Ass.Wr.Wb.
 
Setelah mengamati dan mempelajari terutama contoh SOP dari koperasi syari'ah di tempat lain serta memperhatikan potensi jamaah yang sekarang ada, bidang-bidang yang ingin dikembangkan terkategori ke dalam 3 jenis, yaitu :
 
1. Bidang Perdagangan
2. Bidang Jasa
3. Bidang Simpan Pinjam / Pembiayaan
 
Menyoroti bidang yang ketiga yaitu "simpan pinjam atau pembiayaan" keinginan saya lebih kepada prinsip  :  "bagaimana agar hidup lebih hemat?". Bagaimana korelasinya ini? Begini, jika anda pernah fokus kepada masalah bisnis maka sesungguhnya dalam proporsi tertentu menggerakkan bisnis bermodal utang adalah baik. Betapa tidak : "tanpa uang bisa berbisnis?" Atau yang paling dekat dengan kita :  "kenapa kita harus 'meng-kredit' rumah?". Salah satu jawabannya adalah agar uang yang kita dapat secara efektif teralokasikan bahkan mungkin secara ketat (atau tepat guna)?
 
Sering lihat para chinese di jalan raya pakai mobil baru? Anda pasti tahu bahwa kemungkinan mobil yang dikendarai adalah hasil kreditan!! Kenapa mereka memanfaatkan yang demikian? Karena biasanya setelah 3 atau 4 tahun mereka bakal menjual lagi mobil tersebut!!! Silakan cek sendiri! Jika saya punya "cash-in" (atawa proceeds) yang memungkinkan maka saya juga akan melakukan hal yang sama. Apa keuntungannya? Pertama, mobil baru siapa yang nggak suka? Kedua, dalam 3 tahun pertama ongkos maintenance sangat-sangat minim. Ketiga, mampu menjaga performa bisnisnya. Keempat, dana yang terkumpul teralokasi secara tepat guna. Apa outputnya? Mungkin kita bisa membuka lowongan kerja kepada orang lain!!!
 
Bagaimana dengan KSU Ar-Royyan?
Jika contoh-contoh di atas adalah berdasar atas riba, maka saya memimpikan KSU bisa memberikan kredit pembiayaan berdasar skeme syari'ah. Artinya, bisa saja modal berasal dari simpanan yang terhimpun atau sumber modal-penyertaan anggota yang pengelolaan dan akadnya diperlakukan secara syari'ah. Jadi, jelas bagi kita bagi peminjam mereka akan mengurangi pengeluarannya karena kewajiban mengangsur (hemat pengeluaran lain-lain) dan bagi pemilik modal-penyertaan tidak menambahkan riba di atasnya. Tinggal bentuk barangnya apa? Bisa saja barang-barang "produksi" yang jelas-jelas nilai manfaatnya misalnya sebuah mixer yang bagi peminjam akan dipakai untuk membuat kue yang bisa dijual atau barang lain yang sifatnya tidak konsumtif.
 
Nah, jamaah apakah anda tertarik dengan yang terakhir? Silakan komentar.
 
Wass / Jaerony.-

Kirim email ke