Asslmkm Pak Bambang.
 
Terima kasih atas besarnya perhatian Bapak mengenai hal ini termasuk kesediaan waktu Bapak.
Terus terang, kami memang baru sebatas mewacanakan dan melontarkan ide ini yang merupakan satu rangkaian kegiatan sebagai berikut :
 
- Diawali dengan himbauan kegemaran menanam secara individual (tanaman hias, tanaman obat dsb.) yang nanti ditularkan kepada tetangga yang lain, berpolakan INTI - PLASMA,
- Mengajak kawan-kawan sebagai volunteer "penginfak bunga" dengan fasilitas polybag / pot yang disediakan Pengurus RT dengan cara re-planting atas tanamannya. Hasil re-planting ini bisa diberikan secara cuma-cuma jika ada tetangga yang tertarik. Termasuk dalam step ini adalah tukar-menukar koleksi bunga.
- kemudian dilanjut dengan penataan lingkungan berupa penanaman pohon yang bermanfaat ganda (peneduh & buah) misal jambu batu, mangga, rambutan dsb. Nama pohon tersebut yang menjadi kekhasan gangnya akan dijadikan nama gang tersebut.
- Dari banyaknya jumlah bunga dan pohon yang ada maka otomatis diperlukan banyak pupuk antara lain kompos. Dari sini secara intensif pemrosesan sampah itu segera dimulai. Tapi tidak berarti kegiatan ini harus menunggu step-step sebelumnya terealisir karena faktanya saat ini sudah hampir 1 bulan sampah warga tidak terangkut dan jelas ini masalah.
 
Saya memang sudah membaca lewat media beberapa kawasan di Jakarta yang sudah mandiri mengelola sampah antara lain : Banjarsari, Rawajati, Rawasari dan juga Mampang. Tetapi secara umum kesadaran membuang sampah dan menjaga kebersihan se-Jabotabek masih memprihatinkan. Oleh karena itu, apresiasi saya yang paling pertama adalah kepada warga yang memiliki banyak koleksi pohonnya baik tanaman hias maupun yang lain. Karena saya bisa menduga bahwa keluarga yang bersangkutan adalah peduli dengan keindahan dan kebersihan. Dan pada gilirannya nanti saya optimis mereka-mereka juga peduli dengan sampah.
 
Untuk tawaran Bapak saya ucapkan terima kasih dan insya Allah suatu saat nanti saya akan menghubungi Bapak mumpung alamatnya dekat Stasiun Tebet (?). Saya langganan kereta api dan insya Allah tahu daerah Bapak ini.
 
Wassalam / Jaerony.-
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, November 07, 2006 11:37 AM
Subject: RE: Sampah Organik

Pak Jaerony, jika akan berkunjung ke lokasi kami, akan kami siapkan, dank arena kami sedang belajar, maka banyak hal2 yang samaa-sama bisa kita cermati.

Saya ada usul, saat Bapak mau kunjungan ke lokasi kami, sebaiknya Bapak bisa berkunjung ke BANJARSARI – tempat Ibu Bambang Wahono – disana bisa melihat HASIL jerih paya pengelolaan lingkungan (penghijuan dan peneglolaan sampah Rumah Tangga) dan jika bisa ke RAWAJATI – di RW 03 dia Juara nasional Lingkungan Hijau th 2005 … nanti saya akan antar Bapak – jika disini lingkungan perumahan – mungkin sperti lingkungan Bapak (jika di temaptku adalah lingkungan kumuhyang akan kami sulap menjadi lingkungan yang bersih dan sehat serta hijau – jadi segmentasi nya beda pak …_

 

Jangan khawatir, saya akn menjadi pemandu Bapak. Karena saya sangat senang ada Bapak yang sedang mewujudkan lingkungannya bersih, hijau dan indah serta nyaman …monggo pak, kapan kita bisa bertemu, nanti kita bisa bicarakan …semuanya dari saya GRATIS pak …

 

Tapi minggu ini kami full, jadi bisa dijadwalkan minggu depan, sebaiknya SABTU atau MINGGU harinya … terimakasih

 

HBM

 


From: FPS Indonesia - Mr. Jaerony S [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 07, 2006 11:05 AM
To: Bambang Moedjiono
Subject: Re: Sampah Organik

 

Terima kasih Pak Bambang.

Meskipun lingkungan kami tergolong "baru", namun saya coba mewacanakan hal ini kepada kawan-kawan agar dapat segera terealisir.

 

Info lanjutannya boleh diinfo Pak.

 

Wassalam / Jaerony.-

----- Original Message -----

Sent: Tuesday, November 07, 2006 10:38 AM

Subject: RE: Sampah Organik

 

Walaikumsalam Wr.Wb.

 

Kami sedang belajar untuk mengelola sampah dilingkungan kelurahan Kebon Baru. Saat ini kami sedang focus dalam satu RW untuk mengelola sampah Rumah Tangga (organik) menjadi pupuk (composting)

 

Kami akan sedikit ceritakan usaha kami (sedang mendidik dan sdg berjalan) :

1. Pengadaan Mesin Pencacah Sampah dengan kap. 300 M3 per jam (mesin didesign sendiri)

2. Dari Pemilahan Sampah Rumah Tanggga – Diangkut – Diproses – Dipacking – siap jual

3. Pengolahannyapun sangat mudah dan sangat sederhana sekali (dengan obat EM per liter Rp 28.000,- untuk 1 Ton Sampah)

4. Untuk pemasaran pupuk organiknya banyak yang bersedia menampung ( per pack plastik 2 kg dan 5 kg – juga ada yang satu karung 10kg/ 20 Kg.

 

Gambaran Prosesnya :

è Satu Gerobak Sampah Organik (yg sudah dipilah) setelah proses pencacahan sampai diberi obat dan menjadi pupuk

    perbandingannya adalah 50% (sampah seberat 100kg akan menjadi pupuk organic 50Kg)

 

Ancar2 Gambaran Biayanya :

è Untuk satu alat pencacah sampah, pembuatan alas, set up dan 3 bulan Honor operator serta pengadaan 20 tong sampah dan obat untuk composting sekitar Rp 20 juta-an.

 

Nanti akan kami berikan foto2 alat pencacah sampahnya dan proses/step2 nya.

 

Luas Tanah yang dibutuhkan untuk alat dan tempat prosesnyapun hanya sekitar ½ lapangan badminton – sdh cukup –

atau 2m x 5 m à Terutama utk pengeringan pupuk sebelum di packing.

 

Tenaganyapun tenaga paruh waktu (kami memanfaatkan Tk Ojeg/ Tk Bajaj) – pagi mereka proses – sorenya mereka tugas ngojeg/ sopir bajaj .... sehingga disini kita akan memberikan honor tidak harus UMP (utk 3 – 4 bulan pertama)

 

Secara perhitungan/kalkulasi diatas kertas – nantinya dengan tenaga 2 orang operator (full timer) bisa tergaji Rp 900.000,- s/d Rp 1 juta/ bulan – diluar tukang sampah reguler yang ada saat ini. Dan Kas RW juga bisa ‘gemuk’ bertambah

 

Yang pahitnya adalah memerikan pengertian, penyuluhan dan edukasi kepada Masyarakat untuk memilah sampah sejak dari RUMAH TINGGAL mereka. è nanti ada penyuluh yang bisa memberikan motivasi yang cukup handal – yaitu Ibu Bambang Wahono dari Banjar Sari – sangat profesional dan dalam penjelasannya pun sangat mudah dicerna oleh siapapun – bahkan ada prakteknya ... sangat simpel

 

Kendala  berikutnya adalah penyediaan tempat sampah menjadi double, dulu satu tong sampah rumah tangga sudah cukup, sekarang harus dua tong .... tapi disinilah seninya – nanti akan kami berikan jalan keluarnya sesuai pengalaman kami ( 1 tong sampah sekitar Rp 60.000 – Rp 70.000,- - cukup mahal) è ada hitung2annya agar operator, solar dll bisa didanai dari hasil penjualan pupuk organik.

 

Demikian dulu sedikit cerita/gambaran, kami siap untuk membantu dan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan sampah lingkungan/ Sampah Rumah Tangga dimanapun dengan berbagi pengalaman yang ada pada kami...

 

Motto kami : SAMPAH HABIS DISUMBERNYA dan BERMANFAAT bagi LINGKUNGAN

 

Wass.Wr.Wb

 

 

H.BAMBANG MUDJIONO

Ketua Dewan Kelurahan Kebon Baru

Tebet – Jakart Selatan – 12830

 

Jl J No. 1 RT 001/10 Kebon Baru

 

Ph  : 021– 830 2662

HP : 0811 10 3496

 

 

 


From: FPS Indonesia - Mr. Jaerony S [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 07, 2006 9:42 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Sampah Organik

 

 

Assalaamu 'Alaikum Wr.Wb. ... Selamat Siang

 

Dapat info dari Milis KRL-Mania bahwa Bapak sedang mempromosikan mengenai pengolahan sampah organik. Dengan segala hormat bisakah Bapak memberikan informasi mengenai hal tersebut?

 

Saya tinggal di Perumahan Bojong Depok Baru II, Cibinong, Bogor dan ingin sekali mempelajari mengenai pengelolaan sampah ini agar bisa dikembangkan di lingkungan tempat tinggal.

 

Terima kasih sebelumnya.

 

Wassalam / Jaerony.-

Perumahan BDB-2, Sukahati, Cibinong, Bogor

Kirim email ke