---------- Forwarded message ---------- From: winarman suherman <[EMAIL PROTECTED]> Date: 12 Mar 2008 14:12
Coaching dalam Bisnis & Dakwah Coaching is the greatest gift for the world of business today! (Manoj Sharma is the Founder and Managing Director of DifferWorld Pte Ltd) Ada 2 hal yang menarik ketika saya di undang penerbit CICERO dalam bedah buku di Islamic Book Fair tanggal 5 maret 2008. Buku yang dibedah adalah buku saya yang berjudul QALBU LEVERAGE SYSTEM (QLS) 7 Steps to The Holistic Wealth" yang mengupas buku itu adalah seorang pembicara yang sudah dikenal, Hal menarik pertama adalah ketika pengupas masalah dengan sedikit menyindir secara retoris tentang bagian dimana saya mengajarkan cara mendapatkan tabungan uang satu milyard dalam waktu 18-36 bulan, Ia mengatakan "sudah terbukti belum pak Ari melakukan ini? kalau kita sih mau menjalankan kalau memang sudah terbukti". Sayang tidak ada waktu untuk menjelaskan dan sindiran retorisnya tidak mampu memacu audiens untuk bertanya hal yang sama. Saya tersenyum, karena saya merasakan keraguan dalam pernyatan Pengupas, namun tidak terkejut karena sindirannya sangat standart, Di sebut standat karena banyak orang yang membutuhkan bukti sebelum menjalankan dan tidak mau menjadi role model. Pola seperti ini sangat khas untuk umat islam Indonesia, sehingga cenderung berposisi sebagai Trend User dari pada Trend setter. Para penemu seperti Alexander Graham Bell, Thomas Alfa edisson dll adalah para Trend Setter. Dalam sejarah sebernarya Rasulullah SAW adalah Trend Setter dan islam menjadi produknya. Saya sendiri saat pertama kali belajar cara ini, mengatakan pada diri "bila cara ini bisa membuat saya dapat uang satu milyard, ini pantas di coba!! Dan saya tidak membutuhkan bukti ilmiah yang rumit untuk mencobanya" Ok kita kembali paa suasana bedah buku, Saya sebenarnya sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini karena saya yakin banyak yang akan menanyakan terutama mereka yang membaca buku dengan secara sekilas. Pertanyaan ini pernah diajukan salah seorang peserta pelatihan saya, sebelum menjawab saya bertanya kembali "pak, apa yang membuat bapak yakin bahwa perbuatan baik kita bakal membawa kita ke surga? Lalu kalau belum terbukti apakah bapak akan terus berbuat baik?" Bapak itupun hanya tersenyum. Melalui tulisan ini saya ingin menjelaskan sedikit, bahwa metode yang ada dalam buku QLS adalah proven system, bukan hanya saya saja namun banyak orang telah berhasil terutama mereka yang suka belajar tentang "inner communication" seperti NLP, Hypnosis dll. Bapak Krishnamukti misalnya seorang pembelajar dan pengajar NLP telah menuliskan pengalamannya dalam sebuah situs NLP, Ia menerapkan langkah ini dan mendapatkan tabungan Rp 1 milyard lebih cepat dari pada yang ditulis dibuku saya. Langkah yang ditulis dibuku itu sebenarnya bukanlah hal baru, saya hanya memasukan unsur spiritual supaya kekayaan kita didukung Allah dan banyak orang mendapatkan imbas kemakmuran kita. Saya menulsinya dengan langkahlebih lambta, biar memudahkan banyak orang mengikutinya. Prosesnya memang tidak mudah, namun bila Allah mendukung langkah kita tidak ada yang tidak mungkin bukan? Saya mengusulkan apabila anda ingin melakukan hal yang sama, akan lebih mudah bila anda menggunakan jasa Coach untuk membantu anda. Dan ini membawa saya pada pembahasan hal menarik kedua. Hal menarik kedua adalah saat pengupas membahas tentang profesi Coaching dalam pengembangan Sumber daya manusia sebagai pengembangan dari Training. Sayang pengupas menjelaskan coaching secara tidak tepat, Ia mengira Coaching itu sama dengan Mentoring. Saya sempat sedikit membetulkan tentang Coaching, namun saya batasi supaya tidak terjadi debat kusir. Kekeliruan makna Coaching ini di Indonesia sudah sangat umum, tanpa membca literatur yang lengkap dan studi banding yang memadai banyak dari para trainer saat ini melakukan klaim bahwa dirinya seorang Coach, bahkan banyak yang belum pernah mengikuti pelatihan coaching, berani membuka jasa coaching. Beruntung membuka jasa ini di indonesia, karena kalau membuka di luar negeri dan ditemukan kesalahan dalam proses coaching, para klien bisa menuntut ke pengadilan Coaching yang merupakan pembahasan kita saat ini, mempunyai definsi dan cara kerja serta tujuan berbeda dengan Mentoring, Training ataupun Counseling. Sebelum membahas tentang coaching, maka saya akan menjelaskan sedikit tentang prestasi coaching. Riset dalam 5 tahun terakhir yang di kemukakan dalam sebuah jurnal Mc Kinsey & company bersama Harvard Business School, dari 27 perusahaan terbaik dan melibatkan 3000 executive, termasuk perusahaan yang tergabung dalam Fortune 500, menyimpulkan bahwa " metode terbaik yang mampu meningkatkan kinerja secara maksimal, dalam waktu yang lebih cepat dan mempertahankan executive terbaik di perusahaan, adalah Coaching" . survey lain memberikan informasi sebagai berikut : Survey International Personnel Management Association 1997 di amerika menunjukan pelatihan yang dikombinasikan dengan Coaching memberikan hasil peningkatan 88% dibandingkann training sendiri yang hanya 22% Tahun 2004, Agilent Technologies, the alliance for Strategic Leadership, berdasarkan survey para pemegang sahamnya dari lebih 100 managernya, setelah menyewa coaching, 78% dari mereka terjadi peningkatan dalam leadership Dalam Fortune Magazine, METROPOLITAN LIFE INSURANCE,mereka menggunakan jasa coaching, para tenaga penjualnya meningkat produktiftasnya 35% sampai dengan 50%. Program coaching di Metlife yang memakan biaya sekitar $620,000, memberikan feed back peningkatan $3.2 juta. Hasil study terhadap Fortune 500 telecommunication company oleh Matrix Global tahun 2001, menggambarkan bahwa investasi dalam menggunakan jasa coaching memberikan Return On Investment sebesar 529%-7889% Coaching membantu para coche (klien) untuk menemukan solusi dan memberi kekuatan pada kita untuk terus berada dalam "Goal Track" kita. Coaching menterjemahkan secara konkrit perkataan JIM ROHN salah seorang pembicara terkenal dari Amerika yang mengatakan "Jangan pernah berharap hidup menjadi lebih mudah, namun berharalah kita lebih mudah menghadapi hidup" Coaching juga sejalan dengan metode QLS yang saya kembangkan. Dimana kami dalam QLS menggabungkan konsep coaching di setiap sesinya dengan proses penemuan terhadap misi agung kita selaku khalifah dimuka bumi ini, kami menyebutnya Spiritual Business Coaching. Kami selalu percaya bahwa saat bisnis selaras dengan misi agung kita di muka bumi ini, maka Allah akan memerintahkan seluruh alam semesta membantu kita. Lalu apakah coaching itu? Apakah sama dengan training atau mentoring Coaching berbeda dengan Training yang memfokuskan pada transformasi skill, Coaching juga bukan Consulting yang memfokuskan pada saran solusi pada klien, Coaching juga bukan mentoring yang memfokuskan pada Experience & Expertise Sharing, coaching juga bukan Counseulling yang lebih memfokuskan kenapa sebuah masalah terjadi dan menyusuri masa lalu penyebab masalah Jadi apa dong Coaching? Kata coach memang awalnya diambil dari bidang Olah raga yang fungsinya lebih banyak pada transformasi skill dan memberikan instruksi. Ide membawa coaching ke dunia olah raga, dimulai ketika seorang pakar tennis dan ahli pendidikan dari Harvard University yang bernama Timothy Gallwey menawarkan konsep baru dalam melakukan coaching pada para atlet, walau awalnya banyak ditentang namun Gallwey konsisten mengatakan bahwa "lawan terbesar adalah lawan dalam kepala atlit yang lebih dahsyat dibanding lawan di seberang net" . Timothy Gallwey membuktikan dengan mengajak para pelatih Golf untuk melatih tennis dengan memfokuskan pada motivasi internal pada diri atlet yang dilatih dan hasilnya tidak jauh berbeda. Dari sini kemudian Timothy Gallwey, mendefinisikan fungsi coaching sebagai berikut : "Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja mereka sendiri & membantu individu dan team untuk belajar, bukanya mau mengajar mereka" Konsep diatas memberikan batasan jelas, bahwa seorang coach tidak bisa memberikan saran, dan bahkan oleh International Federation coach (ICF) memasukan pasal Tidak memberikan saran sebagai syarat etika seorang Coach. Ini semua dikarenakan subtansi tujuan dari coach adalah Penemuan yang menghasilkan kekuatan dan kemauan tinggi untuk bertindak. Dari sinilah kita bisa memahami bahwa seorang coach, tidak perlu seorang ahli dari profesi yang dijalankan oleh coache-nya, karena dia hanya memberikan arah penemuan bagi coache dan memfasiltasi coache melalui pertanyaan yang menggali (probing question) untuk bertindak dari penemuan jawaban yang ditemukan Anthony Robbin seorang pembicara dan success coach dari Amerika membuktikan bahwa dengan melakukan harmonisasi terhadap kondisi internal bisa memperbaik kinerja. Ia walau bukan seorang petenis atau pegolf profsional mampu memberikan coching pada Andre Agassy & pegolf terkenal Tiger Woods dan memfailitasi mereka untuk meraih kegemilangan di dunia olah raga yang digeluti mereka. Saat ini Coaching sudah diaplikasikan di berbagai area, termasuk dunia bisnis dan terbukti mampu membawa para pelaku bisnis baik dari tingkat UKM maupun eksekutif dari multi Billion dollar Company dalam meningkatkan kinerjanya Jasa-jasa coaching pun sudah berkembang untuk bagian-bagian bisnis seperti Sales coach, Team building coach, performance coach. Kini dalam metode QLS pun kami mengembangkan apa yang kami sebut dengan Spiritual Business coach. Perbedaan metode ini dengan yang lain, dalam awal sesi selalu menganalisa bagaimana hubungan coache dengan Pencipta alam ini, mengarahkannya untuk lebih harmonis baru mengarahkan pada penemuan solusi permasalahannya dengan memfokskan pada keselarasan misi agungnya di muka bumi ini. Dalam pengembangan personal, coaching juga terpecah menjadi bagian-bagian , sepeti Parent coaching, life coaching, success coaching dll Saya sendiri ingin memperkenalkan metode ini pada banyak kalangan, terutama para ustadz yang sering dijadikan nara sumber konsultasi dari umat. Karena kadang-kadang saya suka didatangi orang yang frustasi sehabis berkonsultasi dengan seorang ustadz. Para ustadz ini cenderung menghakimi dari pada memberikan solusi masalah. Ketika saya Tanya apa sebenarnya yang mereka harapkan dari seorang ustadz dari yang ditemui. Rata-rata mereka menginginkan kebijakan seorang utadz yangmenggali masalah, memahaminya kemudian membawa diri mereka secara perlahan keluar dari masalah serta menguatkanya dengan motivasi spiritual yang menyentuh. Ada tiga kejadian orang yang frustasi yang masih saya ingat yaitu : Orang yang tahu minuman keras itu haram, namun dia butuh pergaulan untuk jaringan bisnisnya. Jadi dia tetap minum minuman keras yang akhirnya menyukainya Istri yang mau bercerai karena suaminya tidak memperhatikannya Orang yang berpikir mau pindah agama, dari islam ke agama lain karena terlihat lebih damai Ketiga masalah diatas tidak bisa diselesaikan dengan hanya menasehati Minuman keras itu minuman Setan-haram dan pengikutnya adalah pengikut setan, untuk istri yang mau bercerai dinasehati untuk sabar atau juga untuk orang yang mau pindah agama dinasehati dengan dosa-dosa murtad. Semua hal itu hanya melahirkan perasaan bersalah dan berakhir pada ketakutan yang terpaksa. Padahal sifat asli islam itu adalah proses perubahan alami dimana ALLAH dihadirkan sebagai profil yang sangat cinta pada mahlukNya dibanding AzabNya Alhamdulillah walaupun saya bukan seorang ustadz (masih perlu belajar banyak) setelah melakukan proses penggalian dan membuka opsi-opsi solusi, ketiga orang itu bisa diselamatkan. Saya menghargai dan mengagumi para ustadz-ustadz kita dengan ilmu dan pemahamannya, namun tentu akan lebih indah bila mereka diberikan skill untuk transformasi pemahaman yang menyamankan umat. Transormasi pemahaman ini sangat effektif bilai dilakukan dengan metode coaching, dengan memfokuskan pada pesan-pesan yang diberikan Allah pada masalah yang dihadapi dan opsi tindakan di masa depan. Saya berharap tulisan ini memberikan wacana baru peningkatan skill bagi para entrepreneur, para da'i maupun mereka yang ingin terus berkarya dan meningkatkan kinerja amaliyah nya dimuka bumi ini. Have a barokah life Ari Winarman ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Wahb Al Khats'ami bahwa Rasulullah bersabda: Pakailah nama nabi-nabi dan nama yang amat disukai Allah Ta'ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah ( HR.Abu Daud An Nasa'i)

