From: Hendra
Sent: 03 April 2008 11:44
Subject: [Film Fitna] Pola Perkembangan Isu Dunia di Dunia Maya

http://www.hdn.or.id/index.php/artikel/2008/pola-perkembangan-isu-dunia-di-dunia-may

02-04-2008

Pola Perkembangan Isu Dunia di Dunia Maya

Film Fitna, menjadi headline di beberapa media. Lantas film produksi
sekelompok sekularis di Belanda ini sekonyong-konyong menjadi sorotan
utama di beberapa negara, bahkan PBB pun memberikan pernyataannya
terkait dengan kemunculan film tersebut. Ada apa gerangan dengan film
tersebut? Mengapa bisa membuat heboh? Padahal hanya diproduksi oleh
politisi - edan - di Belanda, bukan diproduksi sineas professional.
Selain itu juga "hanya" di muat di internet, tidak ditayangkan di
bioskop-bioskop terkenal. Tapi mengapa membuat heboh sedemikian rupa,
sampai PBB, presiden, anggota dewan perlu memberikan pernyataannya?

Barangkali yang menjadikannya "heboh" adalah bahwa film propaganda
tersebut mengusung tema mengenai keterkaitan langsung antara Al Qur'an
dan terorisme yang terjadi selama ini. Dengan tema itu, tentu saja
jadi heboh, karena betul-betul menfitnah umat Islam di seluruh dunia,
sehingga film ini bisa dikatakan sebagai film yang ingin menyebarkan
kebencian terhadap Islam. Tapi apakah hanya karena tema itu yang
menjadikan film ini heboh? Sebab, kalau hanya karena tema-nya, ada
juga film-film lain di internet yang mengusung propaganda menyudutkan
Islam tapi tidak sampai seheboh Fitna.

Follow up:

Barangkali teori "agenda setting" bisa gunakan untuk analisis terkait
dengan kemunculan film Fitna. Kemunculan film Fitna betul-betul telah
menyita perhatian dunia dalam waktu sekejap. Sebelum Fitna, ada
beberapa isu-isu yang muncul ke permukaan. Dalam 4 tahun terakhir,
beberapa isu yang muncul antara lain tentang terorisme, kartun nabi
Muhammad SAW, Islam, penjajahan Israel di Palestina, global warming,
dll. Saya coba analisa sederhana mengenai perkembangan isu-isu tadi di
dunia maya. Tools sederhana yang saya gunakan adalah "Google Trends"
milik google. Kata kunci yang saya gunakan adalah: fitna, palestine,
muhammad, global warming, terrorist. Keterbatasan Google Trends adalah
skopenya yang hanya mencakup dunia maya (online), dan para pengguna
google, sehingga belum tentu bisa mewakili kondisi nyata di darat
(offline). Anda bisa mencobanya sendiri di: Link Ini.

Dari Google Trends, dapat dilihat beberapa analisa sederhana, sekali
lagi sederhana:

1. Isu terorisme yang muncul semenjak peristiwa 9/11, telah menjadi
isu yang tidak laku. Hanya laku di beberapa negara pengusung isu
tersebut, antara lain Australia, Amerika, India, Kanada, Inggris,
Swedia, Belanda, Polandia, Belgia, dan Jerman. Beberapa kota yang
intens terhadap isu ini adalah Washington dan New York. Bu5h sendiri
sempat keceplosan dalam mengusung isu ini dengan pernyataan bahwa ini
adalah perang salib (crusade). Sementara di negara-negara lainnya, isu
terorisme bisa dibilang sudah usang. Isu yang diusung negara-negara
barat - khususnya Amerika - betul-betul tidak berhasil dikembangkan.
Padahal biaya yang dikeluarkan untuk mengusung isu ini sangat besar,
apalagi kalau kita ingat dengan pernyataan Bu5h tentang "Stick and
Carrot".

2. Isu tentang penjajahan Israel di Palestina juga kurang mendapatkan
perhatian dunia. Padahal isu tersebut harusnya diupayakan muncul,
karena dunia harus tahu bahwa di sudut sana ada penjajahan yang
nyata-nyata dilakukan Israel dengan dukungan Amerika terhadap sebuah
negara yang sah, yaitu Palestina. Isu ini kadang muncul ke permukaan,
misalnya ketika ada pemblokadean terhadap Gaza. Tapi itupun tidak
lama, dan yang muncul adalah isu kemanusiaan, bukan penjajahan. Isu
tentang Palestina menjadi perhatian di negara Palestina, "negara"
Israel, UAE, Maroko, Amerika, Australia, Prancis, Kanada, Inggris, dan
Belgia.

3. Setelah gagal mengusung isu terorisme untuk mengidentikan Islam
dengan kekerasan, barat mencoba isu yang lebih vulgar lagi yaitu isu
tentang kartun Nabi Muhammad. Isu ini lebih vulgar dari isu terorisme
karena terang-terangan ingin menyudutkan Islam, dalam hal ini dengan
menfitnah figur Nabi Muhammad SAW. Di awal tahun 2006-an isu ini
muncul ke permukaan dan mengundang reaksi keras dari seluruh dunia,
khususnya umat Islam. Namun demikian isu tersebut "tidak berhasil"
mengundang radikalisme umat Islam. Isu tersebut dengan cepat tenggelam
kembali, walau umat Islam tidak akan pernah melupakannya di dalam
hati. Beberapa negara yang bereasi terhadap isu ini adalah, Pakistan,
Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Kanada, Australia, India,
Jerman, dan Belanda. Secara umum Umat Islam kembali "stabil", tidak
lagi over-reaktif terhadap isu tersebut.

4. Global warming menjadi isu yang cukup menarik, karena secara
sporadis muncul di permukaan pada tahun 2006an, dan masih terus
berkembang hingga hari ini. Isu ini menjadi menarik karena "agak
berbeda" dengan isu-isu lainnya yang secara umum terkait dengan Islam.
Secara kasat mata, isu global warming terkait dengan lingkungan,
walaupun di balik itu bisa jadi ada kaitannya dengan yang lain,
misalnya hegemoni ekonomi dan teknologi Barat di masa globalisasi. Dan
ada hal yang aneh dari isu ini, yaitu ternyata negara penyebab utama
global warming - yaitu Amerika dan sekutunya - tidak menjadi negara
pertama yang memperhatikan isu ini. Tiga negara pertama yang perhatian
terhadap isu ini adalah justru Indonesia, Filipina, India, yang
notabene bukan negara industri. Indonesia sendiri masih merupakan
negara berkembang, yang tentunya belum memiliki andil besar dalam
menyebabkan global warming. Barangkali ini karena Indonesia menjadi
negara tempat penyelenggaraan Konferensi Global Warming di Bali.
Setelah tiga negara tersebut, Australia, New Zealand, Amerika, Kanada,
dan Inggris yang memiliki proporsi perhatian kepada isu tersebut.

5. Awal tahun 2008, dunia di hadapkan kembali pada isu yang terkait
langsung dengan Islam, yaitu film Fitna. Isu ini semakin vulgar dari
isu sebelumnya yang hanya menggunakan media kartun (gambar statis).
Isu ini menggunakan media visual berupa video (gambar bergerak dan
bersuara). Kevulgaran isu ini dalam menyudutkan Islam dan menyebarkan
kebencian semakin nyata, karena isinya tidak hanya "mengutak-atik"
nabi Muhammad, tapi juga isi Al Qur'an dan ajaran Islam. Sehingga
reaksi terhadap isu ini jauh mengalahkan isu-isu sebelumnya. Negara
yang sangat perhatian terhadap isu ini adalah Belanda, Indonesia,
Denmark, Belgia, Malaysia, Jerman, Prancis, Kanada, Amerika, Inggris.

6. Di Google Trends, saya coba mengganti kata kunci "global warming"
dengan kata kunci "Islam". Bisa Anda lihat di: Link Ini. Isu tentang
Islam relatif stabil dari tahun 2004 hingga hari ini. Perhatian dunia
terhadap Islam masih jauh lebih besar terhadap isu-isu sebelumnya,
kecuali isu Film Fitna yang tiba-tiba menyeruak ke permukaan dan
mengalahkan isu tentang Islam dalam sekejap. Sepuluh negara pertama
yang memperhatikan isu ini adalah Indonesia, Malaysia, Pakistan,
Maroko, UAE, Mesir, Turki, Belanda, Belgia, dan Swedia.

Dari analisa di atas, saya coba simpulkan sebagai berikut:

1. Isu yang dikembangkan barat terkait dengan penyudutan Islam,
semakin hari semakin vulgar. Setelah gagal dengan isu yang terkesan
samar-samar dan malu-malu - yaitu isu terorisme - mereka mencoba
dengan cara yang lebih terang-terangan dengan isu kartun Nabi Muhammad
dan Film Fitna.

2. Pengusungan isu yang vulgar itu hanya diusung oleh entitas kecil
berupa kelompok, partai - dalam sebuah negara -, dan bukan diusung
oleh sebuah negara sebagaimana isu terorisme. Namun reaksi terhadap
isu tersebut dilakukan oleh negara, bahkan lembaga PBB.

3. Kemunculan isu film Fitna sementara waktu ini cukup berhasil untuk
menutup isu-isu lainnya. Bahkan bisa dibilang ada hal lain yang ingin
ditutup-tutupi dengan adanya isu ini.

4. Isu-isu vulgar tersebut belum berhasil mengundang radikalisme umat
Islam, walau masih mengundang reaksi yang cenderung semakin besar.
Namun demikian umat Islam terlihat semakin dewasa dalam menanggapi isu
serupa. Dan dunia justru menjadi ingin tahu terhadap apa itu Islam.
Peluang untuk umat Islam untuk dapat memperkenalkan Islam ke seluruh
dunia jika dapat mengelola isu ini dengan baik.

5. Isu asasi - yaitu Palestina - tidak ada yang memberikan perhatian
secara proporsional. Sehingga penjajahan atas sebuah negara berdaulat
itu dapat terus berlangsung karena pola pikir dunia tidak melihat
adanya penjajahan di Palestina, akibat kurangnya pemberitaan. Hal ini
adalah sungguh aneh, karena penjajahan adalah bentuk pelanggaran
terhadap piagam PBB, namun tidak ada yang bereaksi sebagaimana reaksi
terhadap isu-isu lainnya.

6. Dunia Timur dan Dunia Islam belum menjadi wilayah yang memiliki
daya dan upaya untuk membentuk dan mengelola isu di seluruh dunia. Dua
dunia ini masih menjadi wilayah yang reaktif dan wilayah "pasar"
terhadap isu-isu yang dikembangkan Dunia Barat.

Demikian analisa sederhana ini. Masih debatable loh.

Tags: fitna, global warming, islam, isu, muhammad, palestina, terorrist

===============================================

nb : bagi yang ingin menyaksikan film FITNA (dokumentasi dan pelurusan kesalahpahaman tentang Islam dan Al Qur'an), bisa kirim email ke saya (japri) untuk saya berikan link nya.Mudah-mudahan bisa menjadi data guna meluruskan apa yang salah dalam pemahaman pihak-pihak tertentu terhadap Islam.

wassalam / agus rasidi




------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah bersabda: Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak (HR. Al-bukhari, Muslim)

Kirim email ke