Intropeksi untuk para pengurus masjid agar tidak membangun masjid yang megah 
namun tidak diiringi dengan jamaah yang cukup sesuai dengan kapasitas masjid. 

Imam Masjid Istiqlal: Banyak Masjid Megah yang Tidak Dipakai Shalat Berjamaah
Minggu, 23 Mar 08 06:38 WIB


Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Prof KH Ali Mustafa Yakub menilai, banyak masjid 
yang berdiri kokoh dan megah dengan biaya pembangunan miliaran rupiah di 
Indonesia, tetapi tak dimanfaatkan umat untuk shalat berjamaah. Ia mengatakan, 
membangun masjid lebih mudah dibandingkan membangun mental manusia.

"Membangun masjid hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dan bisa 
dibangun dengan megah, tetapi membangun mental manusia sangat sulit, bahkan 
sampai puluhan tahun pun mental tetap sulit dibangun. Kondisi ini 
mengkhawatirkan kehidupan Islam di Indonesia, " ujarnya dalam tausyiahnya di 
Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Ali Mustafa Yakub mengatakan, keterpurukan bangsa ini, dikhawatirkan sebagai 
akibat masyarakat telah jauh menyimpang dari norma-norma agama dan kesusilaan. 
Masyarakat mulai jauh dari ajaran Rasulullah Muhammad SAW yang selalu menjadi 
contoh yang baik bagi umat Islam.

Menurut dia, umat Islam Indonesia masih cenderung melaksanakan shalat 
sendiri-sendiri dibanding berjamah, sehingga tidak heran banyak tempat-tempat 
ibadah umat Islam yang megah tetapi tidak mampu menyemarakkan syiar Islam.

Padahal shalat berjamaah, lanjutnya, tidak saja sebagai ritual untuk 
mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga bisa menjalin hubungan 
silaturrahim antarsesama umat Islam.

"Persatuan dan kokohnya Islam itu, tercermin dalam melaksanakan shalat 
berjamaah, karena Islam itu adalah agama yang memegang teguh tali persatuan dan 
silaturrahmi, " tandasnya.

Ia mengatakan, saat ini Islam menghadapi berbagai persoalan sulit seperti 
berkembangnya ajaran-ajaran sesat yang semua itu jauh menyimpang dari sunnah 
Rasulullah SAW. "Dalam hal ini umat Islam harus bersatu untuk meluruskan dan 
mengembalikan cara beragama yang sebenarnya, " pungkasnya.(novel/ant)
Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.

<<istiqlal(2).jpg>>

Kirim email ke