Rizki Silaturrahmi
Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Agama mengajarkan, kalau ingin luas rizkinya, perbanyak silaturahmi.
Terispirasi dengan pesan agama tersebut, saya mencoba mengambil pelajaran
dari memperbanyak silaturakmi. Khususnya kasus perjalanan ke Jogjakarta
tanggal 08-10 April 2008.
Pada tanggal 08 April 2008 pukul 08.00 WIB kami meluncur dari Bandung menuju
Jogja menggunakan akomodasi kereta Lodaya. Seperti biasa, kemanapun pergi,
speda selalu menemani. Perjalanan ke Jogja mendapat tempat duduk
bersebelahan dengan seorang pedagang kerajinan yang dibuat di Jogja kemudian
disebar ke Jakarta, Bandung dan beberapa tempat lainnya.Tidak besar memang
bisnisnya, tapi sudah bisa mencukupi keluarga, walaupun seadanya. Selama
perjalanan menuju jogja, separuh waktu saya gunakan untuk nongkrong di
resotrasi, tujuannya agar banyak kenal dengan temen-temen kereta yang
mengelola restorasi sambil mengecas hp yang sudah kehausan minta makan
listrik. Salah satu Rizki yang didapat adalah ketika bepergian jangan hanya
diam, cari kenalan sebab disitu banyak ilmu lapangan yang tidak diajarkan di
buku dan perkuliahan.
Alhamdulillah kereta tidak terlambat, sampai Jogjakarta pukul 15.15 WIB,
kemudian sambil merakit sepeda di statsiun, kami dijemput saudara yang
kebetulan ada titipan oleh-oleh dari Bandung. Saudara saya ini, dulu
suaminya lulusan perkebunan, kemudian menjadi suervisor perkebunan kelapa
sawit di Irian jaya kemudian pindah ke Bangka dan beberapa temat lain.
Akhirnya mengundurkan diri sebab tidak nyaman dengan suasana perkembangan
reformasi dan otonomi daerah yang mulai kebablasan pada saat itu. Kemudian
memilih menetap kembali ke Jogjakarta, membuka perbaikan hp dan bisnis hp
bekas, tapi sekarang malah jadi salah satu manajer area untuk produk telpun
seluler tertentu. Salah satu rizki yang didapat adalah kita memang tidak
boleh terjebak pada jurusan ketika dulu kuliah, sebab ahlinya tidak harus
jurusannya, masih banyak potensi berkeliaran dalam diri kita.
Pukul 16.00 WIB, sesuai dengan janji, saya dijemput pesepeda dari Jogja,
setelah sepeda dirakit, kami berdua langsung bersepeda melewati Maliboro,
Alun-alun keraton, Taman Sari dan akhirnya menuju Pakualam, untk menikmati
lesehan "Nasi Kucing", yang harganya hanya seribu rupiah. Nasi kucing, hanya
sebuah istilah, bukan berarti nasi dengan daging kucing. Kami berdua, habis
Rp. 11. 000,- yang terdiri dari dua bungkus nasi kucing, Susu Jahe, ketan
bakar, tahu bacem, tempe bacem dan lain sebagainya, saya sampai lupa
jenisnya, pokoknya semuanya hanya habis sebelas ribu rupiah. Salah satu
rizki yang didapat adalah kita tidak boleh banyak alasan untuk tidak bisa
hidup dan menuntut ilmu, sebab masih banyak makanan murah dan bergizi untuk
menguatkan otot-otot fisik dan pikiran agar kita tetap berani menghadapi
hidup.
Pukul 19.00 WIB kami pergi ke temat pesta pernikahan, berjumpa dengan banyak
teman yang sekitar 14 tahun tidak ketemu. Kami berpisah, ketika sebagian
besar mereka masih SMA, dan sekarang sudah banyak yang jadi direktur, dosen
S-2 di perguruan tinggi terkenal di Jogja dan sebagaian kecil yang masih
menganggur, rata-rata mereka sudah punya anak dua. Salah satu rizki yang
didapat adalah banyak diantara mereka dulu lulus dengan nilai ketika di SMA
sangat biasa-biasa saja, bahkan sedikit kurang, dan itupun karena dibantu
dengan tambahan tugas. Sekarang banyak yang sukses, mungkin kebanyakan
mereka sangat lulus dalam universitas kehidupan.
Pada tanggal 09 April 2008 mulai pukul 05.15 WIB kami menikmati suasana kota
Jogja dan dilanjutkan bersepeda sampai ke Kaliurang. Kami diantar oleh
seseorang yang punya kios di Malioboro dari hasil rekomendasi temen-temen di
B2W Jogja. Kami berdua menuju dekat pasar Kaliurang hanya berdua melalui
perkebunan penduduk dan sawah-sawah. Setelah sampai ditempat istirahat,
yaitu warung tempat pesepeda berkumul, kami bertemu dengan tiga orang
pesepeda. Akhirnya kami diantar mereka bertiga untuk menuju Kaliurang atas,
sedangkan temen saya yang punya kios di Malioboro tidak ikut, sebab harus
membuka kiosnya. Pukul 13.30 WIB kami sudah sampai kota Jogja lagi dan
langsung menuju Malioboro untuk belanja oleh-oleh baju batik di temen yang
mengantar tadi. Rizki yang didapat adalah bersepeda dihari kerja kita akan
bertemu dengan pengusaha. Saya bertemu pengusaha kios kaki lima di
Malioboro, foto grafer, pengusaha pemasangan atap, dan surviyor. Dan
alhamdulillah, saya belanja pakaian batik untuk oleh-oleh keluarga tidak
harus pusing-pusing menawar, sebab mereka sahabat baru ketika sama-sama
bersepeda di ke Kaliurang.
Pada tanggal 09 April pukul 19.30 WIB, saya sudah sampai staiun Jogja, sebab
kereta berangkat pukul 20.30 WIB, tapi rupanya kereta berangkat pukul 20.30
WIB baru dari Solo, bukan dari Jogjakarta. Jadi kami terlalu awal datang.
Justru kesalahan ini, menyebabkan banyak kenalan di Statiun Jogja. Pukul
21.30 WIB kereta Lodaya dari Solo sudah datang.
Alhamdulillah dikereta kami bersebelahan dengan mahasiswi dari Bandung yang
kuliah di Jogjakarta. Selama perjalanan kami ngobrol apa saja. Setelah lelah
ngobrol apa saja, saya menyelesaikan janji diri yaitu menghabiskan Novel
Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata yang lagi terkenal itu. Sahabat
mahasiswi ini, saya beri pijam majalah Marketing edisi No.
04/VIII/April/2008 yang membahas tentang "Top Female Marketers"yang saya
beli ketika masih di Bandung. Rizki yang didapat selama perjalanan pulang ke
Bandung adalah berjumpa mahasiswi yang sangat cerdas dan luas wawasannya,
rupanya saya agak kenal juga dengan Bapaknya. Disamping itu, mengingatkan
saya untuk segera mempersiapkan biaya kuliah untuk anak-anak, sebab beberapa
tahun lagi akan kuliah. Khusus pulang ke Bandung, juga dapat ilmu baru,
yaitu roda kereta ada masalah, sehingga kereta sampai Bandung sangat telat.
Akhirnya teringat dengan lagu Iwan Fals, tetang kereta yang telat itu sudah
biasa.
Sahabat CyberMQ
Peluang rizki itu ada dimana-mana, dan rizki itu bukan hanya uang, uang
hanya sebagian kecil dari rizki. Jejaring kehidupan adalah rizki yang tak
terbatas, salah satu muaranya, kalau kita pandai mengelola, nanti akan
muncul rizki dalam bentuk uang juga.
Berani hadapi tantangan punya keyakinan terhadap pesan agama "Kalau ingin
dilapangkan rizkinya, perbanyak silaturahmi" !!! Atau seumur hidup kerja
keras dengan tetap sempit rizki karena jarang silaturahmi!!! Bagaimana
pendapat sahabat ???
Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat
tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan
Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University;
Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid
Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM.
Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi
nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa
perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama
belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id e-mail :
amri{at}mq{dot}
http://www.cybermq.com/index.php?kolom/detail/1/413/kolom-413.html
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)