Mencintai Mesjid
Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian
begitu besar dari Rasulullah Saw. Karena itu, pada saat singgah di Quba
dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian
diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan
pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid
Nabawi. Oleh karena itu, sebagai muslim, semestinya kita memiliki perhatian
dan cinta yang besar kepada masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan
membuat kita memiliki rasa tang gung jawab yang besar terhadap
pemakmurannya. Yang menjadi persoalan kita kemudian adalah, bagaimana kita
membuktikan rasa cinta kepada masjid itu ?.
Tanda-tanda ada tidaknya rasa cinta terhadap masjid :
1. Rindu Pada Masjid.
Cinta pada sesuatu biasanya membuat seseorang rindu pada sesuatu itu karena
memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan
kita kepada masjid seharusnya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita
keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid. Manakala seseorang telah
memiliki ikatan hati dengan begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi
salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah pada hari
akhirat, Rasulullah Saw bersabda yang artinya : Ada tujuh golongan orang
yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari
Allah : seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar
hingga kembali kepadanya . (HR. Bukhari dan Muslim).
Manakala hati seseorang telah memiliki rasa cinta dan terpaut kepada masjid,
maka pembinaan yang didapat dari masjid akan memberikan pengaruh yang sangat
positif terhadap seluruh aktivitasnya di luar masjid.
2. Berkorban Untuk Masjid
Ketika masjid hendak kita makmurkan sebagaimana mestinya, diperlukan
pengorbanan yang besar, baik harta, jiwa, tenaga, waktu, pikiran maupun
ilmu, pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki. Karena itu, sejak membangun
masjid, Rasulullah Saw telah menunjukkan pengorbanannya yang besar, bahkan
dengan tenaga yang dimilikinya, beliau membawa batu bata hingga para sahabat
melihat beliau nampak lelah , yang membuat para sahabat juga bersemangat
untuk bekerja lebih giat. Disamping itu, manakala ada sahabat yang menjadi
jamaah masjid mengalami kesulitan ekonomi, beliau korbankan hartanya untuk
membantu sahabat yang sulit itu hingga teratasi kesulitannya. Kalau mereka
yang cinta pada kebathilan mau berkorban dengan segala yang mereka miliki,
mengapa untuk yang haq seperti memakmurkan masjid kita tidak mau berkorban ?
3.Membersihkan Masjid
Kecintaan kita pada suatu benda biasanya membuat kita harus selalu
memperhatikan dan merawat benda itu. Rumah yang kita cintai membuat kita
harus merawatnya setiap hari, begitu pula semestinya kecintaan kita kepada
masjid. Karena itu, masjid yang kita miliki harus terawat dan terpelihara
kebersihan dan kenyamanannya, bahkan kita sangat dianjurkan untuk memberi
wewangian agar menjadi harum baunya, baik pada ruang peribadatan, ruang
pertemuan maupun ruang wudhu dan kamar mandi. Namun yang amat kita
prihatinkan adalah begitu banyak masjid-masjid kita yang tidak terpelihara
kebersihannya sehingga kesegaran dan kenyamanan di dalam masjid tidak kita
dapatkan sementara tempat wudhu, kamar mandi atau WC memberikan aroma yang
sangat tidak menyenangkan, karena itu, terdapat hadits yang memerintahkan
kaum muslimin untuk membersihkan masjid, hadits tersebut artinya: Dari
Aisyah ra, ujarnya : Rasulullah Saw memerintahkan membangun masjid di
kampung dan membersihkan serta memberinya wangi-wangian (HR. Ahmad, Abu Daud
dan Tirmidzi).
Karena masjid harus dibersihkan dan diberi wangi-wangian, disamping
lantainya dipel setiap hari, karpetnya juga harus dibersihkan dan sajadahnya
dicuci, sementara pencahayaan dan sirkulasi udara masjid harus sebaik
mungkin dan jamaah dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat mengotorinya,
misalnya dilarang merokok di dalam masjid.
4. Rajin Mendatangi Masjid
Kecintaan terhadap masjid membuat seorang muslim, khususnya muslim yang
laki-laki rajin mendatangi masjid setiap harinya, karena itu, shalat
berjamaah yang lima waktu semestinya dilaksanakan secara berjamaah di
masjid, sedang shalat di rumah baru dilakukan dalam kondisi yang sangat
darurat. Disamping untuk melaksanakan shalat berjamaah, kedatangan seorang
muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid itu dengan berbagai aktivitas
yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Dengan kedatangan
seorang muslim ke masjid guna memakmurkannya dengan sebaik-baiknya, maka
kita tidak perlu lagi meragukan keimanannya, Rasulullah Saw bersabda yang
artinya: Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka
saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa'id Al
Khudri).
5. Tidak Menyalahgunakan Masjid
Masjid merupakan sarana untuk mengagungkan Allah Swt dengan segala aktivitas
yang tidak bertentangan dengan segala ketentuan-Nya. Karena itu manakala
kita cinta kepada masjid, jangan sampai masjid itu digunakan untuk hal-hal
yang memang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, misalnya :
pertama, melakukan jual beli di masjid, larangan ini terdapat dalam hadits
yang artinya: Apabila kamu melihat orang berjual beli di masjid, maka
katakanlah kepadanya : "semoga Allah tidak menguntungkan perdagangan kamu
(HR. Nasa'I dan Tirmidzi).
Kedua, mencari barang yang hilang, larangan ini terdapat dalam hadits yang
artinya: "Barangsiapa mendengar seseorang mencari sesuatu yang hilang dalam
masjid, hendaklah dikatakannya: "Semoga Allah tidak mengembalikannya
kepadamu", sebab masjid didirikan bukan untuk itu (HR. Muslim).
6. Menghormati Masjid
Bila kita cinta pada seseorang, biasanya kita menghormati orang itu dengan
berbagai cara yang baik, demikian pula halnya dengan kecintaan kepada
masjid. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan
kita kepada masjid.
Pertama, melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika memasukinya masjid,
Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Apabila salah seorang diantara kamu
datang ke masjid, maka hendaklah ia shalat dua rokaat sebelum duduk. (HR.
Jamaah dari Abu Qatadah).
Kedua, tidak datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyenangkan seperti
mulut yang bau bawang merah, bawang putih atau kucai, karena itu pada zaman
sekarang, jamaah mestinya menyadari bahwa merokok di masjid sesuatu yang
tidak boleh dilakukan, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: "Barangsiapa
makan bawang putih, bawang merah dan kucai, maka janganlah sekali-kali
mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu oleh apa-apa yg
mengganggu manusia." (HR. Ahmad dan Bukhari dan Jabir ra).
Ketiga, membuang segala kotoran dari dalam masjid, Rasulullah Saw bersabda
yang artinya: "Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku,
sampai-sampai kepada satu kotoran yang dikeluarkan oleh seseorang dari dalam
masjid
(HR. Abu Daud,Tirmdizi dari Anas ra).
Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa, masjid merupakan tempat
yang harus kita cintai sebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri. Oleh
karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari
waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak
terjadi.
dikutip oleh Kebun Hikmah yang mengambil dari
http://www.masjid.or.id/artikel/cintamasjid.htm
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda:
Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah
gangguan darinya (HR. Al Bukhari)