---------- Forwarded message ----------
From: Rivai Indra Persada Haza
Date: 4 Jul 2008 14:36
Subject: [Milis_Iqra] Agar Beban Biaya Hidup Tidak Semakin Berat....
To: milis_iqra <[EMAIL PROTECTED]>

Berikut ada artikel yang menurut saya menarik dan sesuai dengan
kondisi kita sekrang ini.
Saya ambil dari Sumber

Mungkin ada yang sudah pernah baca...maaf

Agar Beban Biaya Hidup Tidak Semakin Berat.... Bagi kita orang awam
sering membaca di media bahwa inflasi sekian % (misalnya tahun lalu
7%), tetapi istri/suami kita di rumah sering ngedumel karena harga
barang-barang yang naik dua kali lipat, tiga kali lipat adalah hal
yang biasa ...lho kok bukan 'hanya 7 %' naiknya ?...

Panjang ceritanya, dan untuk ini biarlah para ekonom yang menjelaskan
di medianya masing-masing. Saya hanya ingin melihat dari kacamata mata
uang atau timbangan yang adil yaitu Dinar, saya share disini dengan
pembaca barangkali ada manfaatnya.

Kalau kita punya dua timbangan, timbangan yang pertama terbukti dapat
dipakai untuk menilai harga kambing (juga berarti harga barang
kebutuhan lainnya) dengan nilai yang sama lebih dari 1400 tahun , dan
timbangan yang kedua bahkan tidak dapat kita pakai untuk menilai
barang yang sama dalam 30 tahun terakhir – mana yang kita pakai ?
tentu orang yang adil harusnya memilih timbangan yang pertama.

Kemudian timbangan pertama di zaman ekonomi modern ini dipakai untuk
menilai harga minyak mentah terlihat sangat jauh lebih stabil
dibandingkan dengan timbangan yang kedua, maka orang adil zaman modern
inipun harusnya menggunakan timbangan yang pertama.

Nah marilah kita mulai menggunakan timbangan pertama yaitu Dinar untuk
menilai segala sesuatu yang terkait dengan keuangan kita baik secara
individu maupun secara masyarakat. Untuk memudahkan hal ini sudah
beberapa lama saya pajang mistar Dinar Investment Yield (saya sebut
saja Mistar DIY) di side bar blog ini.


Dari mistar DIY disamping kita tahu bahwa kalau toh penghasilan atau
investasi kita tumbuh 10 % per tahun (ini sudah lebih tinggi dari
inflasi yang 7%), dari kacamata Dinar (ingat Dinar hanya
merepresentasikan harga benda riil seperti kambing, minyak mentah
dlsb) ini masih minus 15% per tahun. Artinya dari daya beli riil kita
tidak tambah kaya tetapi bertambah miskin – barang-barang keperluan
biaya hidup masih terasa semakin mahal bagi kita seperti cerita di
awal tulisan ini.

Bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi ?...penghasilan atau
investasi kita harus tumbuh diatas kenaikan harga-harga barang yang
riil, bukan hanya diatas kertas. Berapa ini ? dari mistar DIY
terlampir ini berarti dalam rupiah penghasilan atau hasil investasi
kita harus tumbuh diatas 30.04% sedangkan apabila dalam US$ berarti
harus tumbuh diatas 11.29%. Kalau ini bisa dicapai maka kebutuhan
biaya hidup kita tidak akan terasa lebih mahal dari waktu ke waktu.

Nah apa ada perusahaan yang bisa menjamin kenaikan gaji terus menerus
diatas 30.04 % per tahun ? mungkin memang nggak ada !. Jadi kalau kita
ingin biaya hidup kita tidak terasa makin lama semakin mahal, kita
tidak bisa mengandalkan hidup sebagai pegawai semata. Kecuali bila
kita pegawai yang luar biasa berprestasi sehingga rata-rata
penghasilan kita bisa tumbuh diatas 30% per tahun !.

Islam sangat mendorong perdagangan/perniagaan, bahkan dalam hadits
Ibnu Majjah disebutkan sembilan dari sepuluh pintu rizki adanya di
perniagaan. Jadi mulailah berdagang dengan jujur, adil dan hati-hati ;
insyaallah biaya hidup akan lebih ringan.

Mengapa pedagang akan jauh lebih mudah meningkatkan
penghasilan/investasi dibandingkan pegawai ? matematika-nya begini :
Bila kita berdagang dengan modal 100 juta. kita putar seminggu sekali
modal tersebut – dengan margin bersih setelah dipotong biaya 1 % saja
– maka hasil investasi kita setahun adalah 67% (karena setahun ada 52
minggu, ditambah efek compound dari hasil bersih yang diinvestasikan
kembali).

Jadi inilah solusi Islami untuk makmur, berdaganglah....!; sampai
-sampai Allah SWT 'membahasakan' amal Islami yang paling Agung-pun
yaitu jihad dengan istilah perdagangan atau perniagaan. "Hai
orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?". Yaitu kamu
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan
Harta dan Jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu
mengetahui. " (QS.61 : 10-11).

Kalau kita saat ini bekerja sebagai pegawai, pasangan tidak bekerja –
maka dapat kita dorong pasangan kita untuk belajar berdagang – agar
keluarga kita dapat mengalahkan kenaikan biaya hidup dari waktu ke
waktu.

Kalau kita dan pasangan keduanya bekerja sebagai pegawai, kita
usahakan salah satu yang lebih berpotensi untuk keluar dan mulai
berdagang – insyaallah hasilnya akan lebih baik.

Apabila langkah ini diikuti secara massal, maka hasilnya Insyaallah
Indonesia akan lebih makmur. Justru karena kegiatan perdagangan ini
tidak didorong dan tidak secara optimal difasilitasi oleh pemerintah
dan tokoh-tokoh masyarakat membuat Indonesia makin lama makin
terpuruk. Bahkan kita juga tidak sadar kalau makin lama kita makin
terpuruk.

Bagaimana agar kita sadar bahwa Indonesia makin lama makin terpuruk,
sehingga dengan kesadaran ini kita bisa bangkit ? lagi-lagi jangan
gunakan kaca mata timbangan yang tidak adil seperti Rupiah mupun US
Dollar. Gunakan Dinar – atau kalau alergi dengan istilah Dinar,
gunakanlah emas, minyak, atau apapun yang riil tetapi jangan kertas
yang diberi angka.

Saya kasih contoh sederhana saja dari grafik terlampir. Selama ini
kita mengira bahwa Indonesia sudah bangkit dari krisis ekonomi akhir
90-an, dengan berbagai indikator – antara lain cadangan devisa kita
yang menumpuk dalam hitungan US$, pendapatan per kapita yang naik –
lagi-lagi dalam US$ dlsb. Cadangan devisa sebagai contoh, pada saat
tulisan ini saya buat cadangan devisa kita berdasarkan data BI adalah
US$ 54.9 milyar atau naik 87 % dalam 8 tahun terakhir.

Namun cadangan devisa yang naik tersebut kan karena diukur dengan US$,
sedangkan US$ sendiri nilainya turun tinggal 40 % nya dalam tenggang
waktu yang sama. Nah kalau kita gunakan timbangan yang adil yaitu
Dinar kayak apa kinerja cadangan Devisa kita ? ternyata cadangan
devisa kita apabila dihitung dengan Dinar saat ini tinggal 56 % saja
dibandingkan dengan cadangan devisa kita tahun 2000.

Itulah negara kita, dan itulah cerminan mayoritas dari masyarakat kita
– kita makin lama makin miskin tetapi tidak terasa; yang terasa hanya
beban biaya hidup yang makin lama makin berat..... "Ya Allah aku
berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. dan aku berlindung
kepadaMu dari siksa kubur - tidak ada Tuhan selain Engkau".




 ________________________________

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, 
Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia 
berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya Ya Allah, 
ampunilah ia.  Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469)

Kirim email ke