PBNU mendorong pemerintah tidak ragu-ragu menegaskan bahwa aliran
Ahmadiyah bukan Islam. Hasyim juga meyakini, Barat akan "membela"
habis-habisan Ahmadiyah

Hidayatullah.com-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong
pemerintah agar tidak ragu-ragu menegaskan bahwa aliran Ahmadiyah bukan
Islam dan melarang organisasi itu berdakwah di kalangan umat Islam.

"Pemerintah hendaknya menyatakan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam
dan tidak boleh mengahmadiyahkan orang Islam atas dasar kebebasan," kata
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu.

Menyangkut eksistensi organisasi maupun pengikut Ahmadiyah, lanjut
Hasyim, harus diukur menurut ukuran ideologi negara yang ber-Pancasila.
Ulama NU juga harus menjelaskan hal ini pada umat.

"Dengan demikian, umat Islam Indonesia dapat diselamatkan akidahnya
tanpa risiko internasional dan tetap menempatkan mereka (pengikut
Ahmadiyah) sebagai warga negara yang mempunyai hak, tapi tentunya bukan
hak membelokkan Islam," katanya.

Menurut Hasyim, adalah salah besar kalau menghubungkan Ahmadiyah dengan
kebebasan beragama. Sebab, Ahmadiyah tidak mencanangkan diri sebagai
agama tersendiri.

"Yang ada adalah mereka merasa muslim tapi sudah belok dari
keislamannya. Oleh karena itu umat Islam wajib menolaknya," tandas
pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur, tersebut.

Namun, lanjut Hasyim, pada saat yang bersamaan, umat Islam, khususnya
para ulama, harus memberikan dakwah agar pengikut Ahmadiyah kembali ke
jalan Islam yang lurus.

"Saya yakin akan ada negara Barat tertentu yang membela mereka
(Ahmadiyah) habis-habisan karena sejak kelahirannya di Pakistan telah
dibela," katanya. [ant/www.hidayatullah.com
<http://www.hidayatullah.com/>  Kamis, 08 Mei 2008]

 

Kirim email ke