|
Selama ribuan tahun, manusia zaman purba berburu untuk sekadar mencari makan. Mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan adalah satu aktivitas kerja. Perkembangan zaman pun mengantarkan manusia pada revolusi pertanian, industri, hingga akhirnya sampai masa kini, yakni revolusi informasi. Aktivitas kerja pun mulai terorganisasi dan tersistem dengan baik. Santrock memaparkan bahwa identitas individu masa kini dilihat dari kerjanya. Kerja telah membentuk kehidupan individu dengan berbagai cara dan bentuknya. Melalui kerja, individu mampu meningkatkan sisi finansial, mendapatkan tempat tinggal, waktu luang yang berharga, persahabatan, dan juga sarana menyalurkan emosi mereka. Umumnya, setiap individu menggunakan sepertiga dari masa dewasa mereka untuk bekerja. Al-Faruqi mengungkapkan, kerja dalam pandangan Islam adalah ibadah. Sesuatu tidak akan berubah dan menjadi lebih baik tanpa kerja. Seorang Muslim yang enggan bekerja tidak akan mendapat kebaikan. Bahkan, dalam Alquran, secara jelas ditekankan perintah untuk bekerja. Bekerja menentukan eksistensi seseorang di hadapan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan juga sesamanya. ''Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu'.'' (QS At-Taubah: 105). Bekerja adalah sarana membangun kepribadian dan sisi kemanusiaan seseorang. Selain itu, kerja merupakan cara alami bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil dari kerja adalah untuk dirinya sendiri. ''Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri.'' (QS Al-Isra: 7). Kerja yang berkualitas adalah kerja yang dilakukan dengan konsisten, selaras dengan sabda Rasulullah SAW, ''Kerja yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.'' Kerja dengan ilmu yang memadai selaras dengan firman-Nya, ''Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.'' (QS Al-Isra: 36). Rasulullah SAW juga bersabda, ''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.'' Seseorang akan mendapatkan nilai lebih dari pekerjaannya bila ia mampu menjadikannya sebagai satu bentuk ibadah untuk mencari keridhaan Allah SWT, yaitu dengan melakukan pekerjaan yang halal dan dibenarkan dalam syariat. Tujuan ideal dari semua aktivitas manusia adalah untuk mencari keridhaan Allah SWT. Karena sesungguhnya manusia memang diciptakan untuk mengabdi kepada-Nya. ''Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.'' (QS Adz-Dzaariyaat: 56). |

