Subject: Re: [Ar-Royyan-5035] Kiat Menghafal Al
Qur'an [bcc][faked-from][abs]
Ass WW.
Yang terpenting adalah menjalankan isinya. Contoh menjalankan
peperangan
dalam
rangka menegakkan ajaran Islam, gugur sebagai syuhada
akan masuk surga.
Tidak
semua orang harus menghafal Al Qur'an, tetapi
menjadi kewajiban semua orang
Islam
untuk mengerti secara rinci dan
detail makna lebih dari 6300 ayat dalam Al
Qur'an. Kenapa
punya
cita-cita punya anak cuman sebagai penghafal Al Qur'an, kenapa anda
tidak
punya
cita-cita punya anak yang kelak apabila besar nanti dapat menjadi
seperti
Khalid bin Walid,
Amr bin Ash atau seperti Umar bin Khatab
sekalian
?
Wassalam.
Djarot
agus
rasidi
<[EMAIL PROTECTED]
To: ^*^ ArRoyyan Milis ^*^
<
[email protected]>
a.co.id>
cc:
Subject: [Ar-Royyan-5035] Kiat Menghafal Al Qur'an
[bcc][faked-from][abs]
10/16/2006
01:31
PM &nbs
p;
Please
respond
to &n
bsp;
"[EMAIL PROTECTED] &nbs
p;
.com"
&
nbsp;
Kiat
Menghafal Qur'an
Oleh : Ummu Abdillah & Ummu Maryam
Sebagai
seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal
Al-Quran
dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak
yang hafal
Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah
dasar
untuk memudahkan menghafal, di antaranya:
* Mengikhlaskan niat hanya untuk
Allah Azza wa Jalla.
Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal
Al-Quran hanya karena
Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan
syurga dan keridhaan-Nya.
Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca
Al-Quran dan menghafalnya
karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah
(ingin didengar orang), dan
perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan
pelakunya kepada dosa.
* Dorongan dari diri sendiri, bukan karena
terpaksa.
Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal
Al-Quran.
Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika
membaca
Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.
* Membenarkan ucapan dan
bacaan.
Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang
yang
baik
bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran.
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran
dari Jibril
alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan
secara rutin
Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan
beliau. Pada
tahun Rasulullah shallallahualaihi wa sallam diwafatkan,
Jibril menemui
beliau sampai dua kali. Para shahabat radliallahu anhum juga
belajar
Al-Quran dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam secara lisan
demikian
pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang
dapat
dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh
qari yang
baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk
tidak
menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran
dan
tajwidnya.
* Membuat target hafalan setiap hari.
Misalnya
menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu
hizb,
seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut
sesuai
dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa
mungkin
untuk dipenuhi.
* Membaguskan hafalan.
Tidak boleh beralih
hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini
dimaksudkan untuk
memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat
dibantu dengan
mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan
malam.
*
Menghafal dengan satu mushaf.
Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal
dengan melihat sebagaimana bisa
menghafal dengan mendengar.
Dengan
membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat
dan
tempat-tempatnya dalam mushaf.
Bila orang yang menghafal Al-Quran
itu merubah/mengganti mushaf yang biasa
ia menghafal dengannya maka
hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini
akan mempersulit
dirinya.
* Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.
Di antara
hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk
menghafal
Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan
dan
juga
mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan
ayat yang
lainnya.
Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran
untuk membaca tafsir
dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan
keterangan tentang
kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab
turunnya ayat atau
memahami
makna yang sulit atau untuk mengenal hukum
yang khusus.
Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah
oleh pemula
seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman
Al-Asyqar.
Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman
dapat
menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang
seperti
Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan
Adhwaaul Bayaan
oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada
saat membaca
Al-Quran.
* Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar
surat yang sedang
dihafalkan.
Setelah sempurna satu surat dihafalkan,
tidak sepantasnya berpindah ke
surat
lain kecuali setelah benar-benar
sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam
dada.
* Selalu memperdengarkan
hafalan (disimak oleh orang lain).
Orang yang menghafal Al-Quran tidak
sepantasnya menyandarkan hafalannya
kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib
atasnya untuk memperdengarkan kepada
seorang hafidz atau mencocokkannya
dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk
mengingatkan kesalahan dalam
ucapan, atau syakal ataupun lupa.
Banyak sekali orang yang menghafal dengan
hanya bersandar pada dirinya
sendiri, sehingga terkadang ada yang
salah/keliru dalam hafalannya tetapi
tidak ada yang memperingatkan
kesalahan tersebut.
* Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.
Bersabda
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam : "Jagalah benar-benar
Al-Quran
ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat
terlepas
daripada onta yang terikat dari ikatannya."
Maka seorang yang menghafal
Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar
saja niscaya ia akan
terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran
terus diulang setiap
harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam
dada tidak sepantasnya
mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat
(surat) itu." Akan tetapi
hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan," karena
Rasulullah shallallahu
`alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)
* Bersungguh-sungguh dan
memperhatikan ayat yang serupa.
Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam
lafadz, maka wajib untuk
memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan
tidak tercampur dengan
surat lain.
* Mencatat ayat-ayat yang
dibaca/dihafal.
Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang
sedang
dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di
lisan
tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.
Berapa
banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu
atau
beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk
menuliskan
hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan
dalam
penulisannya.
* Memperhatikan usia yang baik untuk
menghafal.
Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun
sampai 25 tahun.
Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas
menghafal di
usia
muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada
menghafal di usia tua.
Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti
mengukir di atas batu,
menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas
air.
HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN
Setelah kita mengetahui
beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka
sudah sepantasnya bagi
kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi
dan menyulitkan hafalan
agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang
tersebut.
Di
antaranya:
o Banyaknya dosa dan maksiat.
Sesungguhnya dosa
dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan
terhadap dirinya
sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
o Tidak adanya upaya
untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara
terus-menerus. Tidak mau
memperdengarkan (meminta orang lain untuk
menyimak)
dari apa-apa yang
dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.
o Perhatian yang
berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya
tergantung
dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal
dengan
mudah.
o Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak
dalam waktu yang singkat dan
pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya
hafalan yang lama.
Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia
mengkaruniakan dan
memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya,
mengamalkannya serta dapat
membacanya di tengah malam dan di tepi siang.
Wallahu alam bishawwab.
(Ummu Abdillah & Ummu Maryam, dinukil dari
kutaib: "Kaifa Tataatstsar bil
Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?" oleh Abi
Abdirrahman)
--------------------------------------------------------------
Milis
Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website
http://www.arroyyan.com ;
Milis
jamaah[at]arroyyan.com
--------------------------------------------------------------
Milis
Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website
http://www.arroyyan.com ;
Milis jamaah[at]arroyyan.com