---------- Forwarded message ----------
From: Aris Hardinanto
Date: 2 Jul 2008 14:06
Subject: [Milis_Iqra] Rosella Begitu Menggoda

Namanya tenar hampir di seluruh penjuru dunia. Belakangan, tanaman ini
juga mulai populer di Indonesia. Orang bilang, ini teh Jamaica.
Benarkah Rosella berasal dari Afrika? Seberapa besarkah khasiatnya?

Sebut saja namanya Rosella. Tanaman bernama Latin Hibiscus sabdariffa
ini sedang naik daun. Padahal sejatinya tanaman ini sudah lama ada di
Indonesia. Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap
daerah.

Darwin (76 tahun), salah satu pembudidaya Rosella juga mengenal
tanaman ini sebagai tanaman yang berasal dari luar negeri. Menurut
pengakuannya, saat pertama kali menanam Rosella dua tahun yang lalu,
tanaman ini belum dikenal seperti sekarang. "Dua macam Rosella yang
saya miliki berasal dari pemberian seorang rekan yang baru pulang dari
Taiwan, dan yang satunya lagi saya dapatkan dari menitip seseorang
ketika ia pergi ke Sudan," ujar Darwin.

Memang banyak orang memperlakukan Rosella sebagai pendatang baru dari
Afrika, yang diyakini sebagai tempat asalnya. "Padahal tanaman ini
sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia," ujar Endah Lasmadiwati,
herbalis sekaligus Ketua Abdi Pelestari Tanaman Obat Indonesia (APTOI)
yang juga menanam Rosella di kebun percontohan tanaman obat miliknya,
Taman Sringanis, Bogor.

"Dulu kelopak Rosella dikenal sebagai frambozen yang digunakan sebagai
bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Sekarang ini,
kelopak Rosella dikenal sebagai bahan minuman dan disebut teh Rosella.
Tanaman yang masih kerabat bunga sepatu ini banyak ditemukan sebagai
tanaman pagar," kata Endah.

Mungkin karena sulit melafalkan nama frambozen, orang Jawa Tengah
menyebutnya merambos ijo. Di daerah Pagar Alam, Sumatera Selatan,
Rosella disebut kesew jawe dan di daerah Muara Enim disebut asam
rejang. Orang Padang menyebutnya asam jarot.

Dari Mana Asalnya?

Menengok sekilas cerita beberapa abad yang lalu, keberadaan Rosella
saat ini bagaikan perantau yang pulang kembali ke kampung halaman.

Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L'Obel
menemukan tanaman ini ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa.
Padahal Rosella berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh
pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Mungkin
karena belum diketahui khasiatnya, dulu Rosella belum dikenal seperti
sekarang.

Jadi, bagaimana kok tanaman ini dianggap berasal dari Afrika? Rosella
memang banyak tumbuh di sana juga. Penyebarannya tidak lepas dari
peran para budak Afrika. Benih tanaman Rosella dibawa oleh para budak
dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan,
Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika
dan Australia.

Sudah Mendunia

Menurut Endah, Rosella yang selama ini dikenal sebagai bunga telah
mengalami semacam salah kaprah penyebutan. Yang dimaksud bunga tidak
lain sebenarnya adalah kelopak buah. Karena bentuknya seperti bunga
(terlebih jika telah dikeringkan), maka orang menyebutnya bunga
Rosella. Padahal, bahan pembuat teh itu lebih tepat disebut kelopak.

Kelopak Rosella bisa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk
seduhan seperti teh. Di Mexico, bagian selatan California, dan
Thailand, kelopak Rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh
seperti teh sangat populer dengan sebutan Jamaica, atau aqua de
Jamaica. Di Senegal, teh Rosella dikenal dengan nama jus de bissap.
Masyarakat Gambia menyebutnya wanjo, zobo, atau tsobo. Di Turki,
kelopak Rosella kering yang disajikan dalam bentuk teh disebut Karkade
(dibaca "kar-kahday"). Karkade sendiri konon merupakan cara bangsa
Arab menyebut teh manis. Mungkin karena kelezatannya itulah teh
Rosella menjadi minuman kaum bangsawan Mesir kuno dan dijadikan
semacam ritual "toast" pada perayaan pesta pernikahan di Sudan.
Kelopak Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk
makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup.

Selain rasanya yang enak, kelopak bunga yang satu ini memang memiliki
efek farmakologis yang cukup lengkap seperti diuretik (melancarkan air
seni), onthelmintic(membasmi cacing), antibakteri, antiseptik,
antiradang, menurunkan panas, meluruhkan dahak, menurunkan tekanan
darah, mengurangi kekentalan darah, dan menstimulasi gerak peristaltik
usus. Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik,
antisariawan, dan pereda nyeri. Kelopak Rosella juga dapat mengatasi
panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan
jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker
darah.

Kaya Antioksidan

Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas
antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir Didah
Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya tersebut, staf
pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi
Pertanian, Institut Pertanian Bogor, ini menemukan bahwa kadar
antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat
aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi
gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin.

Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada
seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat antioksidan.

"Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat
radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak
yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya
kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker," ujar
Didah.

Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat
pada dua jenis Rosella yang ditanam di kebun milik Darwin di Cisarua.
Meskipun berasal dari satu spesies, Rosella Sudan berwarna merah pekat
kehitaman, sedangkan Rosella Taiwan berwarna merah darah. Rosella
Sudan rasanya lebih asam dan lebih pekat sehingga kelopak keringnya
dapat digunakan hingga 2-3 kali seduh. Berbeda dengan Rosella Taiwan
yang hanya dapat digunakan sekali seduh.

"Semakin pekat warna merah pada kelopak Rosella, rasanya akan semakin
asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak. Dengan demikian,
kandungan antioksidannya juga semakin banyak," kata Didah.

Sayangnya, kadar antioksidan dalam kelopak Rosella menjadi berkurang
jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven).
Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada
pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.

Antikanker dan Antihipertensi

Di antara banyak khasiatnya, Rosella diunggulkan sebagai herba
antikanker dan hipertensi. Ini sesuai dengan uji pra klinis yang
dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of
Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di
Taiwan. Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak
kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus
mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia). Pigmen ini
jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.

Sementara itu, Maureen Williams, ND, seorang dokter naturopati dari
Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi
terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga
sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan
apa pun sejak sebulan sebelum penelitian diujikan. Secara acak,
sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh Rosella sebanyak satu
setengah liter sebelum sarapan setiap hari. Sebagian lagi mengonsumsi
25 mg obat antihipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan
darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79% orang yang
mengonsumsi teh Rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat
antihipertensi.

Belum pernah dilaporkan efek samping yang serius akibat konsumsi
kelopak Rosella selain jantung berdebar. Namun Peter Hardwick dari
jurnal Australian Food Plants Study Group Newsletter mengatakan bahwa
ada spesies lain dari Rosella yang disebut Native Rosella (Hibiscus
heterophyllus) yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi.
Bunga segarnya mirip Rosella (Hibiscus sabdariffa). Oleh karena itu,
hati-hati, jangan sampai salah pilih.

Meskipun demikian, Darwin, Aria yang masih tegap dan bugar dalam usia
76 tahun ini memberikan kesaksian lain. "Alhamdulillah, saya sudah
mengonsumsi Rosella selama dua tahun, dan tidak memiliki keluhan
apapun," katanya.

Anda memang tak perlu percaya 100%. Yang jelas, kelezatan teh Rosella
bisa dibuktikan kebenarannya. Jika kemudian ada bonus sehat, bukankah
itu menguntungkan?

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 
Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia 
berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya Ya Allah, 
ampunilah ia.  Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469) 

Kirim email ke