Dasar Religius
Membangun Masjid termasuk perintah agama, Rosulullah SAW menganjurkan
ummatnya untuk membangun Masjid dimana mereka berada. Rosulullah bersabda dalam
hadisnya “barang siapa membangun Masjid di dunia, maka Allah akan membangunkan
sebuah istana di surga”.
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Dari hadist ini dapat dipahami bahwa membangun masjid itu bukan sekedar
memelihara dan melestarikan warisan, melainkan juga merupakan perintah baik
dari Allah maupun dari Rosulnya. Dalam Al-Qur’an diisyaratkan betapa pentingnya
sebuah Masjid sebagai ajang berfastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam
kebaikan). Firman Allah :
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ
وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ
يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ(18)
“Hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Alllah adalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, serta tetap mendirikan
Shalat, mengeluarkan Zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada
Allah. Mereka itulah orang-orang yang diharapkan untuk menjadi orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (At Taubat :18).
Allah juga berfirman
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ
خَيْرٌ
أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ
فِي نَارِ جَهَنَّمَ
وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ(109)
“maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya ditepi jurang yang
runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia kedalam neraka
jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Dzalim”
(At-Taubat : 109).
Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa sebaik-baiknya shalat ialah yang
dikerjakan dirumah kecuali shalat fardu. Shalat fardu lebih utama dikerjakan di
Masjid secara berjemaah. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya Masjid sebagai
sarana ibadah. Orang-orang yang terikat hatinya dengan Masjid termasuk golongan
yang akan mendapatkan perlindungan Allah dihari kiamat., demikian dijelaskan
Nabi Muhammad SAW dalam salah satu sabdanya. Pembangunan Masjid termasuk salah
satu amal jariah yang akan mengalirkan pahala terus menerus bagi orang-orang
yang membangunnya. Karena hal ini termasuk salah satu dari tiga amal yang
dinyatakan oleh Rasulullah SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ
إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah segala amal
perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu: sadaqah jariah, ilmu yang bermanfa’at
dan anak yang shaleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).
Bagi mereka yang membangun Masjid atau menginfaqkan hartanya untuk
pembangunan Masjid termasuk dalam kategori firman Allah:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ
حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ
فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ
وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(261)
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat-gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi
Maha Mengetahui“ (Al-Baqarah:261).
http://masjidonline.net/dasar.html