From: Aisyah, Yovie
Sent: Thursday, May 11, 2006 1:30 PM
Subject: Sebuah Pengakuan Kebenaran Islam Pada Acara The Oprah Winfrey Show

 

http://musliminsuffer.blogspot.com/

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of God, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

From: Andri Darmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: Sebuah Pengakuan Kebenaran Islam Pada Acara
The Oprah Winfrey Show


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,  Bismillahir Rahmanir Rahim,

Dalam episode yang ditayangkan siang itu, fokus pembicaraan adalah tentang
diskriminasi rasialis terhadap umat Islam.  Ceritanya, selama 30 hari
penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal
bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh ‘menyamar’ sebagai
seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang seperti
yang dipakai oleh orang-orang Arab.  Salah satu misinya adalah mengenali
kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri bagaimana
rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang
lain di AS.

Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim
yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan
itu sama sekali tanpa bukti.  Ia telah berkeliling kota dengan penampilan
seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya
sangat menyakitkan.  Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara
secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam
karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.

Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim
benar-benar menunjukkan sebaliknya.  Ia merasa bahwa keluarga itu sangat
harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun ia
mengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam.

Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan
mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan.  Kemudian
sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa
ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada
dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu
syetan.  Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut
adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila.  Tapi di hadapan Oprah dan semua
penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan
antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar
bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang
serba bebas.  Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan,
sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih
efektif daripada cara apa pun.

…dan saya pun terpana dengan mulut terbuka lebar mendengar pengakuannya.

Saya tidak pernah menyangka seorang non-Muslim akan dengan begitu beraninya
mengakui kebenaran Islam di hadapan begitu banyak kamera televisi.  Dan
walaupun saya mengakui keberanian Oprah dalam mengangkat tema-tema yang
kontroversial, saya tetap terpana melihat bagaimana ia berani menggiring
acara talk show tersebut dengan cara yang amat objektif.

Maka sekarang jelaslah tugas kita semua.  Anda bisa melihat sendiri betapa
buruknya citra Islam di mata banyak orang.  Oprah telah membuka jalan bagi
syiar Islam, yaitu dengan membuktikan bahwa keteladanan akan menghancurkan
semua asumsi yang salah.  Kalau mereka tidak mau percaya pada kata-kata,
maka buktikanlah dengan perbuatan!  Buktikanlah bahwa umat Islam bukan
teroris!  Kita harus membuktikan bahwa kita adalah sebenar-benarnya umat
terbaik (khairu ummah) yang mampu memberikan solusi bagi seisi bumi.  Kita
harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi beban.

Dan kita memang mampu memberikan solusi, asalkan kita terus berpegang pada
Al-Qur’an dan Al-Hadits.  Tidak ada petunjuk yang lebih jernih daripada
keduanya.  Sesungguhnya kebenaran adalah kebenaran.  Tidak peduli ras mana
pun, bangsa apa pun, atau bagaimana pun keadaannya, kebenaran akan selalu
diterima sebagai kebenaran.  Kalau mereka menolak, mungkin karena mereka
belum melihat buktinya.

Tugas kita sekarang adalah memberi pembuktian!


  Wabilahi Taufik Wal Hidayah,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
= TERCIPTANYA KITA BUKAN TANPA TUJUAN PASTI ADA BALASAN DI AKHIR SEMUA INI =
= HIDUP TIDAK MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG KEDUA KALI MAKA JADIKAN DUNIA INI UKIRAN AMAL YANG TIDAK TERNILAI =

Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke)., Mari kita dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi .

 

Kirim email ke