Semoga PBNU bisa men-tausyiah-i anggotanya yang badung dan sok humanis dengan menolak RUU-APP. Wassalam, --amin ----------------------------------------------
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=240166&kat_id=3 PBNU Tegaskan Perlunya UU APP Dampak negatif pornografi tak dapat dinafikan. BREBES -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan sikap resmi tentang Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Ormas Islam terbesar di Indonesia ini mendukung penuh agar RUU itu segera disahkan menjadi undang-undang. Sikap mendukung itu ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pernyataan pers yang ditandatanganinya bersama Sekjen PBNU Endang Turmudzi, Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudz, dan Katib (Sekretaris) PBNU Nasaruddin Umar. ''Ya, kami berempat yang menandatangani pernyataan sikap itu di Jakarta Jumat,'' kata Hasyim seusai berbicara di depan ratusan ulama, seusai melantik Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatul Qur'an (MTQ) V Pondok Pesantren se-Indonesia di Pondok Pesantren Al Hikmah di Kecamatan Bumi Ayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (18/3) dini hari. Menurut Hasyim, penolakam bertubi-tubi terhadap RUU APP dari kelompok-kelompok tertentu tidaklah dapat menafikan dampak negatif dari pornografi. ''Karena itu perlu diupayakan jalan keluar sebaik-baiknya dalam pasal-pasal tertentu tanpa menggagalkan RUU APP itu sendiri,'' katanya. DPR, ujar Hasyim, tidak perlu ragu mengambil keputusan berdasar kepentingan bangsa yang mayoritas mutlak dengan penuh ketegaran dan kearifan, demi keselamatan moral masyarakat dan generasi muda. Penertiban pornografi dan pornoaksi, menurut Hasyim, adalah kewajiban negara yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh pemerintah RI. ''Untuk mengetahui dan merasakan dampak negatif dari pornografi dan pornoaksi seseorang tidak perlu menjadi ekstremis, tetapi cukup menjadi orang tua yang saleh dan bertanggung jawab atas keselamatan pergaulan keluarga sehari-hari,'' katanya. Dalam pandangan PBNU, tambah Hasyim dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke berbagai media massa itu, tidak ada satu agama pun yang menoleransi pornografi. "Oleh karenanya tidaklah tepat menggunakan salah satu agama untuk mendukung RUU APP." Karena masalahnya bukan semata masalah UU legal formal, namun lebih pada masalah budaya, menurut Hasyim, PBNU mengajak potensi kaum Muslim dan non-Muslim serta kaum nasionalis yang punya kepedulian terhadap kepribadian nasionalnya untuk melakukan langkah budaya menjamin integritas dan martabat bangsa. ''Kaum muslimin Indonesia, utamanya warga NU, jangan mengingkari ajaran agamanya sendiri hanya untuk menuruti penetrasi budaya global yang negatif. Demokrasi juga bukanlah sesuatu yang bebas nilai,'' kata Hasyim. PBNU mengimbau masyarakat agar dalam menanggapi prokontra tentang RUU APP itu kembali kepada hati nurani terdalam. ''PBNU mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menjauhi pornografi dimulai dari diri sendiri,'' serunya. PBNU juga menginstruksikan agar pengurus wilayah dan cabang seluruh Indonesia menyesuaikan diri dengan sikap PBNU tersebut. Hasyim berharap, pro-kontra tentang RUU APP di masyarakat segera reda setelah disahkannya RUU tersebut menjadi undang-undang. Secara terpisah, Menag Maftuh Basyuni mengatakan pihaknya merasa aneh ada pihak yang membelokkan masalah pornografi ke masalah hak-hak perempuan. Padahal, menurutnya, UU antipornografi justru dimaksudkan untuk melindungi perempuan. Ikhtisar * PBNU mendukung penuh segera disahkannya RUU APP menjadi undang-undang. * Pro-kontra diharapkan segera reda setelah RUU tersebut disahkan menjadi undang-undang * Masyarakat diimbau agar menanggapi pro-kontra tentang RUU APP dengan hati nurani terdalam. * Nahdliyin diajak menjauhi pornografi mulai dari diri sendiri. ( ant/ayh ) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

