dari milis IPOMS-APICS.
 
 
From: "Jaya Martha" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Proyek] Peristiwa Di Hari-Hari Tanpa Peristiwa

=== Peristiwa Di Hari-Hari Tanpa Peristiwa ===

Sakehing kan dumadi makardi == Lir Hyang Widhi kang tansah makarya
== Nguripi jagad tan leren == Surya, candra lan bayu == Bhumi tirta
kalawan agni == Paparing panguripan == Mring pamrih wus mungkur ==
Anane nuhoni dharma == Iku dadya "sastra cetha" tanpa tulis = Nulat
lakuning alam

Semua yang ada ini bekerja == Bahkan Tuhan pun bekerja == Menghidupi
dunia ini tanpa henti == Matahari, bulan, angin, == Bumi, air dan
api semua bekerja demi kelangsungan hidup, dan tanpa pamrih ==
Dasarnya hanyalah merasa wajib == Alam adalah "ilmu nyata" == Kita
wajib meniru dharmanya

[Dandanggula, Dharma Kinidung, Adi Suripto]

Saat memimpin proyek, dalam menapaki berbagai kegiatan yang terdapat
dalam siklus hidup proyek, ada saatnya hari-hari kita penuh
peristiwa, tetapi ada kalanya, kita mengarungi hari-hari membosankan
tanpa peristiwa. Adakah hikmah yang dapat kita raih pada hari-hari
tanpa peristiwa itu ?

---oOo---

Kita memerlukan akumulasi pengalaman, untuk membangun kompetensi
sebagai seorang project manager. Kegagalan dan keberhasilan dalam
menangani aktifitas proyek, akan melekat dalam bathin dan menjadi
kekayaan yang sangat berharga. Rangkaian peristiwa penting yang
menjadi tonggak karir, laksana darah dalam perjalanan kita menuju
kesempurnaan. Semakin dewasa, semakin banyak pengalaman yang kita
peroleh. Dan kualitas kepemimpinan kita, akan terlihat dari cara
kerja dan cara memperlakukan manusia, sebab hal-hal tersebut, telah
dilalui selama bertahun-tahun dalam perjalanan karir yang panjang.
Tanpa pernah terpuruk dalam lembah kegagalan, dan tiba dipuncak
keberhasilan, maka perjalanan panjang kehidupan akan hambar tanpa
arti. Gejolak pengalaman gagal dan sukses itu, harus kita hargai.

Sayangnya, sedikit dari kita yang menyadari, pengalaman tidak saja
harus dipetik dari puncak keberhasilan dan lembah kegagalan, akan
tetapi, juga dapat diraih dari peristiwa keseharian. Walau di hari-
hari datar nan menjemukan, asal kita mampu menemukan hikmah dari
perstiwa kecil yang terjadi, maka kita dapat menimba segudang
pengalaman, dari peristiwa-peristiwa dalam hari-hari tanpa peristiwa.

Tidak hanya momen besar yang perlu kita perhatikan, hal-hal kecil
juga penting artinya bagi kita. Setiap hal kecil yang menuntut
keputusan, kita bisa evaluasi. Keterlambatan pengiriman barang dari
pemasok, perubahan lingkup proyek, gagal dalam memenuhi target waktu
proyek dan sebagainya memang merupakan kegagalan besar. Tapi kita
juga bisa menemukan kegagalan-kegagalan lainnya. Tidak ada kegagalan
absolut, juga tak pernah ada keberhasilan absolut. Jika direnungkan
dengan seksama, dalam setiap kegagalan ada benih keberhasilan, dan
sebaliknya tidak ada keberhasilan yang tidak mengandung bibit
kegagalan di dalamnya.

Karena itulah, semangat untuk terus bekerja dan berkarya dalam hari-
hari tanpa peristiwa, harus terus kita tanamkan dalam diri. Kita
teladani Sang Penguasa Alam yang memutar semesta tanpa henti. Di
akhir hari tanpa peristiwa, manajer proyek yang cermat, akan
mencatat semua tindakan dan keputusan yang telah diambilnya dalam
satu hari. Lalu mengukur, sampai berapa jauh keberhasilan dan
kegagalannya. Mengevaluasi hal-hal yang seharusnya bisa ditangani
secara lebih baik dan apakah pilihan yang diambil sudah merupakan
pemecahan terbaik. Dengan kegiatan mulat sarira / cermin diri /
refleksi analitis setiap hari, manajer proyek akan dapat mengambil
hikmah suatu peristiwa kecil untuk disulap menjadi pengalaman yang
berguna, walau peristiwa tersebut terjadi dihari yang datar,  rutin
dan tidak istimewa.

Dengan menganalisa kesalahan kecil yang terjadi setiap hari, yang
luput dari perhatian sebagian besar orang, banyak hal yang dapat
dipelajari. Tantangannya adalah, bagaimana mengambil hikmah, lalu
mengubah kesalahan-kesalahan itu, menjadi pengalaman yang berguna.
Jika kita melewatkan hari tanpa refleksi, memang umur kita akan
bertambah, tapi tanpa memperoleh kematangan dari pengalaman yang
berguna itu.

Seorang manajer proyek berkewajiban untuk membagi pengalaman dan
mengusahakan agar staff proyek memperoleh kesempatan belajar dari
pengalaman sendiri.  Jika tidak ada kesempatan untuk mereka dalam
memikul tanggung jawab atas tugas-tugas atau aktifitas-aktifitas
proyek, maka mereka hanya akan menjadi robot yang akan bereaksi jika
ada perintah. Kalau hal itu terjadi, maka anda sudah menerapkan cara
yang paling tidak manusiawi dalam mempekerjakan manusia. Dalam
jangka panjang, hal ini sangat tidak bermanfaat bagi organisasi
secara keseluruhan. Menciptakan kondisi bagi staff agar mendapatkan
kesempatan untuk menggunakan prakarsanya dan mencoba gagasan-gagasan
sendiri adalah merupakan suatu keharusan sehingga mereka memiliki
pengalaman sendiri.

Hari-hari tanpa peristiwa dapat anda gunakan untuk mendorong
kegiatan-kegiatan dimana para staff dapat berlatih untuk memikul
tanggung jawab, menggunakan prakarsa, sehingga memiliki pengalaman
keberhasilan maupun kegagalan. Sehingga pada saatnya nanti,
kemampuan mereka dapat bermanfaat dalam membantu kita,
mengarungi "peristiwa-peristiwa penting" yang menentukan
keberhasilan proyek.

Kelapa Gading, Maret 2006

Salam Hangat

Jaya Martha


Kirim email ke