|
assl.wr.wb.
Berikut ini 3 artikel ( berita ) bisnis ttg MQ
Consumer Goods nya Aa Gym yang mudah-mudahan menjadi ilham dan inspirasi
bagaimana mendobrak bisnis dan kewirausahaan serta dikenalkan dengan adanya
filosofi "multi manfaat". Selamat membaca.
wassl.wr.wb.
Agus Rasyidi
----------------------------------------------------------------------------------------------
artikel 1 :
Abdullah Gymnastiar
Aa Gym: Saya Tidak Diruwetkan Uang Bandung, 13 Desember 2002 22:15 RAMADAN tahun ini, setiap hari sedikitnya Aa Gym tampil di lima stasiun TV, selain siaran radio dan menulis di 24 media cetak --koran, tabloid, majalah. Bahkan ada koran yang setiap hari menurunkan tulisan Aa Gym. Di sela-sela mobilitasnya yang tinggi itu, Aa Gym menyempatkan diri menerima Herry Mohammad dari GATRA untuk wawancara. Petikannya: Mengapa Anda terjun ke bisnis? Pertama, saya ingin mendobrak pandangan bahwa bisnis itu urusan duniawi. Dengan bisnis, kita bisa ibadah, bisa juga jihad, kalau niat dan caranya benar. Kedua, saya ingin berkhidmat kepada umat tanpa jadi beban mereka. Saya ingin mempunyai dana memadai untuk memberi peluang bagi masyarakat yang membutuhkan. Membuat banyak usaha ini memang untuk mendesain lapangan kerja, menjadi solusi kecil-kecilan bagi masyarakat. Bagaimana Anda merekrut sumber daya (SDM) manusia untuk MQ Corporation? MQ Corporation adalah laboratorium. Saya ingin mencoba bisnis berbasis moral. Titik lemah kita sekarang, bisnis di Indonesia katanya moralitasnya kurang. Makanya, ekonomi ambruk seperti ini. Kami mencoba membangun bisnis yang kuat berbasis moral, walaupun butuh proses. Ke depan, kami juga akan merekrut 20% karyawan yang cacat fisik. Patokannya adalah prestasi. Kami akan memberi kesempatan kepada saudara-saudara kami untuk berprestasi. Kami mendesain ladang agar teman-teman bisa mengembangkan bakat dan keahlian. Kenapa harus 20%? Ya, senang aja, atuh! Bagaimana konsep bisnis MQ? Pertama, harus adil. Dengan adil, tidak ada yang teraniaya, tidak ada kezaliman. Sebab, semua masalah awalnya adalah ketidakadilan. Kedua, transparan, sehingga tidak ada kecurigaan. Untungnya berapa, mengapa si A digaji sekian, si B sekian, semuanya transparan. Ketiga, saling menguntungkan, tidak ada yang dirugikan. Selain itu, ciri bisnis yang dikembangkan MQ adalah: mutu diusahakan selalu baik, harga murah dan terjangkau, mudah didapat, mutakhir dalam bentuk produk serta pelayanan, dan multimanfaat. Contohnya buku-buku karangan saya yang tipis, harganya hanya Rp 1.000, penjualnya ada di mana-mana. Pembeli senang karena harganya murah. Mereka beli banyak, dibagi-bagikan kepada sahabat dan handai taulan. Semuanya dapat manfaat. Contoh lain adalah air minum, MQ Jernih. Selain mempekerjakan banyak orang, sebagian keuntungannya untuk anak-anak jalanan. Orang bisa minum dengan harga terjangkau, sekaligus bersedekah 2,5%. Kita bisa menggunakan sistem yang menekan cost, keuntungan kita sedikit, bisa djual dengan harga lebih murah. Anda juga akan bikin televisi, dananya kan besar? Saya tidak begitu ruwet dengan jumlah uang. Yang paling penting adalah komitmen masyarakat. Kalau masyarakat sudah committed untuk memiliki televisi, apalah artinya Rp 1 trilyun. Jumlah itu memang berat kalau dipikul seseorang. Tapi, kalau dipikul rame-rame, ya, jadi ringan. Anda dikenal pandai mengemas bisnis dalam dakwah, bagaimana penjelasannya? Yang paling penting bukan membisniskan dakwah, melainkan menjadikan bisnis bagian dari dakwah. Sebab, pertama, titik lemah umat Islam adalah di sektor ekonomi. Sehingga kita tidak punya kekuatan riil. Dalam ekonomi yang lemah. Kita juga akan lemah mengakses ilmu untuk memajukan umat Islam. Kita sulit membangun sarana informasi yang memadai, yang bisa mengingkatkan kualitas umat. Juga lemah dalam kesehatan, kualitas SDM, dan sebagainya. Kedua, ternyata Nabi Muhammad SAW sangat serius membangun kekuatan ekonomi umat. Nabi adalah seorang profesional. Dan Indonesia, dengan sumber daya alamnya yang hebat ini, mana bisa maju kalau tidak punya basis moral yang baik, kewirausahaan yang baik, dan kepemimpinan yang mantap. Kalau Anda ceramah, murni dakwah atau ada bisnisnya? Kalau ceramah, murni dakwah. Tugas kita kan tiga. Pertama, ibadah, menjadikan segala aspek merupakan pengabdian kepada Allah SWT. Kedua sebagai kalifatullah. Kita harus bekerja keras, berkarya, untuk menyejahterahkan diri, keluarga, dan masyarakat. Dan ketiga, kita harus berdakwah untuk menyampaikan nilai-nilai kemuliaan ini agar ketaatan kepada Allah SWT juga meningkat. [Laporan Khusus, GATRA, Nomor 04 Beredar Kamis 13 Desember 2002] artikel 2 :
Ciri Bisnis MQ:
Bagimu Lima MU Bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) nampaknya kian waktu kian menjamur. Terbukti dengan banyaknya merek AMDK baru bermunculan di pasaran. Itu tak salah, karena seiring perkembangan zaman, kini masyarakat kita mulai sadar akan kebutuhan air minum. Dan terbukti AMDK bukan lagi barang mewah yang hanya dikonsumsi oleh orang-orang tertentu, tapi masyarakat awam pun kerap kali mengonsumsinya. Kendati air minum ini harganya lebih mahal dari bensin namun tetap saja laris manis di pasaran. Hingga kini belum ada berita yang mengabarkan demo mahasiswa mempermasalahkan harga air minum, namun yang kerap terjadi adalah menuntut penurunan harga BBM. Sungguh mengherankan mengapa hal ini mesti terjadi? Namun sudahlah kita kembali pada masalah kebutuhan kita akan air minum. Kurang lebih satu bulan yang lalu, dunia usaha air minum bertambah satu dengan merek" MQ Jernih" yang diproduksi oleh MQ Consumer Goods. MQ CONSUMER GOODS adalah perusahaan baru yang merupakan salah satu anak perusahaan MQ Corporation. Bisnis yang dikembangkan oleh pengusaha muda asal Kota Bandung Jawa Barat Abdullah Gymnastiar nampak begitu pesat perkembangannya. Tidak mengherankan bila produk-pruduk yang ditawarkan ke pasaran selalu disambut antusias oleh konsumennya. Apa rahasianya? Rahasianya adalah "tidak ada rahasia" begitu jawab Aa Gym ketika ditanya mengenai hal itu. ''Aa Gym sering menegaskan kepada kami, bahwa ciri bisnis kita adalah 'Bagimu Lima MU'; MUtu, MUrah, MUdah, MUtakhir, dan MUlti-manfaat,'' tutur Didiek Heryana, manager MQ Consumer Goods yang beralamat di Jl Abadi IV/C17 KPAD Gegerkalong Bandung. Tidak dipungkiri setiap kita suka dengan produk yang bermutu tinggi, seringkali kita enggan membeli barang-barang yang mutunya rendah karena akan mudah rusak atau kalau makanan tidak dijamin kehalalan, kebersihan maupun kesehatannya. Selain bermutu tinggi biasanya kita lebih suka memilih yang lebih murah harganya. Kemudian kalau sudah murah kita akan mencari produk yang lebih mudah, mudah mendapatkannnya, mudah membawanya, dan mudah memakainya. Merupakan kecenderungan manusia menyukai hal-hal baru yang mutakhir dan yang terpenting adalah multimanfaat. Karena semakin banyak manfaatnya kita akan semakin hemat. Bagi Dikdik panggilan akrab Didiek Heryana, dunia usaha bukan lagi hal asing dalam hidupnya. Pasalnya, pria yang hobi berolahraga ini pernah menjabat ketua Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid atau Kopontren DT, yang kemudian mengantarkannya terpilih menjadi pemuda pelopor tingkat nasional pada waktu itu. Ia juga termasuk perintis bank BMT Daarut Tauhiid. Oleh karena itu, ia tidak lagi canggung menjalankan amanah untuk mengelola perusahaan MQ Consumer Goods. "Multi-manfaat" adalah salah satu filosofi yang dikedepankan oleh MQ Consumer Goods ketika mengenalkan usahanya yang mulai tumbuh dan berkembang dengan produk perdananya berupa air minum dalam kemasan yang berlebel "MQ Jernih". Pada Intinya, usaha bertajuk MQ Consumer Goods ini berusaha menyediakan barang-barang kebutuhan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, dengan harga yang terjangkau namun tetap berkualitas, seperti air minum, detergen, sabun mandi, pasta gigi, dan lain-lain. Selain itu, dengan filosofi multi-manfaat tersebut, diharapkan kehadiran MQ Consumer Goods ini dapat menggugah semangat masyarakat luas untuk lebih berani berwirausaha. Dan melalui usaha ini diupayakan suplai produk-produknya ditujukan untuk masyarakat yang berkeinginan untuk membuka usaha mandiri. Dan sebagian dari hasil usaha ini pun dialokasikan untuk kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim, anak jalanan, dan lain sebagainya. "Kita sangat berpikir keras, bagaimana caranya agar usaha ini mampu mempekerjakan banyak orang," ujar pria kelahiran Jakarta yang pernah mengenyam pendidikan di Politeknik ITB ini. ''Oleh karena itu, harapan kami agar produk dari MQ ini mampu membangkitkan gairah perekonomian masyarakat agar pulih kembali bahkan lebih maju. Yang tadinya belum punya pekerjaan diharapkan akan segera punya pekerjaan." lanjutnya memberi penjelasan. ''Untuk pilot project di kota Bandung, rencananya, kita akan membuka beberapa stockist di setiap RW (Rukun Warga) sebagai agen spesial," katanya lebih lanjut. Hal lain yang menggembirakan, siapa saja boleh memasarkan produk MQ Consumer Goods baik yang sudah punya usaha berupa toko atau warung, maupun yang baru akan memulai usaha. Dengan cara membangun jaringan usaha di tingkat RW semacam inilah MQ Consumer Goods berusaha berpartisipasi dalam memberdayakan masyarakat banyak. "Minimal satu keluarga di tingkat RW," tegas Dikdik. "Ambil contoh, di kota Bandung saja kira-kira terdapat seribu RW, dengan demikian kalau semuanya terpenuhi akan ada seribu stockist tersebar di kota ini." Bila jaringan usaha MQ Consumer Goods sudah terbentuk rapi, maka dia tidak hanya memasarkan produksinya sendiri, namun bagi umat yang memiliki produksi usaha lainnya bisa bergabung. Karena salah satu kesulitan usaha yang kini banyak berkembang ada pada faktor distribusi. Dengan adanya distribusi produk dari MQ Consumer Goods, insya Allah mereka yang memiliki produk tidak lagi kesulitan untuk memasarkannya, karena bisa bekerja sama dengan MQ Consumer Goods ini. mq () sumber :Republika artikel 3 :
Produk Multimanfaat MQ Consumer
Goods
Membuka usaha bisnis memang membutuhkan visi dan misi tersendiri. Kalau visi dan misinya sekadar meraup keuntungan, maka itulah yang akan kita terima. Sebaliknya, bila visi dan misi bisnis tersebut "multimanfaat" dalam arti berdaya guna untuk siapa saja maka bisa dijamin usaha bisnis itu bisa berkembang lebih jauh. Filosofi "multi-manfaat" inilah yang coba dikedepankan oleh MQ Consumer Goods ketika mengenalkan usahanya yang mulai tumbuh dan berkembang dari usaha air mineral bernama, "MQ Jernih." Intinya, usaha bertajuk MQ Consumer Goods ini berusaha menyediakan konsumsi sehari-hari masyarakat pada umumnya dengan harga terjangkau dan berkualitas. Selain itu, dengan filosofi multi-manfaat tersebut, diharapkan kehadiran MQ Consumer Goods ini menggugah semangat banyak masyarakat luas untuk berwirausaha. Dan melalui usaha ini diupayakan suplai produk-produknya ditujukan untuk mereka yang berkeinginan mandiri. ''Kita sangat berpikir keras, bagaimana usaha ini mampu membuat orang banyak bekerja," ujar Dikdik yang diamanahi memimpin MQ Consumer Goods ini. "Dengan adanya produk dari MQ ini, paling tidak warung-warung dan orang-orang terbangkitkan keinginannya untuk berwirausaha," ungkapnya. Penjelasan ayah satu anak ini memang terdengar riil. Betapa tidak, menurut sejumlah pemberitaan, kurang lebih terdapat lima puluh juta orang di negeri ini yang tidak bekerja atau menganggur. Dan melalui semangat berwirausaha itulah alternatif meniadakan jumlah penduduk yang tidak bekerja tersebut patut diperhatikan. "Untuk pilot project di Kota Bandung, rencananya, kita akan membuka beberapa stockist di setiap RW (rukun warga) sebagai agen spesial," katanya lebih lanjut. Yang menggembirakan, Dikdik mempersilakan siapa saja baik yang sudah punya usaha toko atau warung atau orang yang baru memulai usaha sekalipun untuk menghubungi kantornya di bilangan Jalan Abadi IV/C17 Bandung. Dengan cara membangun jaringan usaha di tingkat RW semacam inilah MQ Consumer Goods mencoba turut memberdayakan masyarakat banyak. "Minimal satu keluarga di tingkat RW," tegas Dikdik. "Ambil contoh, di Kota Bandung saja kira-kira terdapat seribu RW, dengan kata lain kalau semuanya terpenuhi berarti akan ada seribu stockist." Usaha multimanfaat MQ Consumer Goods ternyata tidak hanya mengusahakan produk-produknya sendiri. Apabila ada usaha lain yang memang bisa didistribusikan oleh usaha ini, maka, seperti kata pemimpin usaha yang pegawainya baru berjumlah sepuluh orang itu, mereka akan upayakan untuk didistribusikan. Salah satu kesulitan usaha yang kini banyak berkembang ada pada faktor distribusi. Dengan adanya distribusi (produk) dari usaha ini, insya Allah, mereka yang memiliki kesulitan pemasaran bisa memanfaatkan MQ Consumer Goods ini. Usaha rintisan ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan. Konsepnya jelas, "Dari awal kita ingin membuat produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," papar Dikdik. Seperti deterjen, Dikdik memberi contoh produk lain, kalau memang ada produk yang sama, kualitasnya sama, mengapa tidak ada yang harganya lebih murah. Usaha ''MQ Jernih'' yang kini dikerjakan oleh MQ Consumer Goods ternyata direspons positif oleh masyarakat banyak. Apalagi mengusung brand MQ yang notabene lebih dikenal sebagai 'produk' Aa Gym - sapaan akrab KH Abdullah Gymnastiar. Meski penampilan perdananya mendapat sedikit komplain, usaha rintisan ini terus dicoba makin ditingkatkan kualitasnya. Ke depan, usaha ini akan mengembangkan deterjen, mi instan, sabun mandi, odol, dan produk konsumsi lainnya. Bukankah hal ini akan menarik multi-manfaat yang dimaksud oleh usaha ini? Yaitu membuka usaha bagi siapapun yang ingin mengembangkan semangat berwirausaha. Anda tertarik? Hubungi alamat di atas atau telepon 022-2010758 atau 0811205929. mqp ( ) sumber :Republika |

