Menurut pengetahuan saya, semua agama itu sebenarnya pada hakikatnya adalah Islam. Seperti agama nabi Ibrahim, hanifan musliman. Ketika Nabi Muhammad belum lahir pun Yahudi sudah tahu akan datang seorang Nabi baru dan mereka berharap agar Nabi tersebut dari keturunan mereka seperti Nabi-nabi sebelumnya, Musa dan Isya. Para Pendeta Yahudi dan Nashrani yang lurus (misalnya pendeta bahira) semuanya sangat menanti dengan penuh harap dan cemas, karena para pendeta/pemuka agama yahudi dan nashrani tersebut tahu bahwa Nabi-nabi sebelumnya selalu berusaha untuk dibunuh, begitu pun dengan muhammad yang dikabarkan dalam kitab mereka akan datang dengan ajaran Islam. Itulah pula kenapa dikatakan Yahudi memusuhi Islam sebelum Muhammad Lahir.
----- Original Message ----- From: "PRANA" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, May 12, 2008 4:37 PM Subject: Re: [Ar-Royyan-7665] Permusuhan Yahudi Terhadap Islam Apa itu artinya Islam sudah ada sebelum Nabi Muhammad lahir ? ----- Original Message ----- From: "jaerony" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, May 09, 2008 11:21 AM Subject: Re: [Ar-Royyan-7665] Permusuhan Yahudi Terhadap Islam > Wa 'alaikum salam, > Kalau dilihat dari konteks kalimat sebelumnya kelihatannya cukup jelas > Pak. > > Wass / Jaerony.- > > > ----- Original Message ----- > From: "PRANA" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, May 09, 2008 10:50 AM > Subject: Re: [Ar-Royyan-7665] Permusuhan Yahudi Terhadap Islam > > >> Assalamualaikum.... >> >> Maaf pak... saya agak bingung nih.... >> Ada kalimat yang tertulis "Bahkan sebelum Beliau lahir, kaum yahudi >> sudah menampakkan permusuhannya tersebut". >> Permusuhannya dengan siapa ya pak ? > >> ----- Original Message ----- >> From: "jaerony" <[EMAIL PROTECTED]> >> To: <[email protected]>; "'AL Ikhlash'" <[EMAIL PROTECTED]> >> Sent: Friday, May 09, 2008 10:00 AM >> Subject: [Ar-Royyan-7665] Permusuhan Yahudi Terhadap Islam >> >> >>> Original Message : "Abu Harits" <[EMAIL PROTECTED]> >>> To: <[EMAIL PROTECTED]> >>> >>> >>> >>> PERMUSUHAN YAHUDI TERHADAP ISLAM (TINJAUAN HISTORIS) >>> >>> Oleh : Abu Asma Kholid Syamhudi >>> http://www.almanhaj.or.id/content/2434/slash/0 >>> http://www.almanhaj.or.id/content/2435/slash/0 >>> >>> Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah diketahui dan sudah ada semenjak >>> dahulu, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai >>> dakwahnya. Bahkan sebelum beliau lahir, kaum Yahudi sudah menampakkan >>> permusuhannya tersebut. mereka merasa khawatir, pengaruh dakwah Islam >>> ini dapat menghancurkan impian dan rencana mereka. [1] >>> >>> Substansi permusuhan Yahudi terhadap Islam adalah masalah agama, bukan >>> permusuhan yang menyangkut perebutan tanah, wilayah ataupun perbatasan, >>> sebagaimana opini yang berkembang di khalayak. Bukan masalah tersebut, >>> tetapi karena persoalan yang menyangkut aqidah dan Islam. >>> >>> Musuh-musuh Islam dan para pengekornya terus berupaya membentuk opini, >>> bahwa hakikat pertarungan dengan Yahudi hanya sebatas perebutan wilayah, >>> pengungsi dan persoalan air. Sehingga menurut mereka, persengkataan ini >>> berakhir dengan (diciptakannya) hidup berdampingan secara damai, >>> perbaikan taraf hidup masing-masing, penempatan pemukiman secara >>> terpisah, dan pendirian sebuah negara sekuler kecil yang lemah di bawah >>> tekanan Zionisme. Semua itu, justru menjadi pagar pengaman bagi negara >>> Zionis. Kita semua tidak menyadari, bahwa permusuhan kita dengan Yahudi >>> sudah lama terjadi, semenjak berdirinya negara Islam di Madinah di bawah >>> kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta, yaitu Muhammad Shallallahu >>> ‘alaihi wa sallam [2]. Permusuhan dan usaha Yahudi merusak Islam akan >>> berlanjut terus. Hal ini sudah terlihat dalam peringatan yang >>> disampaikan pendeta Buhairah terhadap Abu Thalib, ketika paman beliau >>> ini menyertakan Rasulullah waktu masih kecil dalam perjalanan dagang >>> bersamanya. >>> >>> Pemusuhan Yahudi, telah dijelaskan dalam firman-Nya >>> >>> “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya >>> terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan >>> orang-orang musyrik” [Al-Maidah : 82] >>> >>> Melihat demikian panjang sejarah dan banyaknya permusuhan Yahudi >>> terhadap Islam dan Negara Islam, maka dalam tulisan ini, kami ringkas >>> dalam tiga marhalah [3]. >>> >>> Marhalah Pertama : Upaya Dan Cara Yahudi Menghalangi Dakwah Islam Pada >>> Masa Awal Perkembangan Dakwah Islam. >>> >>> Di antara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam pada masa-masa >>> awal perkembangan Islam adalah. >>> >>> [1]. Melancarkan Embargo Dalam Bidang Ekonomi >>> Pada awal perkembangan Islam di Madinah, kaum Muslimin dalam kondisi >>> perekonomian yang sangat lemah. Kaum Muhajirin datang ke Madinah tidak >>> membawa harta. Adapun kaum Anshar yang menolong mereka pun, bukan >>> pemegang perekonomian Madinah. Oleh karena itu, Yahudi menggunakan >>> kesempatan ini untuk menjauhkan kaum Muslimin dari agama yang >>> dipeluknya, dan melakukan embargo ekonomi. >>> >>> Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum Muslimin. Ini >>> terjadi ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu >>> Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam harta guna membantu >>> urusan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Abu Bakar memasuki >>> Baitul Midras (tempat ibadah kaum Yahudi) didapatinya kaum Yahudi sedang >>> berkumpul dipimpin oleh Fanhaash, seorang pembesar Bani Qainuqa. Dia >>> merupakan salah satu ulama besar, dan mereka didampingi seorang pendeta >>> Yahudi bernama Asy-ya. >>> >>> Setelah Abu Bakar menyampaikan surat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa >>> sallam kepadanya, maka ia membaca sampai selesai dan kemudian berkata, >>> seraya menghina : “Rabb kalian membutuhkan bantuan kami”.[4] >>> >>> Perlakuan mereka tidak cukup hanya sampai di sini saja, bahkan mereka >>> juga enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang >>> jual-beli dan amanah kepada kaum Muslimin. >>> >>> Perlakuan mereka tidak cukup hanya sampai di sini saja, bahkan mereka >>> juga enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang >>> jual-beli dan amanah kepada kaum Muslimin. Mereka berdalih, bahwa >>> hutang, jual-beli dan amanah tersebut, terjadi sebelum Islam. Dan >>> masuknya mereka ke dalam Islam. Ini berarti menghapus itu semua. Oleh >>> karena itu, Allah berfirman. >>> >>> “Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya >>> harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu ; dan di antara mereka ada >>> orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak >>> dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang >>> demikian itu lantaran mereka mengatakan : “Tidak ada dosa bagi kami >>> terhadap orang-orang ummi”. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal >>> mereka mengetahui” [Ali-Imran : 75] >>> >>> [2]. Menyulut Fitnah Dan Kebencian >>> Dalam upaya menghalangi dakwah Islam, kaum Yahudi menciptakan fitnah dan >>> kebencian antara sesama kaum Muslimin yang pernah ada di kalangan >>> penduduk Madinah. Yaitu dari Aus dan Khazraj semasa jahiliyah. Sebagian >>> orang yang baru masuk Islam menerima ajakan kaum Yahudi, namun dapat >>> dipadamkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. >>> >>> Sebagaimana kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Sirah Ibnu Hisyam >>> (2/588), ringkas kisahnya : Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais >>> mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis dengan kaum >>> Anshar. Kemudian pemuda Yahudi ini mengingatkan kaum Anshar tentang >>> kejadian perang Bu’ats, hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar >>> membawa senjata masing-masing. Hasutan ini sampai kepada Rasulullah >>> Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam >>> segera berangkat bersama para sahabat Muhajirin untuk menemui mereka dan >>> bersabda. >>> >>> “Wahai kaum Muslimin, alangkah keterlaluan kalian. Apakah (kalian >>> mengangkat) seruan jahiliyah, padahal aku ada diantara kalian setelah >>> Allah tunjuki kalian kepada Islam dan memuliakan kalian, memutus perkara >>> jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam, serta >>> menyatukan hati kalian”. >>> >>> Mendengar seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka >>> sadar. Bahwa ini merupakan godaan setan dan tipu daya musuh, sehingga >>> mereka menangis dan saling memaafkan, yaitu antara Aus dan Khazraj. >>> Mereka pun pergi bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan >>> patuh dan taat. Allah menurunkan firman-Nya. >>> >>> “Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, >>> padahal Allah Maha Menyaksikan pada yang kamu kerjakan”. Katakanlah : >>> “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah >>> orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, >>> padahal kamu menyaksikan”, Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang >>> kamu kerjakan” [Ali-Imran : 99] -5] >>> >>> [3] Menyebarkan Keraguan Pada Diri Kaum Muslimin >>> Orng-orang Yahudi berusaha memasukkan keraguan di hati kaum Muslimin, >>> dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan keimanannya >>> terhadap Islam. Dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya. >>> >>> “Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya) : >>> “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa-apa yang >>> diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada >>> permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka >>> orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran)” [Ali-Imran : 72] >>> >>> Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini dengan pernyataan beliau ; >>> “Ini merupupakan tipu daya yang mereka inginkan, untuk merancukan agama >>> Islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan >>> keimanan pada pagi hari (permulaan siang) dan shalat Shubuh bersama kaum >>> Muslimin. Lalu ketika di akhir siang hari (sore hari), mereka murtad >>> dari agama Islam, agar orang-orang yang jahil mengatakan, bahwa mereka >>> murtad, tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum >>> Muslimin” [6] >>> >>> [4]. Memata-Matai Kaum Muslimin >>> Ibnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam >>> untuk memata-matai kaum Muslimin, menyadap berita dari Rasulullah >>> Shallallahu alaihi wa sallam yang ingin beliau lakukan kepada >>> orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin. Di antaranya : Sa’ad bin Hanif, >>> Zaid bin Al-Listhi, Nu’maan bin Aufa bin Amru dan Utsman bin Aufa, serta >>> Rafi bin Huraimila. [7] >>> >>> Untuk menghancurkan tipu daya mereka, Allah berfirman. >>> >>> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman >>> kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak >>> henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa >>> yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa >>> yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami >>> terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah >>> kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu >>> beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, >>> mereka berkata : “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka >>> menggigit ujung jari lantaran marah dicampur benci terhadap kamu. >>> Katakanlah (kepada mereka) : “Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. >>> Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati” [Ali-Imran : 118-119] >>> >>> [5]. Berusaha Memfitnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam >>> Orang-orang Yahudi tidak pernah berhenti berusaha memfitnah Rasulullah >>> Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah kisah yang >>> disampaikan Ibnu Ishaq, beliau berkata ; Ka’ab bin Asad, Ibnu Shaluba, >>> Abdullah bin Shuri dan Syaas bin Qais saling berembuk dan sepakat >>> menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memfitnah agama >>> beliau. Kemudian, mereka pun menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa >>> sallam dan berkata : “Wahai Muhammad, engkau telah mengetahui, kami >>> adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi. Apabila >>> kami mengikutimu, maka seluruh orang-orang Yahudi akan ikut dan tidak >>> akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami >>> terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu, lalu engkau >>> adili dengan memenangkan kami atas mereka?” Tetapi Rasulullah >>> Shallallahu ‘alaihi wa sallam enggan menerimanya lalu turunlah firman >>> Allah. >>> >>> “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang >>> diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan >>> berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan >>> kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka >>> berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah >>> bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada >>> mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan >>> manusia adalah orang-orang yang fasik” [Al-Maidah : 49] >>> >>> Marhalah Kedua : Masa Peperangan Antara Kaum Yahudi Dan Kaum Muslimin >>> Pada Zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam >>> >>> Orang-orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada >>> kaum Muslimin. Mereka pun menampakkan diri bergabung kepada kaum >>> musyrikin, dengan menyatakan permusuhan secara terang-terangan terhadap >>> Islam dan kaum Muslimin. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam >>> tetap menunggu, sampai mereka benar-benar telah melanggar dan >>> membatalkan perjanjian yang pernah dibuat di Madinah. >>> >>> Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut, kemudian Rasulullah >>> Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tindakan untuk menghadapi >>> mereka, dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran >>> kepada mereka. Di antara keputusan penting tersebut adalah pengusiran >>> Bani Qainuqa, pengusiran Bani Nadhir, perang Bani Quraidzah, dan >>> penaklukan kota Khaibar. Setelah terjadinya hal tersebut, maka >>> orang-orang Yahudi terusir dari jazirah Arab. >>> >>> Marhalah Ketiga : Tipu Daya Dan Makar Orang-Orang Yahudi Terhadap Islam >>> Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Wafat. >>> >>> Orang-orang Yahudi memandang , tidak mungkin melawan Islam dan kaum >>> Muslimin selama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam masih hidup. >>> Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, orang-orang >>> Yahudi melihat adanya kesempatan untuk kembali membuat makar. Mereka >>> mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya untuk memalingkan kaum >>> Muslimin dari agamanya. >>> >>> Mereka melakukannya secara lebih baik dan teliti dibandingkan >>> sebelumnya. Mereka bermaksud mewujudkan sebagian targetnya, yang dilatar >>> belakangi oleh beberapa sebab, diantaranya : >>> >>> a). Kaum Muslimin kehilangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. >>> b). Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari >>> usaha-usaha mereka terdahulu, sehingga dapat menambah hebat dalam >>> membuat makar dan tipu daya. >>> c). Masuknya sebagian orang Yahudi ke dalam Islam dengan tujuan >>> memta-matai kaum Muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum >>> Muslimin >>> >>> Membicarakan tipu daya dan makar Yahudi terhadap kaum Muslimin, sejak >>> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat hingga kini, membutuhkan >>> pembahasan yang sangat panjang. Namun kami cukupkan dengan mengambil >>> contoh tiga peristiwa besar dalam perjalanan kaum Muslimin. >>> >>> [1]. Fitnah Pembunuhan Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘Anhu >>> Ini merupakan awal keberhasilan Yahudi menyusup dan merusak Islam dan >>> kaum Muslimin. Tokoh Yahudi yang bertanggung jawab atas peristiwa ini >>> adalah Abdullah bin Saba, yang dikenal dengan Ibnu Sauda. Kisahnya cukup >>> masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam. >>> >>> [2]. Fitnah Maimun Qadah Dan Perkembangan Sekte Bathiniyah >>> Keberhasilan Abdullah bin Saba menciptakan fitnah di kalangan kaum >>> Muslimin dan mengajarkan Saba’isme, membuat orang-orang Yahudi semakin >>> berani. Belum reda fitnah Sabaiyah, mereka sudah memunculkan tipu daya >>> yang baru, dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dishan Al-Qadah, >>> dengan membuat sekte Bathiniyah di Kufah, tahun 276H >>> >>> Imam Al-Baghdadi menceritakan : “Di antara orang yang membangun sekte >>> Bathiniyah adalah Maimun bin Dishaan, yang dikenal dengan Al-Qaadah. >>> (Dia) seorang maula bagi Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq yang berasal >>> dari daerah Al-Ahwaz, dan Muhammad bin Al-Husain yang dikenal dengan >>> Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al-Qadah di penjara Iraq, lalu >>> membangun sekte Bathiniyah” [8] >>> >>> Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dengan beragam bentuk, sehingga >>> sekte ini berkembang menjadi sangat luas, di kalangan kaum Muslimin, >>> sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahram dan hilangnya >>> kewajiban syari’at pada seseorang. [9] >>> >>> [3]. Penghancuran Kekhilafahan Turki Utsmani Oleh Gerakan Masoniyah, >>> Yang Kemudian Berdampak Perpecahan Di Kalangan Kaum Muslimin. >>> Orang-orang Yahudi mengetahui, bahwa sumber kekuatan kaum Muslimin >>> adalah jika mereka bersatu dibawah kepemimpinan dalam naungan >>> Kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha untuk >>> meruntuhkan kekhilafahan yang telah ada sejak zaman Khulafa-ur Rasyidin, >>> sampai kemudian berhasil meruntuhkan Negara Turki Utsmaniyah. >>> >>> Orang-orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara Turki >>> Utsmaniyah pada masa Sultan Murad ke-2 (tahun 834-855H). setelah itu, >>> pada masa Sultan Muhammad Al-Faatih (tahun 856-886H), beliau meninggal >>> diracun oleh thobib (dokter) beliau yang seorang Yahudi bernama Ya’qub >>> Basya. Demikian juga Yahudi berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al-Qanuni >>> (tahun 926-974H) dan cucu-cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi >>> bernama Nurbanu. >>> >>> Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung pada masa Kekhilafahan >>> Utsamaniyah, lebih dari 400 tahun, hingga keruntuhannya di tangan >>> Mutsthafa Kamal Ataturk. Dalam perjalanan tipu dayanya, mereka >>> menggunakan berbagai kekuatan, misalnya : >>> >>> [1]. Yahudi Ad-Dunamah. Di antara tokohnya adalah Madhat Basya dan >>> Musthafa Kamal Ataturk. Mereka sangat berperan dalam menghancurkan >>> Kekhilafahan Utsmaniyah. >>> [2]. Salibis Eropa yang sangat membenci Islam dan kaum Muslimin. Mereka >>> menekan negara Eropa, seperti Bulgaria, Rumania, Namsa, Perancis, Rusia, >>> Yunani dan Italia. >>> [3]. Organisasi bawah tanah (rahasia), khususnya Masoniyah yang terus >>> berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis. >>> >>> Catatan mutakhir telah merekam usaha-usaha Musthafa Kamal Ataturk dalam >>> menghancurkan Kekhilafahan Utsmaniyah, di antaranya : >>> >>> a). Pada awal November 1922M ia menghapus kesultanan dan membiarkan >>> kekhilafahan. >>> b). Pada 18 November 1922M, ia mencopot Wahiduddin Muhammad ke-6 dari >>> kekhilafahan. >>> c). Pada Agustus 1923M, ia mendirikan Hizbusy-Sya’b Al-Jumhuriyah >>> (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari >>> Yahudi Ad-Dunamah dan Masoniyah. >>> d). Pada 20 Oktober 1923M, Republik Turki diresmikan dan Al-Jum’iyah >>> Al-Wathaniyah (Organisasi Nasional) memilih Musthafa Kamal Pahsya >>> Attaturk sebagai Presiden Turki. >>> e). Pada 2 Maret 1924M, kekhilafahan dihapus total. >>> >>> Demikian catatan ringkas sejarah permusuhan Yahudi, sejak zaman >>> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga masa mutakhir ini, >>> mereka tak henti-hentinya melakukan makar, tipu daya dan permusuhan >>> terhadap kaum Muslimin. Mudah-mudahan uraian ringkas ini dapat menjadi >>> pelajaran bagi kaum Muslimin. >>> >>> Untuk lebih detail tentang sekte Bathiniyah, silahkan merujuk kepada >>> kitab-kitab yang memuat pembahasan sekte-sekte dalam Islam. >>> >>> [Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus 07-08/Tahun X/1427H/2006M. >>> Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi >>> Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016] >>> _________ >>> Footnotes >>> [1]. Al-Yahudiyah wal Masuniyah, karya Syaikh Abdurrahman Ad-Dausari, >>> Cetakan Pertama, Tahun 1414H, Darus Sunnah, Kairo, halaman 25 >>> [2]. Majalah Al-Ashalah, edisi 30/Th. V/15/Syawwal 1421H. Lihat >>> terjemahannya oleh Ust. Ahmas Fais dalam Majalan As-Sunnah Edisi >>> 8/V/1422/2001M. halaman 19. >>> [3]. Pembagian dan penjelasan tiga marhalah ini diambil dari kitab >>> Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatil Rafidhah bil Yahud, Abdullah >>> Al-Jumaili, 1/40-69, secara ringkas dengan penambahan dari beberapa >>> referensi yang disebutkan dalam footnote. >>> [4]. Badzul Majhul, 1/42. Riwayat ini juga dibawakan Imam Ath-Thabrani, >>> Ibnu Katsir dan Al-Baghawi dalam tafsir mereka terhadap firman Allah >>> surat Ali-Imran ayat 181. lihat Tafsir Ath-Thabari 7/444 >>> [5]. Diringkas dari Badzlul Mahjhud, 1/44-45 >>> [6]. Tafsir Ibnu Katsir, 1/273 >>> [7]. Lihat Sirah Ibnu Hisyam, 2/556 >>> [8]. Al-Farqu Bainal Firaq, halaman 282, dinukil dari Badzlul Majhud, >>> 1/61 >>> [9]. Untuk lebih detail tentang sekte Bathiniyah, silahkan merujuk >>> kepada kitab-kitab yang memuat pembahasan sekte-sekte dalam Islam. >>> _________________________________________________________________ >>> Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly. >>> http://www.get.live.com/wl/all >>> >>> ------------------------------------ >>> >>> >>> >>> ------------------------------------------------------------------ >>> - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - >>> - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - >>> >>> Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: >>> Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu >>> minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau >>> melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang >>> meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) >>> >>> >>> -- >>> Internal Virus Database is out-of-date. >>> Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: >>> 269.19.11/1244 - Release Date: 1/25/2008 7:44 PM >>> >> >> >> ------------------------------------------------------------------ >> - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - >> - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - >> >> Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah >> Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. >> Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di >> dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. >> (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah > Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. > Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di > dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. > (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > > > -- > Internal Virus Database is out-of-date. > Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: > 269.19.11/1244 - Release Date: 1/25/2008 7:44 PM > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

