|
Catatan:
Harga Zodia seperti gambar di bawah ini di Indonursery, Sukahati,
Cibinong sebesar Rp 5.000 / polybag.
*******************
4 TANAMAN
PENGUSIR NYAMUK
Terganggu oleh kehadiran
nyamuk? Kini, Anda tak perlu repot menyemprotkan insektisida yang belum
tentu aman. Gunakan saja tanaman pengusir nyamuk.
Belakangan, wabah demam
berdarah dengue (DBD) kembali merebak di beberapa daerah. DBD adalah
penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengueterutama menyerang
anak-anak. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi mendadak, dengan
manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan syok dan kematian.
Pemberantasan nyamuk biasanya dengan menggunakan insektisida sintesis
sebagai racun serangga, entah itu obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar,
maupun obat antinyamuk yang dioleskan, yang tentu saja mengandung senyawa
kimia.
Selain obat nyamuk yang
banyak dijual, ada pula tanaman antinyamuk yang lebih aman. Beberapa di
antaranya tanaman zodia, geranium, lavender, dan serai wangi. Mau tahu
kayak apa tanaman itu?
GERANIUM Kalau zodia lebih banyak
ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara
penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau
tertiup oleh angin maupun kipas angin, lalu keluar bau wangi yang khas
(agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium,
yakni zat citronella. Nah, citronella inilah yang mampu mengusir nyamuk.
Tanaman geranium
(Pelargonium citrosa) tumbuh merumpun, banyak anakan. Daunnya
hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi.
Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan
stek anakan.
Tanaman geranium
sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito
fighter, Cirosa queen of lemon, dan Citrosa lady diana.
Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di
kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar
di seputar sawah dan digunakan oleh orang-orang kampung. Daunnya diambil
lalu diselipkan di antara pakaian dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir
nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma khas. Sekarang, tanaman ini
kembali diburu orang, terlebih di zaman dimana pola hidup "kembali ke
alam" makin ngetren.
LAVENDER Penampilan bunga lavender
memang amat menarik. Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini
mengeluarkan aroma wangi. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk
menghindari gigitan nyamuk. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula
angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua
dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika
tingginya mencapai 15 - 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam
di halaman rumah.
Keberadaan tanaman
lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya.
Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di
beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu
SERAI
WANGI
Selama ini, serai wangi
dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu. Namun, ternyata serai
wangi terutama batang dan daun bisa pula dimanfaatkan sebagai
pengusir nyamuk. Ya, pasalnya tanaman serai wangi ini mengandung zat-zat
seperti geraniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam
organik, dan terutama adalah sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat
racun kontak. Sebagai racun kontak, ia dapat menyebabkan kematian akibat
kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan
cairan.
Secara sederhana kita
dapat membuat ekstrak serai wangi. Caranya, sediakan 1 kg daun dan batang
serai wangi, lalu cuci dan tiriskan sampai kering. Masukkan dalam blender,
lalu haluskan. Masukkan hasil blenderan ke dalam 250 ml air, lantas rendam
selama semalam. Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu
encerkan dengan aquades. Untuk menggunakannya, tuangkan ekstrak serai
wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke tempat dimana
nyamuk-nyamuk bersembunyi.
Tanaman serai wangi
(Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50 - 100
cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1,5 cm, bagian
bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu,
berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
Perbanyakan dilakukan
dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun
yang berukuran besar namun tidak beruas. Poting sebagian daun stek atau
kurangi hingga 3 - 5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi
dan tinggalkan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di
halaman rumah.
ZODIA Orang Papua terbiasa menggosok
kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar
terlindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut
berasal dari tanaman yang disebut zodia (Evodia suaveolens). Kita
ketahui, zodia ini tanaman asli
Indonesia yang berasal dari Papua.

Kenapa nyamuk takut pada
zodia? Tanaman zodia termasuk famili Rutaceae. Ia mengandung zat
evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan
Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool
46 persen dan apinene 13,26 persen. Nah, linalool inilah yang
berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Menurut Agus Kardinan (2004), daun
zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya
proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk,
belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya
penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya pun
dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.
Zodia akan mengeluarkan
aroma bila daun-daunnya saling menggosok. Letakkan tanaman di sekitar
tempat angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu,
kemudian tiup dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan keluar.
Namun demikian, kita tetap harus waspada. Seandainya tanaman zodia
diletakkan di ruangan yang sempit dan sedikit sirkulasi udara, bisa-bisa
orang yang ada di dalamnya pun pusing atau mabuk.
Lazimnya, tanaman ini
ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor
plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah.
Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman bila
dibiarkan bebas di lapangan bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik
sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan
mata yang memandang.
Tanaman zodia juga cukup
mudah diperbanyak, kok, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika
sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di
sekitarnya. Hanya saja, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri.
Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila
kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan
tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.
sumber: tabloidnova.com
******************** |