Maksudnya sich tetap blender kue tapi sudah tidak dipakai lagi ( untuk bikin kue atau blender buah ). tapi masih berfungsi dengan baik.
Begitu, pak Jaerony.
----- Original Message -----
From: jaerony
Sent: Tuesday, November 07, 2006 11:43 AM
Subject: Re: [Ar-Royyan-5106] Fw: Sampah Organik

Pak Agus,
Blender macam apa ya Pak? Setahu saya blender ya blender kue itu?
 
Uraian di bawah :
Dengan dapat "menggaji" Rp 900ribu per bulan bisa saja dijadikan tambahan hasil yang dilakukan secara mingguan.
 
Wass / Jaerony.-
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, November 07, 2006 11:15 AM
Subject: Re: [Ar-Royyan-5106] Fw: Sampah Organik

 
assl.wr.wb.
 
Mengenai hal daur ulang kertas, adakah jamaah Ar-Royyan yang mempunyai blender bekas pakai dan tidak dipakai lagi di rumah ? Kalau ada, boleh tidak saya minta ? Setelah membaca proses daur ulang kertas, diantaranya membutuhkan blender, maka saya punya kendala dengan blender tsb. Kalau blender buat kue sich ada di rumah ( tapi khan sayang dan nanti tercemar zat-zat dari kertas tsb, khawatirnya ).
 
Mengenai hal-hal apa saja yang bisa dibuat dengan kertas daur ulang tsb, saya kebetulan belum lama ini beli buku tentang hal tsb ( proses detailnya ada ).
 
Ditunggu.. bagi yang ingin beramal jariah dengan blender bekas pakai (kalo bisa yang agak besar... maaf ngatur ).
 
wassl.wr.wb.
 
Agus Rasyidi
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, November 07, 2006 10:59 AM
Subject: [Ar-Royyan-5106] Fw: Sampah Organik

Asslmkm. Wr.Wb.
 
Sudahkan di kalangan jamaah Ar-Royyan terpikir seperti apa yang dituturkan Pak Bambang di Kebon Baru kepada saya di bawah ini?
Kata Hadits, "KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN", implementasinya :  ?????
 
Wass / Jaerony.-
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, November 07, 2006 10:38 AM
Subject: RE: Sampah Organik

Walaikumsalam Wr.Wb.

 

Kami sedang belajar untuk mengelola sampah dilingkungan kelurahan Kebon Baru. Saat ini kami sedang focus dalam satu RW untuk mengelola sampah Rumah Tangga (organik) menjadi pupuk (composting)

 

Kami akan sedikit ceritakan usaha kami (sedang mendidik dan sdg berjalan) :

1.       Pengadaan Mesin Pencacah Sampah dengan kap. 300 M3 per jam (mesin didesign sendiri)

2.       Dari Pemilahan Sampah Rumah Tanggga – Diangkut – Diproses – Dipacking – siap jual

3.       Pengolahannyapun sangat mudah dan sangat sederhana sekali (dengan obat EM per liter Rp 28.000,- untuk 1 Ton Sampah)

4.       Untuk pemasaran pupuk organiknya banyak yang bersedia menampung ( per pack plastik 2 kg dan 5 kg – juga ada yang satu karung 10kg/ 20 Kg.

 

Gambaran Prosesnya :

è Satu Gerobak Sampah Organik (yg sudah dipilah) setelah proses pencacahan sampai diberi obat dan menjadi pupuk

    perbandingannya adalah 50% (sampah seberat 100kg akan menjadi pupuk organic 50Kg)

 

Ancar2 Gambaran Biayanya :

è Untuk satu alat pencacah sampah, pembuatan alas, set up dan 3 bulan Honor operator serta pengadaan 20 tong sampah dan obat untuk composting sekitar Rp 20 juta-an.

 

Nanti akan kami berikan foto2 alat pencacah sampahnya dan proses/step2 nya.

 

Luas Tanah yang dibutuhkan untuk alat dan tempat prosesnyapun hanya sekitar ½ lapangan badminton – sdh cukup –

atau 2m x 5 m à Terutama utk pengeringan pupuk sebelum di packing.

 

Tenaganyapun tenaga paruh waktu (kami memanfaatkan Tk Ojeg/ Tk Bajaj) – pagi mereka proses – sorenya mereka tugas ngojeg/ sopir bajaj .... sehingga disini kita akan memberikan honor tidak harus UMP (utk 3 – 4 bulan pertama)

 

Secara perhitungan/kalkulasi diatas kertas – nantinya dengan tenaga 2 orang operator (full timer) bisa tergaji Rp 900.000,- s/d Rp 1 juta/ bulan – diluar tukang sampah reguler yang ada saat ini. Dan Kas RW juga bisa ‘gemuk’ bertambah

 

Yang pahitnya adalah memerikan pengertian, penyuluhan dan edukasi kepada Masyarakat untuk memilah sampah sejak dari RUMAH TINGGAL mereka. è nanti ada penyuluh yang bisa memberikan motivasi yang cukup handal – yaitu Ibu Bambang Wahono dari Banjar Sari – sangat profesional dan dalam penjelasannya pun sangat mudah dicerna oleh siapapun – bahkan ada prakteknya ... sangat simpel

 

Kendala  berikutnya adalah penyediaan tempat sampah menjadi double, dulu satu tong sampah rumah tangga sudah cukup, sekarang harus dua tong .... tapi disinilah seninya – nanti akan kami berikan jalan keluarnya sesuai pengalaman kami ( 1 tong sampah sekitar Rp 60.000 – Rp 70.000,- - cukup mahal) è ada hitung2annya agar operator, solar dll bisa didanai dari hasil penjualan pupuk organik.

 

Demikian dulu sedikit cerita/gambaran, kami siap untuk membantu dan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan sampah lingkungan/ Sampah Rumah Tangga dimanapun dengan berbagi pengalaman yang ada pada kami...

 

Motto kami : SAMPAH HABIS DISUMBERNYA dan BERMANFAAT bagi LINGKUNGAN

 

Wass.Wr.Wb

 

 

H.BAMBANG MUDJIONO

Ketua Dewan Kelurahan Kebon Baru

Tebet – Jakart Selatan – 12830

 

Jl J No. 1 RT 001/10 Kebon Baru

 

Ph  : 021– 830 2662

HP : 0811 10 3496

 

 

 


From: FPS Indonesia - Mr. Jaerony S [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 07, 2006 9:42 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Sampah Organik

 

 

Assalaamu 'Alaikum Wr.Wb. ... Selamat Siang

 

Dapat info dari Milis KRL-Mania bahwa Bapak sedang mempromosikan mengenai pengolahan sampah organik. Dengan segala hormat bisakah Bapak memberikan informasi mengenai hal tersebut?

 

Saya tinggal di Perumahan Bojong Depok Baru II, Cibinong, Bogor dan ingin sekali mempelajari mengenai pengelolaan sampah ini agar bisa dikembangkan di lingkungan tempat tinggal.

 

Terima kasih sebelumnya.

 

Wassalam / Jaerony.-

Perumahan BDB-2, Sukahati, Cibinong, Bogor


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.12.3/445 - Release Date: 9/11/2006


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.12.3/445 - Release Date: 9/11/2006

Kirim email ke