Berkebun, Mengasah Kecintaan Anak Pada Lingkungan
Bingung karena si kecil selalu menolak makan sayur? Atau ingin mengajak
anak-anak melakukan kegiatan out-door tanpa harus pergi jauh dari rumah?
Cobalah ajak mereka berkebun. Walaupun rumah Anda tidak memiliki halaman
yang luas, Anda tetap bisa mengajak anak-anak untuk berkebun dengan
memanfaatkan pot. Berkebun adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah
kepekaan dan kecintaan anak terhadap lingkungan hidup, karena ia akan
mengamati secara langsung cara kerja alam. Ditanggung anak Anda akan
excited dengan kegiatan ini !. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang
besar, mereka ingin melakukan segalanya sendiri dan, yang pasti, mereka
senang sekali 'diijinkan' bermain tanah.
Bagi anak-anak yang sulit makan sayur, berkebun adalah cara yang baik untuk
memperkenalkan darimana datangnya sayur. Siapa tahu, setelah menanam,
merawat dan memanen sendiri sayurannya, anak Anda akan senang hati menyantap
sayur-mayur. Anda juga harus ingat bahwa anak-anak seringkali tidak sabar.
Untuk itu, selama menunggu tanamannya tumbuh dan berkembang, Anda bisa tetap
membuat mereka sibuk melalui percobaan kecil. Letakkan biji kacang hijau di
atas kapas basah yang disimpan dalam botol kaca. Ajak anak-anak untuk
mengamati pertumbuhannya selama 1 minggu, misalnya.
Lalu, pada usia berapa anak dapat diajak untuk berkebun? Anak usia 1 tahun
pun sudah dapat Anda ajak berkebun. Tak perlu yang rumit-rumit..! Ajak si
kecil membantu Anda menyiram bunga dengan menggunakan gembor kecil, atau "Bantu
Ibu, menggali tanah yuuk...". Tak perlu risau, kalau ternyata si kecil lebih
senang menyirami dirinya sendiri daripada si tanaman, atau tebaran tanah
dimana-mana akibat si kecil kelewat antusias menggali tanah dengan sekop
kecilnya. Yang penting disini adalah membangkitkan rasa ketertarikan mereka
terhadap tanaman dan kegiatan berkebun.
Anak-anak yang sudah lebih besar, usia di atas 3 tahun hingga 5 tahun, sudah
bisa diajarkan untuk menanam sendiri. Beri mereka kesempatan untuk memilih
jenis tanaman yang ingin mereka tanam (sebaiknya beri alternatif jenis-jenis
tanaman yang cepat tumbuh dan menghasilkan). Lalu buat jadwal (yang
berbentuk kolom-kolom) di atas kertas tentang kapan mereka harus menyiram
tanamannya, membersihkan gulma yang tumbuh di sekitarnya dan memupuknya.
Tentu saja mereka butuh bantuan Anda (orangtua) untuk mengingatkan jadwal
tersebut. Setiap kali anak selesai melaksanakan tugasnya sesuai dengan
jadwal, berikan anak stiker lucu-lucu untuk ditempelkan pada kolom tugas
yang ada dalam jadwal. Ketika tanaman sudah berbuah atau menghasilkan,
biarkan mereka yang memanen sendiri. Melalui berkebun, anak-anak belajar
banyak hal. Selain belajar untuk mencintai lingkungan, secara tidak
langsung anak juga dilatih untuk bersabar, belajar bertanggung jawab, dan
belajar untuk menghargai proses, bahwa untuk memperoleh sesuatu orang harus
berusaha/bekerja. Bahkan, mereka juga belajar untuk menerima kehilangan,
ketika ternyata tanaman yang mereka tanam mati, misalnya.
Mengajak anak berkebun, artinya Anda harus siap melakukan waskat alias
pengawasan melekat. Awasi, jangan sampai si kecil memasukkan jari-jarinya
yang kotor ke dalam mulut. Berkebun melibatkan beberapa peralatan yang
mungkin berbahaya, sehingga akan lebih baik jika Anda menyediakan peralatan
berkebun yang khusus untuk anak-anak, mulai dari sekop kecil, garu kecil,
gembor kecil, hingga sarung tangan berkebun untuk anak. Bagi anak usia
batita, sebaiknya gunakan perangkat berkebun anak yang terbuat dari plastik
daripada yang terbuat dari logam. Selain itu, orangtua juga perlu
menyiapkan tips & tricks tersendiri untuk membujuk anak agar mau menggunakan
sarung tangan berkebun. Sebab, akan selalu ada kemungkinannya, anak
(apalagi anak-anak usia batita) menolak keras atau malah rewel jika
menggunakan sarung tangan. Karena itu, dengan atau tanpa sarung tangan,
pastikan mereka mencuci tangan dengan sabun hingga bersih, setelah selesai
berkebun.
Nah, selamat berkebun!! (EG-index)
http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=145&Itemid=33
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com