BERANI MULAI BERBISNIS

Sabtu, 12 Januari 2008
Berani itu di antara takut dan ceroboh. Dermawan itu di antara pelit dan boros. 
Allah mencintai yang pertengahan" 

Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk 
berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang 
laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan KEBERANIAN. Bahkan yang terakhir, 
secara ekstrim bisa disebut  "KENEKADAN".

"When you see a successful business, it means someone has made a courageous 
decision!" (Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada 
seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat 
begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan 
itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan 
menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang 
bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu 
sebagai sebuah kekuatan?

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola 
potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimisme 
dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan ENERGI POSITIF kita, semangat, 
kekuatan, optimisme, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita 
secara mendalam.

Ingat rahasia The Law of Attraction, bahwa manusia mengalami manifestasi yang 
bersesuaian dengan pemikiran, perasaaan, perkataan, dan tindakan mereka yang 
dominan. Pemikiran seseorang (baik sadar maupun bawah sadar), emosi, 
kepercayaan, dan tindakan akan menarik kejadian yang bersesuaian, baik yang 
positif maupun negatif, melalui resonansi dari getaran energi tersebut. 
Dikatakan bahwa "kita mendapat apa yang kita pikirkan, pikiran kita menentukan 
nasib kita". Jadi, berpikir positiflah selalu.

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang 
ditakuti berarti kita: BERANI. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia 
dianggap menakutkan. Kebanyakan orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis 
pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, kasihan, dsb. 
Orientasi mereka hanyalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan 
sebagus mungkin. (Tidak salah memang. tapi kalo sampai melarang anaknya belajar 
bisnis. hmm. sungguh tidak bijaksana).

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak 
untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka 
menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. 
Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis? 

Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah 
membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki 
terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan 
rezeki sangatlah luas.

Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang 
golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis 
merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan 
pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, 
akhir-akhir ini justru tren orang-orang (Indonesia) mulai banyak berubah, 
mereka beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi 
karyawan. Dengan kata lain, "Menjadi TDA Lebih Mulia Daripada Menjadi TDB".

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa 
resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam 
pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya 
collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan, dll.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga 
dikenal "Hukum Kekekalan Energi" seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita 
berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada 
hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko, karena sebenarnya ia mengalami 
perubahan "energi" menjadi "pengalaman/ilmu" yang sama nilainya dengan modal 
yang kita investasikan.

MOTIVASI:

"Hendaklah kamu berbisnis, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki" 
(HR. Ahmad)

"Hanya mereka yang berani gagal, dapat meraih keberhasilan" (Robert F. Kenedy) 

"Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka 
berimajinasi tentang masa depan mereka. Berbuat sebaik mungkin dalam berbagai 
hal. Bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka" 
(H. Jackson Brown, Jr.)

Salam Sukses...!!!

Agus Santoso,

http://tangandiatas.com/?page=article&kat=61&id=91

Kirim email ke