Minggu, 25 Mei 2008 Berhemat dari Dapur
Buatlah perencanaan menu selama sepekan. Langkah ini bisa menghemat minyak dan gas. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) melambungkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Beras, minyak goreng, telur, bahkan tempe pun terasa mahal. Maka, para manajer rumah tangga, alias kaum ibu, terpaksa mengetatkan ikat pinggang. Tujuannya supaya semua kebutuhan rumah tangga masih tetap dapat terpenuhi. Pakar gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor, Euis Sunarti, mengatakan, kondisi sekarang mendorong para ibu untuk mencari solusi demi mengerem biaya dapur. Ia mengingatkan, jangan sampai penghematan mengorbankan asupan gizi bagi anggota keluarga. Demi penghematan ini, banyak jurus yang bisa dilakukan para ibu di dapur. Apa saja jurus itu? Menurut Euis, salah satu upaya berhemat adalah lewat perencanaan menu keluarga selama satu pekan. Perencanaan ini membantu penghematan minyak goreng. Ia mencontohkan, untuk menu Ahad adalah ayam goreng, Senin ikan mas presto, Selasa pecel lele, dan Rabu balado ayam. ''Semua bahan utamanya, ayam, ikan mas, dan lele bisa digoreng dulu pada Ahad,'' ujarnya. Setelah itu, simpan ikan mas, ayam dan lele yang telah digoreng tadi dalam lemari es. Pada Senin, cukup mengeluarkan ikan dari lemari es dan membumbuinya dalam panci presto. Sementara sebagian minyak sisa menggoreng pada Ahad, kembali dipakai untuk memanaskan lele pada Selasa dan membalado ayam pada Rabu. Perencanaan menu sanggup menghemat minyak karena ibu rumah tangga bisa mengatur penggunaannya dalam kategori bersih, agak bersih, dan kotor. ''Ibu bisa mengatur menu apa yang dimasak dulu agar menghemat minyak,'' kata Euis. Misalnya mendahulukan menggoreng telur baru ikan asin. Metode ini diyakininya bisa menghemat minyak goreng dan gas sampai 30 persen. Meski harga minyak goreng mahal, Euis mengatakan jangan terlampau berhemat dengan menggunakannya lebih dari lima kali. ''Bahaya,'' wanti-wantinya. Pemanasan yang berlebihan menimbulkan asam lemak pencetus kanker. Bagi rumah tangga yang masuk golongan menengah ke bawah dan hanya sanggup membeli sedikit minyak goreng, mengukus dan merebus bahan makanan adalah alternatifnya. Buat mereka yang berusia di atas 35 tahun metode ini justru lebih menyehatkan. Sedangkan keluarga yang memiliki anak dalam usia perkembangan bisa mengganti lemak dari minyak goreng yang dibutuhkan anak dengan protein nabati seperti tempe, tahu, dan santan. ''Ikan dari darat yang harganya relatif murah seperti ikna mas dan lele juga sumber protein yang baik,'' katanya. Telur juga salah satu sumber protein dan asam amino yang sangat baik. Satu menu tapi lengkap Praktisi kuliner Sisca Suwitomo menambahkan, keluarga dengan pendapatan rendah dapat menghemat biaya dapur dengan cukup memasak satu menu saja. ''Tapi yang lengkap,'' jelasnya. Seperti sup, yang berisi aneka sayur juga sedikit ayam. Atau tumis tahu dengan kacang panjang dan kecap. Ada satu lagi teknik menghemat gas yang dipaparkan Euis. ''Mempresto,'' katanya. Panci presto atau panci tekan mempercepat proses pemasakan. Dengan tekanannya yang tinggi, bahan masakan tidak membutuhkan waktu lama di atas api. Faktor penahan uapnya pun mempertahankan kandungan gizinya. Harga panci tekan, sambungnya, juga tidak terlalu mahal. Inilah bentuk investasi di dapur. Tidak cuma menghemat gas, penggunaan presto irit minyak goreng, waktu, dan menambah variasi menu di rumah. ''Kalau belum ada uangnya, mungkin bisa dicicil,'' lanjutnya. Sisca pun sepakat dengan Euis. Masakan yang membutuhkan waktu lama seperti rendang atau gudeg bisa dipercepat prosesnya dengan panci ini. Bila panci tekan belum ada, ibu rumah tangga bisa memilih aneka tumisan sebagai menu sehari-hari. ''Jangan dulu masak yang lama-lama,'' kata dia menyikapi lonjakan harga seandainya harga bensin naik. Selain menghemat minyak goreng dan gas, listrik alat dapur bisa diirit seandainya Anda memerhatikan benar pemakaiannya. Lemari es adalah perabot yang menghabiskan energi lebih banyak dari benda elektronik lain di rumah. Suhu yang paling baik untuk lemari es adalah 3 sampai 5 derajat Celsius. Sementara Anda cukup menyetel suhu tempat penyimpanan makanan beku pada -17 hingga -15 derajat Celsius. Penghematan lainnya adalah dengan memaksimalkan kerja lemari es. Lemari pendingin yang terisi hingga tigaperempatnya mengakibatkan udara dingin berhembus dengan baik. Mendinginkan air dalam lemari es juga bisa menjadi kiat berhemat listrik. Daya yang diserap dari dispenser yang mengeluarkan air dingin dapat dikurangi dengan meletakkan botol air dalam lemari es. ''Jangan terlalu sering membuka tutup lemari es kalau mau berhemat listrik,'' kata Sisca. Menurut Euis dan Sisca, setiap ibu rumah tangga bisa melakukan beragam cara penghematan biaya dapur. ''Butuh kreativitas untuk sampai ke situ,'' ujar Sisca. Tak hanya kreatif, berbagai siasat pun dapat dibuat. Mulai dari menggoreng hanya sepekan sekali hingga membuat perencanaan menu. Nah, selamat berkreasi. (ind ) sumber : Republika

