Memang janggal ..kok JIL membuka kedoknya sendiri ?................waspada
lah para kaum muslimin ahlusunnahwaljama'ah terhadap propokator

almasdi


On 6/6/08, IND, Sodikin, Achmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Sepertinya janggal, Bener tidaknya silahkan di saring sendiri…
>
>
>
> Wassalamu alaikum..
>
> Sodikin
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* Deddy Junianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> *Sent:* Friday, June 06, 2008 9:09 AM
> *To:* M. AMIRUL SETIYADI; IND, Sodikin, Achmad; [EMAIL PROTECTED]
> *Subject:* Klarifikasi Kejadian Monas 1 Juni 2008
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Kutipan Dari Milis... **
> *
> ----------------------------------------------------
> Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama
> Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam
> Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
> Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
> kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya
> dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
>
> Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah
> di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang
> marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
> Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran
> Ahmadiyah tidak dibubarkan.
> Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan
> Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar
> melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal
> ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi
> Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
> Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
> mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku
> presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang
> sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan
> pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang
> sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam
> (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini
> JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
>
> Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid
> Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68
> H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar
> anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat
> masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi
> selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario
> yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1
> Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan
> beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para
> peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
> datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa
> massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan
> pengerusakan.
>
> Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY
> melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad
> secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan
> mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi
> tersebut.
> Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL,
> termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang
> membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang
> diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang
> kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara
> tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya
> untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak
> melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi
> damai di silang damai.
> Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut,
> tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan
> membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya
> melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi
> kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah
> aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara
> kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.
> Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui
> bahwa,
> 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario
> yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
> 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama
> ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
> 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati
> dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
> 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk
> memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
>
> Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
> membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan
> kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan
> setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian.
> Terima kasih.
>
>
> Salam
>
>
> Nong Darol Mahmada
> [EMAIL PROTECTED]
>

Kirim email ke