Manfaat Bawang Putih
 
http://www.trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=7&artid=317

Bawang putih memang tak sekadar penambah aroma dan rasa masakan untuk 
membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai 
penyakit. Itu sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir 
bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati 
penyakit. Tak heran Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina 
dan mencegah penyakit. 

Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma. 
Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur 
ahli mikrobiologi menggunakan kerabat bunga lili itu sebagai desinfektan 
pembersih luka terbuka serta mencegah gangrene. 

Antikolesterol 

Khasiat bawang putih dibuktikan secara ilmiah oleh Divisi Kardiologi, 
California University dan Western Medical Center, Amerika Serikat. Mereka 
menguji 40 pasien hiperkolesterol berusia 40 -75 tahun. Empat minggu sebelumnya 
seluruh pasien diberikan plasebo, tablet berisi serat biasa sebagai pembanding. 
Setelah itu mereka diberi asupan ekstrak bawang putih selama 4 minggu dengan 
dosis suplemen yang biasa dikonsumsi pasien. 

Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11% 
kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai 
HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10 
pasien. Khasiat itu juga dibuktikan oleh Siti Aisyah yang mengidap kolesterol 
tinggi. 

Sewindu lamanya Siti mesti bolak-balik ke rumahsakit. Kolesterol perempuan asal 
Tegal, Jawa Tengah, itu amat tinggi, mencapai 284 mg/dl. Padahal, ambang batas 
kolesterol hanya 200 mg/dl. Kolesterol itulah penyebab stroke berkali-kali. 
Obat-obatan yang diresepkan tak kunjung menyelesaikan masalah. Sebaliknya ia 
malah cepat lelah, sering nyeri ulu hati, dan kram. Itu sebabnya ia beralih ke 
suplemen berbahan bawang putih. Sebulan berselang, kolesterolnya turun 45 
angka. Sedangkan Low Density Lipoprotein (LDL)turun 65 angka dari 183 mg/dl, 
dan trigliserida turun 106 angka dari 195 mg/dl.

Bawang putih memiliki zat antipenggumpal darah, sehingga ia berkhasiat 
antikolesterol, kata dr Danny Kasim, ahli nutrisi di Jakarta. Hal itu sejalan 
dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil 
penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena 
memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah.

Dr Yu-Yan Yeh, ahli nutrisi Penn State University , Kalifornia menyebutkan tiga 
grup sulfur pada senyawa bawang putih menghambat 40 -60%produksi kolesterol 
hati tikus yaitu S-allyl cysteine, S-ethyl-cysteine dan S-propyl cysteine . 
Penelitian itu dilanjutkan Yeh pada manusia. Hasilnya, 34 pasien 
hiperkolesterol menunjukkan penurunan 7%kolesterol darah dan 12%LDL setelah 
mengkonsumsi kapsul berbahan bawang putih selama 5 bulan. 

Banyak khasiat 

Bawang putih efektif sembuhkan darah tinggi, kata dr Setiawan Dalimartha, 
dokter sekaligus herbalis di Jakarta. Konsumsi 2 siung bawang putih dipotong 
halus setiap pagi dan sore selama 2 minggu dapat menurunkan tekanan darah 
tinggi menjadi normal. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas 
Airlangga, Surabaya itu, manfaat diperoleh lantaran kandungan asam amino 
alisin. Alisin bersifat antioksidan penyerap lemak. 

Selain penyakit kolesterol tinggi dan hipertensi, peneliti pada University of 
Texas dan Anderson Cancer Center , Houston, Amerika Serikat mengungkap bahwa 
kandungan S-allyl cysteine dan diallyl sulfi de dapat menurunkan kerusakan usus 
dan menghambat pembentukan tumor usus. S-allyl cysteine dan dialyl sulfi de 
menghambat 36%kerusakan usus. Diallyl sulfi de diklaim sebagai salah satu 
penghadang tumor terbaik.

Mereka juga mengungkap bawang putih merangsang poliferasi limfosit yang 
meningkatkan 25%sel darah putih penanggung jawab sistem kekebalan. Menurut dr 
Denny Kasim manfaat bawang putih optimal jika konsumsinya ditunjang dengan 
menghindari beberapa faktor pemicu lain. Konsumsi lemak, pedas, kuning telur, 
dan gula mesti dibatasi. Sedangkan sayuran dan buah segar diperbanyak. Tak 
ketinggalan istirahat cukup dan olahraga teratur agar terhindar dari berbagai 
penyakit. (Vina Fitriani). 

>>>>> ps :

Tapi yang harus dicatat, jangat pernah makan bawah putih/merah ketika ingin 
datang kemasjid atau sholat berjama'ah, karena Rasulullah memang melarangnya.

Diriwayatkan dari Jabir r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu 'alaihi
wasallam melarang makan bawang merah dan bawang putih. Oleh karena terpaksa 
memakannya lalu kami memakan. Kemudian Rasulullah bersabda: Barang siapa yang 
makan dari pohon yang tidak sedap ini maka janganlah dia mendekati masjid kami 
kerana para Malaikat juga akan mengirup bau busuk sebagaimana manusia.

 HR Bukhori No. 807, Muslim No. 874. 
 

Kirim email ke