Ustadz Jefri Al-Bukhori: Tanamkan Cinta Rasul Pada Anak-Anak
Senin, 21 Apr 08 08:24 WIB

Keyakinan dan pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Rasulullah dan nabi 
terakhir harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Hal ini menjadi penting, 
ketika banyak bermunculan orang yang mengaku-aku sebagai nabi baru, atau 
keyakinan jemaat Ahmadiyah yang sudah lama mengakui Mirza Ghulam Ahmad yang 
diangkat oleh pemerintah Inggris sebagai nabi mereka.

"Kalau sudah dikatakan bungsu atau bontot, berarti gak mungkin ada nabi sesudah 
itu, bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak diberikan keturunan laki-laki agar 
tidak ada warisan kenabian, " jelas Ustadz Jefri Al-Bukhori di sela-sela 
presentasi dan pameran Jakarta Islamic School (JIsc) Expo 2008, di JIsc, 
Kalimalang, Jakarta Timur, Ahad(20/4).

Menurutnya, apabila Ahmadiyah ingin mengaku sebagai agama dan mendaftarkan diri 
sebagai Departemen Agama, sebaiknya tidak menggunakan nama Islam. Karena 
keyakinan mereka yang berbeda dengan Islam yang sebenarnya, ini yang menjadi 
masalah.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Jefri mengakui, meskipun secara de facto Indonesia 
sudah merdeka, namun penjajahan masih terus dialami oleh rakyat Indonesia yang 
mayoritas muslim ini.

"Apakah kita sudah merdeka? Tentunya belum, karena secara ekonomi kita jelas 
masih dijajah, selain itu penjajahan juga terjadi melalui pemikiran (ghuzul 
fikri), " ungkapnya.

Dijajah Tiga 'F'

Ia mencontohkan, rakyat Indonesia khususnya generasi muda di tanah air dijajah 
melalui '3 F' yaitu food, fun dan fashion. Ustadz yang populer disapa dengan 
Uje itu, mengatakan, anak-anak saat ini lebih tertarik dengan makanan cepat 
saji yang diklankan televisi, ketimbangan makanan tradisional asal Indonesia 
seperti gudeg.

"Ini memang bagus, tapi apakah halal atau tidak perlu menjadi pertanyaan, 
karena tidak jarang makanan cepat saji yang merupakan adopsi luar itu berbahan 
dasar alkohol, jadi tidak ada salahnya kalau kita bertanya dulu sebelum 
mengkonsumsinya, " jelas Ustadz Jefri.

Sedangkan, 'F' yang kedua adalah hiburan (Fun), saat ini didunia anak-anak 
mewabah permainan play stasion (Pe-Es), lanjut Uje, hal ini boleh saja, karena 
dapat merangsang kecerdasan otak anak, namun orang tua harus memberikan 
pengarahan, agar tidak mengganggu jadwal beribadah dan tidak memilih permainan 
yang sifatnya ekstrim seperti smack down.

"Hiburan dan fashion tidak dilarang, tapi bagaimana kedua hal itu dikemas tidak 
keluar dari syariah Islam dan bersifat mubadzir, " jelasnya. 
Menyinggung tayangan festival ajang bakat menyanyi yang marak di televisi, Uje 
mengakui, memang dunia merupakan tempat bagi manusia untuk mendapatkan ujian, 
namun alangkah baiknya kalau amalan baik itu tidak hanya untuk gairah didunia 
saja, tetapi untuk menjadi bekal diakhirat kelak. Ia menyarankan, kepada orang 
tua yang anaknya mengikuti ajang bakat itu, bisa memilih materi lagu yang 
sesuai dengan usia anak mereka. (novel)

http://www.eramuslim.com/berita/nas/8420203858-ustadz-jefri-al-bukhori-tanamkan-cinta-rasul-pada-anak-anak.htm

Kirim email ke