Nggak lah pak, Cuma alangkah baiknya bila seperti ini bisa dibicarakan langsung aja sama yang bersangkutan. Yang mudah-mudahan dapat hikmahnya dari pembicaraan tsb
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 03, 2006 3:56 PM To: [email protected] Subject: RE: [Ar-Royyan-4981] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4979] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4975] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawihdi Masjid Ar-Royyan [bcc][faked-from][heur][abs] waduh mau duel di pasar ukaz ya ? "Hilda, Dermawan" To: "[email protected]" <[email protected]> <[EMAIL PROTECTED] cc: m> Subject: RE: [Ar-Royyan-4981] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4979] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4975] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] 10/03/2006 03:02 Tarawih di Masjid Ar-Royyan [bcc][faked-from][heur][abs] PM Please respond to "[EMAIL PROTECTED] .com" boleh saya tahu no telp/handphone bapak? From: krisna hillend [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 03, 2006 2:49 PM To: [email protected] Subject: [Ar-Royyan-4981] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4979] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4975] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Setuju sekali pak. "Hilda, Dermawan" <[EMAIL PROTECTED]> menulis: kayaknya saya suka kalau berdebat dengan pak Krisna, mungkin disitu hikmahnya email ini dibuat. untuk cari solusi aja........ biar anak-anak dilingkungan ARROYAN tetap pada suka ke mesjid walaupun anaknya "bandel", tinggal bagaimana cara mendidik anak tersebut supaya menjadi lebih terkendali. Bukan begitu pak..........? From: krisna hillend [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 03, 2006 2:29 PM To: [email protected] Subject: [Ar-Royyan-4979] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4975] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Hmm,,bulan puasa gini masih ada aja yang gini, Bapak yang baik dan santun dari pertama saya sudah minta maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan.bapak yang baik,semua manusia di dunia ini punya pendapat dan cara sendiri yang menurut manusia itu baik, jadi dalam hal ini pendapat saya begini,nggak tau pendapat yang lain atau bapak yang baik sendiri, jadi ...tolong hargai pendapat orang lain ,,jangan langsung esmosi begitu...ini negara demokrasi pak semua orang boleh mengeluarkan pendapat. jadi..kalau memang nanti bapak ketemu orang yang menampar atau nggebukin anak2 di masjid sampai semaput/mandi darah silahkan bapak tuntut orang itu,,itu hak bapak!!,,tapi masak iya sih ampai begitu dan saya yakin bapak itu bukan menampar seperti yang di beritakan orang2,,kan semua orang juga tau kalau anak kecil dipelototin aja nangis,,,,begicu bapak yang baik. saya tidak perlu menjawab pertanyaan bapak bapak sendiri sudah tau pastinya,,saya mendoaakan diri saya sendiri juga pak dan yang lainnya bukan buat bapak yang baik aja,,saya tulis disitu bapak2,,jadi tolong dibaca dengan baik semua e-mail yang diterima ...wasallam "Hilda, Dermawan" <[EMAIL PROTECTED]> menulis: MENYINGKAPI DENGAN EMOSI ???? APAKAH MENAMPAR ANAK BUKAN TINDAKAN YANG EMOSI???? KENAPA TIDAK MEMBERIKAN CONTOH YANG BAIK YANG LEBIH SANTUN??? (TOLONG JAWAB ITU) TIDAK BISA MENDIDIK ANAK???? APAKAH BAPAK SUDAH PANTAS DISEBUT ORANG YANG SUDAH BAIK DAN BIJAK DALAM MENDIDIK ANAK??? (TIDAK PERLU DIJAWAB) From: krisna hillend [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 03, 2006 1:43 PM To: [email protected] Subject: [Ar-Royyan-4975] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan DAN SEMOGA ALLAH JUGA MEMAAFKAN BAPAK 2 YANG SELALU " MENYINGKAPI PERSOALAN DENGAN EMOSI " YANG BERLEBIHAN DAN JUGA KARENA " TIDAK BISA MENDIDIK ANAK " SEHINGGA MENJADI ANAK YANG PUNYA KELAKUAN SANTUN DAN BUDI PEKERTI YANG BAIK!!! WASALLAM "Hilda, Dermawan" <[EMAIL PROTECTED]> menulis: MASYA ALLAH SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI DOSA BAPAK BILA BAPAK PUNYA NIAT SEJAHAT ITU........... KENAPA HARUS MENAMPAR ANAK YANG BARU BERUSIA 3 TAHUN MISALNYA! UNTUNGNYA BUKAN ANAK SAYA YANG TERKENA SEPERTI ITU! BILA IYA MAKA ORANG TERSEBUT AKAN SAYA AJUKAN KEMEJA HIJAU BIAR ORANG ITU KAPOK JUGA!!!! From: krisna hillend [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, October 02, 2006 11:45 AM To: [email protected] Subject: [Ar-Royyan-4960] Balasan: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Ass.Wr.Wb. Maaf klu saya memberi sedikit masukan, Kalau saya rasakan bukan karena orang DEWASA tidak suka melihat anak2 di dalam masjid, kalau mereka(anak2) bisa tertib dan tidak menimbulkan kegaduhan yang akan berkibat terganggunya kekhusyuaan dalam beribadah, kita pun akan senang melihat mereka rajin beribadah. Mungkin saya termasuk orang DEWASA yang tidak suka terhadap anak kecil didalam masjid/mushola,tetapi anak yang gimana dulu..? . Menurut saya lebih baik kalau mereka(anak2) didampingi oleh orangtua mereka selama mereka di masjid khususnya pada waktu jam2 sholat / ngaji di masjid, jadi biar bisa memonitor keadaan mereka di masjid dan bisa memperingatkan apabila mereka nakal, tapi ada juga yang cuek melihat anak2 mereka nakal di masjid. Dalam Hal ini saya sependapat dengan bapak yang menampar anak yang nakal di masjid biar mereka jera!!, minimal ada yang mereka takutin ketika mereka ada di dalam masjid. Masjid/Mushola bukan sarana untuk bermain/bercanda, karena ini bisa berakhibat berkurangnya jamaah karena banyaknya anak2 yang sering mengganggu orang yang sholat/mengaji di sana. Terima Kasih, Maaf kalau perkataan yang kurang berkenan. "Hilda, Dermawan" <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Ass.Wr.Wb. itu juga sudah saya katakan kepada anak saya, yang menjadi permasalahan bukan karena terinjak karena sempit ato kurangnya space bagi anak-anak tapi sepertinya orang "DEWASA" tidak suka terhadap anak-anak yang berada didalam mesjid. Mudah-mudahan kita semua yang membaca email ini bisa terbuka hatinya supaya dapat memberikan pelajaran yang lebih baik terhadap anak orang lain dengan cara yang lebih "SANTUN" wassalam, From: FPS Indonesia - Mr. Jaerony S [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, September 27, 2006 2:46 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Ass.Wr.Wb. Pak Dermawan, Masjid kita memang sudah terlalu sempit. Dan setiap yang namanya "pelayanan" dibutuhkan ORANG-ORANG YANG PEKA UNTUK MELAYANI. Saya memang mengharapkan ada "kerja bakti" di hari Sabtu sebelum Ramadhan, tapi entahlah ... kok nggak ada yang ambil inisiatif untuk mengajak rame-rame kerja bakti seperti tahun-tahun yang lalu. Dalam kerja bakti tidak saja kita membersihkan atawa mengatur apa yang tidak nyaman bagi jamaah nantinya tapi bisa juga ajang masukan apa yang kurang dan harus dibenahi! Untuk puasa ini saya cuma fokus ke air wudhu yang "langka" dan alhamdulillah bisa tertangani sebelum ada keluhan. Kejadian semalam dan juga yang bapak alami di bawah ini sangat tidak nyaman dan mudah-mudahan jadi perhatian kita semua dan alternatif lain pengaturan anak-anak ini bisa saja dicoba. Seperti kelompok Jamaah Tabligh yang selalu meninggalkan satu orang tidak shalat berjamaah karena dia harus menjaga peralatan dan barang-barang dari kelompoknya. Tolong sampaikan kepada putra Bapak jangan sampe pengalaman ini menjadikan kapok karena apapun keadaannya shalat berjamaah mengandung hikmah yang besar antara lain kebersamaan dalam bermasyarakat dan berkehidupan sosial, seperti lagunya Bimbo, "alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan ... sekeluarga ... sekampung ... senegara ... kaum muslimin dan muslimat di dunia dipersatukan ... di dalam ridhoNya" Wassalam / Jaerony.- ----- Original Message ----- From: Hilda, Dermawan To: [email protected] Sent: Wednesday, September 27, 2006 1:50 PM Subject: RE: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Ass.Wr.Wb. Maaf Pak Jaerony bila saya sedikit berkeluh kesah disini, pada malam pertama kebetulan anak-anak saya sholat tarawih di masjid Arroyan yang menurut mereka sangat senang menuju kesana dengan alasan mereka sudah akrab dengan lingkungan mesjid karena anak saya adalah murid dari TPA arroyan. Pada malam itu anak laki-laki saya mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari lelaki dewasa yang katanya kakinya diinjak dan badannya digeser karena merasa tidak nyaman, dengan adanya pembicaraan dari anak kepada ayah maka saya katakan kepada anak laki-laki saya apakah "ADE" nakal? maka dijawab oleh beliau dan kakak perempuannya bahwa ADE tidak nakal. Disini saya melihat memang baik untuk mengatur anak-anak tapi tolong jangan dibatasi apa yang mereka anggap sebagai suatu tempat yang nyaman menjadi tempat yang tidak mengenakan karena kelakuan atau tingkah laku orang DEWASA yang berlebihan dan jangan pernah membatasi seorang anak yang akan sholat harus diwakili oleh orang tuanya. saya yakin pasti ada cara yang lebih baik dan mendidik bagi mereka supaya usaha mereka menuju mesjid bisa berkelanjutan dan menyenangkan. Semalam sekitar jam 2130 saya bertanya kembali kepada anak laki saya...... ADE tidak berangkat ke mesjid? maka dijawab nggak mau, dalam hati saya tersimpan PR apakah ini hasil dari perlakuan yang kurang baik terhadap anak-anak. Mohon keluhan saya jadi masukan yang mungkin terjadi pada anak yang lainya juga terima kasih, From: FPS Indonesia - Mr. Jaerony S [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:48 AM To: [email protected] Subject: [Ar-Royyan-4932] Tarawih di Masjid Ar-Royyan Ass.Wr.Wb. Tarawih di Masjid Ar-Royyan : USAHA MENGATUR ANAK-ANAK MENEMUI MOMENTUMNYA Semalam, ketika saya datang ke masjid sekitar jam 20:00 (tidak ikut tarawih berjamaah karena pulang agak malam) agak sedikit kaget karena rupanya ada rapat "informal" di dalam masjid. Setelah agak lama menyimak ternyata yang dibahas adalah masalah anak-anak. Saya sendiri gabung denga P.Sarwono dan P.Puji yang lagi ngitung duit keropak. Menurut penuturan bapak-bapak yang ada termasuk pada subuh pagi harinya, kejadiannya berawal dari anak si Wiji yang mondar-mandir di sekitar shaf terdepan - maklum namanya anak balita nggak ngerti kalo ada orang shalat. Nah, pas mau takbiratul ikhram shalat tarawih salah seorang jamaah menampar anak si Wiji sampe nangis jejeritan yang bikin orang sempat kaget.Si Wiji sendiri mengira kalau anaknya jatuh, tak tahunya ... Setelah tarawih berakhir barulah si Bapak yang dari RT 05/14 datang ke Pengurus DKM dan minta maaf sekaligus minta anak-anak diatur pada saat pelaksanaan shalat. Beberapa bapak menyayangkan cara si Bapak menghadapi anak yang baru berumur sekitar tiga tahunan ini. Tapi, kelihatannya yang semalam adalah akumulasi kesabaran yang tidak terbendung dari hari-hari sebelumnya sehingga secara reflek dia "maen gaplok" saja. Si Bapak ini adalah seorang pensiunan PNS yang berasal dari Sumatera yang menurut tetangganya yang nyeritain ba'da subuh, termasuk level pejabat. Jadi, bisa jadi dia ini terkena PPS (post power sindrome) -- nitip pesen buat kawan-kawan yang PNS jangan terjangkit penyakit yang satu ini yaa ... Obatnya antara lain menyadari jabatan adalah amanah ... dan banyak berdzikir ayat 26-27 surat Ali-Imran .... Dia sendiri merasa menyesal dengan kejadian ini. Dari internal Pengurus sendiri telah diambil keputusan mengenai pengaturan anak-anak ini -- khususnya yang balita -- bahwa : " Orang tua yang membawa serta anak balita dimohon tidak ikut shaf di dalam masjid, tetapi cukup di shaff belakang, di depan dan di teras masjid". Demikian dinamika Ramadhan sampai hari ketiga ini, yang mau nambahin dipersilakan ... Wassalam / Jaerony.- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

