mencerminkan kontribusi para pihak. Dan itu diharapkan akan ditandatangani
pada 15 Maret mendatang,'' kata Ari.

 Dia menambahkan, dalam kerja sama tersebut pemerintah akan mendapat 85
persen, sedangkan yang 15 persen merupakan gabungan Pertamina dan asing.

 Kunjungan Rice

 Dalam kesempatan tanya jawab, Ari membantah jika dikatakan kesepakatan itu
terjadi berkaitan dengan kedatangan Menlu AS, Condolezza Rice serta adanya
perintah khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 ''Tidak ada hubungannya. Kesepakatan itu terjadi, karena kami tidak ingin
terus menerus deadlock. Bila itu terjadi (deadlock), maka merugikan negara.
Presiden (posisinya) terlalu jauh di atas kita (sambil menunjuk ke
atas-red). Jadi itu hanya berdasarkan kepada B to B saja,'' tambahnya.

 Dalam kesempatan yang sama Vice President Public Affair ExxonMobilOil
Indonesia, Maman Budiman mengatakan, walaupun Exxon adalah perusahaan AS,
namun dalam proyek di Blok Cepu akan menggunakan 96 persen tenaga kerja dari
Indonesia.

 ''Jadi, keberadaan proyek itu bisa secara maksimal menyerap tenaga kerja
dari Indonesia, khususnya tenaga kerja lokal daerah yang bersangkutan,''
kata Maman.

 Menurutnya, Blok Cepu akan menjadi proyek kelas dunia dengan teknologi
tinggi, investasi tinggi, serta perpaduan keahlian dan pengalaman antara
Pertamina dan ExxonMobil.

 ''Jadi, bagaimana kami (Exxon dan Pertamina-red) bersama-sama meningkatkan
produksi dalam waktu yang cepat,'' kata Maman.

 Sementara itu, ditanya apakah dipilihnya Exxon sebagai general manager
karena di Pertamina tidak ada SDM yang mampu, Dirut Pertamina Ari H Sumarno
menyanggahnya. Menurut dia, tidak pernah Pertamina kekurangan SDM.

 ''Kepemimpinan di Blok Cepu itu kan kolektif. Kami bisa saling memberikan
masukan untuk kemajuan bersama; dan posisi Pemda atau BUMD kemungkinan
berada di JOC. Namun, masalah itu akan dibicarakan lebih lanjut seusai
penandatangan,'' kata Ari.

 Menjawab pertanyaan, berapa lama Exxon di posisi GM, Ari menjawab singkat:
''ya 30 tahun.''

 Hal itu berbeda dari konsep sebelumnya, yang diajukan oleh Widya Purnama
semasih menjabat Dirut Pertamina. Konsep yang ditawarkan Widya adalah
terjadinya penggantian GM di Blok Cepu setiap lima tahun sekali.

 Fokuskan Minyak

 Menurut Maman, setelah terjadinya kesepakatan itu, diharapkan produksi
puncak minyak bumi -yaitu 165 ribu barel-200 ribu barel per hari- akan
dicapai dalam waktu tiga tahun mendatang.

 Dikatakan, kerja sama tersebut akan lebih terfokus pada minyak bumi,
meskipun di Cepu sendiri terdapat kandungan gas bumi sekitar 1,7 triliun
kaki kubik.

 ''Kami fokuskan lebih dulu ke minyak bumi, yang kandungannya sekitar 600
juta barel. Lapangan minyak Banyu Urip sendiri, diperkirakan mengandung
cadangan minyak lebih dari 250 juta barel. Gas juga tinggi, tapi ada CO2 30
prosen; jadi mahal biaya pengolahannya,'' katanya.

 Menurut Roes, dengan adanya investasi pengembangan proyek lebih dari dua
miliar dolar AS di Blok Cepu, diharapkan akan memberikan multiplier effect,
yaitu berupa peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya senilai
3-8 miliar dolar AS. Hal itu, diharapkan akan membantu program pengentasan
kemiskinan yang sedang dilakukan pemerintah.(F4-49a)


 [Non-text portions of this message have been removed]

*************


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke