Assalamu alikum Wr. Wb.
Dalam komunikasi adalah terjadinya penyampaian pesan yang sampaikan oleh orang lain dan diterima oleh pihak lain. Adapun proses dalam komunikasi adalah pihak I menyampaikan pesan, kemudian pesan tersebut di ubah dalam bentuk kode-kode tertentu dan sampaikan ke pihak lain, kemudian pihak lain menerima kode tersebut kemudian mengurai kode tersebut menjadi pesan sehingga pihak II tersebut bisa menerima pesan yang di maksud. Pesan ==> kode=== transmisi===> penerima==> pengurai kode===> pesan Nah kode ini bisa berupa bahasa, huruf, morse, dll. Selama pesan yang akan disampaikan sampai, kode hanya menjadi sarana saja. Misalkan jika kita berkomunikasi tulisan dalam bahasa inggris, namun kita awali denga "ass" mungkin akan bisa salah penafsiran"kode" Namun jika kita sms dengan orang yang sudah kita kenal misalnya, dengan memakai "bahasa sms" ( karena pulsa mahal), dengan mekai singkatan2 yang sudah saling di pahami makna-nya, pesan yang disampaikan akan tetap bisa di terima tanpa cacat. Demikian, Wallohu 'alam bisowab.. Wassalam, sodikin -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, May 02, 2008 1:47 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ar-Royyan-7646] Berhati-hati dengan "Salam" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kayaknya dari uraian hadits di bawah, yang menyatakan dengan tegas tidak boleh menyingkat sepertinya gak ada yah..tapi singkatan lain seperti SWT dan SAW banyak sekali muncul di tulisan di bawah, jadi kalo menurut saya, kita tulis singkat atau tidak sangat tergantung pada kondisi/media/tempat menulisnya, saya yakin pada pidato2 resmi,atau buku, tulisan salam umumnya lengkap, dan pada SMS atau Chatting, biasanya singkat, dan kalo email juga relatif,kadang lengkap kadang disingkat,tergantung isi emailnya, namun memang khusus untuk email sebaiknya lengkap,karena menulis lengkap di email kan tinggal "copy-paste" seperti yang saya lakukan di email ini...tapi bisa juga singkat kalo email itu membutuhkan kecepatan tinggi untuk segera dikirim. Yang penting, saat membacanya, atau mengucapkannya secara lisan,sebaiknya lengkap, karena saya sendiri hampir tidak pernah mendengar orang yang menyebut nama Allah lalu diikuti dengan singkatan dibelakangnya (SWT), demikian juga dengan Rasulullah SAW,juga hampir tidak pernah dilisankan secara singkatan,pasti panjang. Mengenai singkatan yang salah, saya juga sependapat,karena kata "Ass" bisa berarti lain, dan saya gak pernah pakai singkatan ini, saya selalu gunakan AWW dan diakhiri WWW(jika harus disingkat),karena menurut saya ini lebih baik daripada gak pakai sama sekali seperti email2 yang ditulis di bukan forum/milis islami (contohnya malah terlihat jelas pada email di bawah ini,nulis tentang berhati-hati dengan salam,malah gak pakai salam pembuka dan penutup sama sekali..he..he..) Sekali lagi ini menurut saya loh,mohon maaf kalo salah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Lana's > Berhati-hati dengan "Salam" > Sabtu, 19 Januari 2008 > > Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan > "salam" yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi "cacian" > dan kata "jorok". Lho bagaimana bisa? > > Image Hidayatullah.com -- Ucapan "Assalamu'alaikum", merupakan > anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat > beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih > sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling > mendo'akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun > di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Kalian tak akan masuk > surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku > tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling > mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian." [HR Muslim > dari Abi Hurairah] > > Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan > juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. > Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau > "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; "Ass Wr Wb" atau > "Aslmwrwb" . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan > "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering > digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk > dibaca, terlebih kalau mengerti artinya. > > Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang > saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris > itu adalah sebagai berikut; > > "Ass" berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, > orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan > ketiga, Vlug (pantat). > > Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum > Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus > doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam > sesungguhnya merupakan do'a seorang Muslim terhadap saudara > Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya > menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan > hal yang buruk terhadap saudara kita. > > Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan > ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu > bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika > memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam > lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, > misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point > saja. Tulislah "met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. > Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri > menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu'alaikum > menjadi "Ass" (pantat). > > Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan > yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan. Kalau > boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah > ucapan kotor. > > Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita > dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas > dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, > balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan > memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. > > Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya > sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan > bisa-bisa menjadi umpatan kotor. > > Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan > Assalamu'alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya > menjadi "Ass" (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik > dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang > artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) "Pantat Lu!" > Singkatan ala Rasulullah > > Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita > (Islam). Ucapan Assalamu alaikum a+l+s+l+a+m+ e+l+y+k+m+ dalam > Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah > Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah > umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah > sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk > menjawabnya. Itulah agama kita. > > Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan > ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya > semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, > ucapan itu diganti menjadi Assalamu `alaikum. Artinya, semoga > kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. > > Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur'an mengatakan, > bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti > "Semoga Allah menjadi Pelindungmu". > > Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, "Kamu > tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak > beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu > maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara > itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara > kamu!" (HR. Muslim) > > Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang > yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu > memberi Salam." (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi) > > Abdullah bin Mas'ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW > bersabda, "Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah > Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang > memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan > Allah. Jika jama'ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya > maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) > yang menjawab ucapan salam." (Musnad Al Bazar, Al Mu'jam Al Kabir > oleh At Tabrani) > > Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang > kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam > menyebarkan Salam." Allah SWT berfirman didalam Al-Qur'an Surat > An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar > seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih > baik. > > Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika > mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan > kebaikan (pahala). > > Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan > diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama > Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil > mengucapkan, "Assalamu `alaikum". Rasulullah SAW lalu bersabda, > "Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan," ujar beliau. > > Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, > "Assalamu`alaikum Warahmatullah." Kata Rasulullah SAW, "Orang ini > mendapat 20 pahala kebaikan." Kemudian lewat lagi seorang sahabat > lain sambil mengucapkan, "Assalamu `alaikum warahmatullah wa > baraokatuh." Rasulullah pun bersabda, "Ia mendapat 30 pahala > kebaikan." [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah]. > > Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang > Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa > menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, > tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk > kita. > > Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan > kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai > huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum. > > Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang > memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya > Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu). > > Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan > dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir > mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa > 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari] > > Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya > cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama > ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai > kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata > memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan > yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda > agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 > pahala kebaikan telah kita kantongi. > > [indra yogiswara,tinggal di Jakarta/www.hidayatullah.com] > > -- A. Yahya Sjarifuddin > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah > Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. > Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di > dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. > (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

