---------- Forwarded message ----------
From: Armansyah <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 3 Mar 2008 15:49
Subject: [Milis_Iqra] Ki Bijak : Dari cecakpun kita bisa belajar
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>


Ki Bijak : Dari cecakpun kita bisa belajar
Sumber : 
http://www.islamdotnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=824&Itemid=64

"Bahkan dari seeokor cicak pun kita bisa belajar banyak Nak Mas......"
Kata Ki Bijak, menjawab pertanyaan Maula mengenai berbagai hal yang
dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan manusia.


"Apa yang bisa kita pelajari dari cicak ki......?" Tanya Maula.

"Nak Mas hafal lagu anak-anak 'cicak-cicak didinding'.......?" Tanya Ki Bijak.


"Iya ki, lagu anak yang sangat populer, karena selain baitnya pendek,
cicak juga dengan mudah ditemukan hampir disetiap tempat........" Kata
Maula.


"Terfikir tidak oleh Nak Mas, kalau cicak yang 'hanya bisa merayap'
didinding, tapi makanannya utamanya justru nyamuk yang bisa
terbang............?" Kata Ki Bijak.


Maula tampak merenung sejenak demi mendengar pitutur gurunya, "Iya ya
ki, kenapa cicak yang hanya bisa merayap justru makanannya nyamuk yang
bisa terbang.................?!" Kata Maula terheran-heran.


Ki Bijak tersenyum, "Secara logika, akan sangat sulit bagi cicak yang
hanya bisa merayap, tapi makananya nyamuk yang bisa terbang, tapi
hingga saat ini, Aki belum pernah mendengar ada cicak mati kelaparan
karena susah cari makan, karena nyamuknya bisa terbang............."
Kata Ki Bijak.


"Hee...hee, iya ki, ana juga belum pernah membaca atau mendengar kalau
ada cicak mati kelaparan karena susah cari makan.........." Maula
tersenyum mendengar kata-kata Ki Bijak yang setengah berkelakar.


"Lalu, pernah tidak Nak Mas mendengar berita ada cicak 'mengeluh',
karena susah menangkap nyamuk..............?" Tanya Ki Bijak.


"Belum ki................." Kata Maula.


"Di sinilah yang Aki maksud dengan pelajaran yang bisa kita ambil dari
cicak, sesulit apapun cicak menangkap nyamuk, cicak tidak pernah
mengeluh kepada Allah atau 'protes' kepada allah kenapa cicak disuruh
makan nyamuk yang terbang........, sementara kita, manusia, yang sudah
dijamin Allah dengan berbagai kemudahan, lebih banyak mengeluhnya dari
pada bersyukur.........." kata Ki Bijak sambil mengutip sebuah ayat al
qur'an;


20.  Dan kami Telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan
hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu
sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. (Al Hijr)


"Kita lebih sering mendengar orang yang mengeluh kekurangan, dari pada
mendengar mereka yang mengucap syukur atas apa yang diterimanya.....,
mengeluh kehujanan, mengeluh kepanasan, mengeluh kecapekan,
mengeluhkan jadwal pekerjaan, mengeluhkan macetnya perjalanan,
mengeluhkan teman yang 'karep sorangan', mengeluhkan atasan yang
cerewetnya bukan kepalang, mengluhkan  berbagai hal yang mereka anggap
tidak sesuai dengan keinginannya............" Kata Ki Bijak lagi.


"Iya ya ki............, apa yang kurang dari kita ya ki,
keperluan-keperluan hidup kita telah dipenuhi oleh Allah, buah-buahan,
tanaman pangan, hewan ternak, dilaut, Allah menyediakan ikan yang tak
terhitung banyaknya, diudara ada burung-burung yang halal lagi lezat
rasanya, belum lagi hasil hutan, hasil pertanian, tambak, sawah dan
ladang, apa lagi ya ki.............." Kata Maula, mulai menyadari
betapa Allah telah menghamparkan sedemikian banyak nikmat dan
kemudahan bagi umat manusia, yang tidak diberikan kepada mahluk-mahluk
Allah yang lain.


"Yang kurang dari kita, umat manusia ini adalah rasa syukur Nak Mas,
nikmat dan karunia Allah yang tidak terhingga itu, menjadi tidak
terlihat dimata mereka yang tidak pandai mensyukurinya.........,
kurang atau hilangnya rasa syukur inilah yang kemudian menjadikan
manusia lebih banyak mengeluh ditengah limpahan nikmat dan karunia
yang tidak terhingga, sementara mahluk Allah yang lain, cicak, ikan,
dan burung-burung, mereka mungkin memiliki keimanan dan rasa syukur
yang jauh diatas manusia, sehingga apapun yang Allah karuniakan kepada
mereka, mereka tidak pernah mengeluh menjalani takdirnya.........."
Kata Ki Bijak.


"Iya ki, ana jadi kepikiran, ikan hiu yang sebegitu besar, mungkin
memerlukan makanan yang sangat banyak, mungkin puluhan atau bahkan
ratusan kilo, tapi ikan hiu tetap bisa memenuhi kebutuhan makannya,
meski ikan hiu tidak memiliki saham di perusahaan bursa, ikan hiu juga
tidak memiliki perusahaan pencetak uang, ikan hiu juga tidak memiliki
pekerjaan tetap...., apalagi jabatan ya ki............" Kata Maula.


"Sementara kita, manusia, yang hanya membutuhkan sepiring atau dua
piring nasi, justru jauh lebih sibuk dan lebih pusing dari ikan hiu,
meski banyak diantara kita yang memiliki saham, ada yang memiliki dua
atau tiga perusahaan, tabungan diberbagai bank, deposito serta
berbagai usaha lainnya, tapi ditengah berbagai kecukupan itu, masih
saja banyak diantara kita yang mengeluh dan meratapi nasibnya, karena
memang tidak ada kata cukup atau puas bagi mereka yang
kufur....................." Kata Ki Bijak


"Cicak-cicak didinding..."

"Diam-diam merayap..."

"Datang seekor nyamuk..",

"Haaap, lalu ditangkap...."


Maula menirukan lagu anak-anak yang populer itu, sebelumnya ia tidak
pernah memikirkan bahwa cicak yang hampir setiap hari dilihatnya,
ternyata memberinya sebuah pelajaran yang sangat berharga, bahwa
syukur dan mensyukuri nikmat Allah adalah sebuah 'kunci rahasia' bagi
siapapun yang ingin hidupnya bahagia.


"Benar ki, rasa tidak puas, rasa kurang, keinginan terhadap dunia yang
berlebihan, telah menjadikan banyak manusia terjebak untuk memperbudak
dirinya, mereka rela menjadi budak nafsu duniawinya yang tanpa batas,
ya ki................"Kata Maula sambil menerawang.


"Nak Mas harus berhati-hati ketika rasa kurang, rasa tidak puas itu
muncul, jangan biarkan perasaan seperti itu menggerogoti rasa syukur
kita kepada Allah, karena sifat kufur hanya akan membuat kita
menderita, sifat kufur hanya akan menyeret kita kedalam jurang
kehancuran yang terdalam............" Kata Ki Bijak.


"Iya ki, memang tidak bisa dipungkiri, keinginan dan rasa itu masih
sering 'menggoda' ana, berterima kasih pada Aki yang selalu
mengingatkan ana akan bahaya kufur ini ki, terima kasih ya
ki..........." Kata Maula.


"Bukan Aki yang mengingatkan Nak Mas, Allah, Nak Mas, Allah yang telah
membawa Nak Mas kesini, Allah yang telah menjadikan Nak Mas mau
mendengar peringatan-Nya melalui apa yang Aki katakan, Aki tidak
memiliki apapun untuk membantu dan mengingatkan Nak Mas, kecuali
dengan izin dan kuasa Allah, apa yang Nak Mas anggap baik dari
perkataan Aki, itu semata datangnya dari Allah, sementara khilaf dan
salah, semua bersumber dari kedhaifan Aki sendiri................"
kata Ki Bijak.


"Iya Ki, Yaa Hadii....., ihdinashirathalmustaqiem......, yaa
hadii...ihdini........., Yaa Allah tunji hamba kejalan_mu yang lurus,
wahai Maha Pemberi Petujuk, tunjuki hamba jalan-Mu ya
Allah................." Kata Maula, memohon kepada Allah agar diberi
petunjuk menapaki jalan kehidupannya.


69.  Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu
akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh
Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati
syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang
sebaik-baiknya. (An-nissa)


[314]  ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada
kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat
sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.


Wassalam

-- 
Salamun 'ala manittaba al Huda


ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahwa Abdurrahman bin Shakhr berkata: 
Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, Apapun yang saya larang untuk 
kalian lakukan, jauhilah; dan apapun yang saya perintahkan untuk kalian 
lakukan, kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan 
orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan 
mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Kirim email ke