Ditulis oleh Dewan Asatidz
------- Tanya -------
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Manakah yang lebih utama (besar
pahalanya) membaca Al-Quran atau memahami Al-Quran? Karena kalau saya amati
umat Islam di Indonesia dalam berbagai acara, seperti mengisi acara
ramadhan, mereka memperbanyak "tadarus", jadi lebih mengutamakan membaca
dari pada memahami. Menurut hemat saya sangat sedikit sekali orang yang mau
memahami Al-Quran dan lama kelamaan Al-Quran itu hanya tinggal bunyinya saja
tapi nur (cahayanya) akan padam.
Dasun
--------- Jawab ---------
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sdr. Dasun, Memahami al-Qur'an, membacanya dan bahkan mendengarkannya semua
mendapatkan pahala. Itulah salah satu kelebihan al-Qur'an, meskipun hanya
dengan membaca dan mendengarkannya dengan tanpa memahami ma'nanya tetap
mendapatkan pahala. Membaca al-Qur'an juga termasuk zikir qauli, yaitu zikir
menggunakan mulut kita. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda
"Perumpamaan seorang mu'min yang membaca al-Qur'an seperti buah "utrujah",
baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan seorang mu'min yang tidak
membaca al-Qur'an adalah seperti buah kurma, tidak mempunyai aroma namun
rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq yang membaca al-Qur'an adalah
buah "raihanah" aromanya harum namun rasanya pahit dan perumpamaan orang
munafik yang tidak membaca al-Qur'an adalah buah "handlalah" tidak mempunyai
aroma dan rasanya pahit" (H.R. Buhkari Muslim). Kita juga dianjurkan membaca
al-Qur'an hingga khatam (dari awal sampai akhir).
Ibnu Umar pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. "Berapa kali saya harus
menghatamkan al-Qur'an?" Rasulullah menjawab "Khatamkanlah dalam satu
bulan". "Saya bisa lebih cepat dari itu" kata Ibnu Umar. "Kalau begitu
setiap dua puluh hari", jawab Rasulullah. "Saya masih bisa lebih cepat dari
itu", tambah Ibnu Umar. "Kalau begitu dalam lima belas hari" lalu "Sepuluh
hari". "Saya masih lebih cepat dari itu", kata Ibnu Umar. "Kalau begitu lima
hari", lalu Rasulullah tidak melanjutkan lagi. (H.R. Tirmidzi).
Rasullah juga gemar mendengarkan al-Qur'an dan sering matanya berlinang
ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Qur'an. Ibnu Umar bercerita suatu
hari Rasulullah memintaku membaca al-Qur'an untuk beliau "Ibnu Umar bacalah
sesuatu dari al-Qur'an untukku", lalu aku baca surah al-Nisa hingga ayat
(41, artinya) "Maka bagaimanakah apabila Kami datangkan seorang saksi dari
tiap-tiap umat dan Kami datangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka
atas mereka itu sebagai umatmu". Aku melihat kedua mata beliau basah
meneteskan air mata. (H.R. Bukhari).
Demikian juga Rasulullah sering membaca al-Qur'an dengan mentafakkuri dan
memahami arti dan makna kandungannya. Di sini Rasulullah dalam sebuah hadist
mengisyaratkan bahwa mereka yang membaca al-Qur'an hingga khatam selama
kurang dari tiga hari termasuk orang yang kurang faqih" (H.R. ABu Dawud
dll). Ini merupakan anjuran bahwa dalam membaca al-Qur'an selayaknya tidak
terlalu cepat dan lebih menekankan kepada tadabbur dan tafakkur pada isi dan
makna ayat-ayatnya.
Bertadarus al-Qur'an selama bulan Ramadhan termasuk kebisaan yang dilakukan
Rasulullah s.a.w. Riwayat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa "Rasullah adalah
orang yang paling dermawan, kedermawaan beliau meningkat pada bulan
Ramadhan, yaitu ketika didatangi Jibril setiap malam Ramadhan, ia bertadarus
al-Qur'an dengan Rasulullah. (H.R. Bukhari Muslim).
Jadi kesimpulannya, baik membaca, mendengarkan dan memahami al-Qur'an pada
bulan Ramadhan sangat dianjurkan. Yang lebih utama tentu membaca sambil
memahami maknanya. Namun membaca atau mendengarkan al-Qur'an dengan tanpa
memahami maknanya pun tetap merupakan ibadah yang mendapatkan pahala. Cahaya
yang dibawa al-Qur'an akan senantiasa menerangi hati kita manakala kita
rajin membacanya, mendengarnya dan ditambah lagi mau mempelajari
kandungannya.
Wallahu a'lam bissowab Wassalam
Muhammad Niam
Dari :
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=809&Itemid=14
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com