He..he..
Pendekatan dakwah yang bagus. 

Coba kalau kita perluas juga pakai pendekatan-pendekatan yang lain, misalnya : 
olah raga, kesehatan, kemasyarakatan, sopan-santun, bertetangga dengan 
non-muslim dsb.dsb. mungkin kita tidak terpola menjadi dikotomis. Dan, kitapun 
jadi kaffah, insya Allah. Amiiin ...
  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Rasidi 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; MILIS DKM AL IKHLAS ; MILIS AR-ROYYAN 
  Sent: Wednesday, February 27, 2008 1:07 PM
  Subject: [Ar-Royyan-7410] Menanam Pohon 


  Menanam Pohon 




  Diriwayatkan, ada seorang laki-laki bertemu Abu Darda' yang sedang menanam 
pohon. Kemudian, laki-laki itu bertanya kepada Abu Darda', ''Hai Abu Darda', 
mengapa engkau tanam pohon ini, padahal engkau sudah sangat tua, sedangkan 
pohon ini tidak akan berbuah kecuali sekian tahun lamanya.'' Abu Darda' 
menjawab, ''Bukankah aku akan memetik pahalanya di samping untuk makanan orang 
lain?''

  Bagi sebagian orang menanam pohon adalah hal sepele. Apalagi bila umur telah 
lanjut seperti Abu Darda'. Namun, Islam sebagai agama yang kaffah mengajarkan 
untuk cinta lingkungan. Menanam pohon adalah ibadah dan bila pohon tersebut 
berbuah dan buahnya dimakan burung dan manusia maka di hadapan Allah SWT itu 
bernilai sedekah.

  Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad menyebut cerita seorang sahabat 
Rasulullah SAW, ''Saya mendengar Rasulullah SAW membisikkan pada telingaku ini, 
'Siapa menanam sebuah pohon kemudian dengan tekun memeliharanya dan mengurusnya 
hingga berbuah, maka sesungguhnya baginya pada tiap-tiap sesuatu yang dimakan 
dari buahnya merupakan sedekah di sisi Allah SWT'.'' (HR Ahmad).

  Manusia sebagai pengemban kekhilafahan di muka bumi harus menghormati 
eksistensi pohon. Sebagai penunjang kehidupan, pohon diamanahi Allah SWT 
mengatur siklus air, menyimpannya dalam pori-pori akar yang kokoh. 
Menghindarkan manusia dari bencana longsor dan banjir. Kehadiran pohon berguna 
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Buahnya lezat dimakan dan batangnya 
dimanfaatkan untuk membangun rumah. Daunnya untuk makanan ternak.

  Melalui mekanisme hujan, pohon yang ditanam manusia tumbuh. Dan dengan itu 
Allah menumbuhkan buah-buahan dari pohon yang kita tanam sebagai rezeki bagi 
manusia. Sebagaimana firman Allah SWT, ''Dialah yang menjadikan bumi sebagai 
hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari 
langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai 
rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, 
padahal kamu mengetahui.'' (QS al-Baqarah [2] : 22).

  Tuntunan Islam memelihara pohon juga berlaku saat terjadi perang. Nabi 
Muhammad berkal-kali memesankan kepada para sahabatnya, dalam peperangan 
janganlah kalian membunuh wanita, anak-anak, dan jangan menebang/merusak 
tanaman (pohon).

  Maka, sungguh relevan ketika penggundulan hutan mulai berdampak negatif bagi 
kehidupan kita, kebiasaan menanam pohon kita tradisikan kembali. Demi anak cucu 
kita, demi melestarikan sunahnya.

  (Fidi Mahendra ) 

  http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=325031&kat_id=14

Kirim email ke