---------- Forwarded message ----------
From: **echie** -
Date: 8 Jul 2008 17:36

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,

seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas

pekerjaan kantor yang

dibawanya pulang ke rumah,

karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat

penting dengan para pemegang saham.

Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor

tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya,

berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku

cerita baru.

Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut,

sangat menarik perhatian Jessica,

"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan

kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat

basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?"

"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada

tanggapan dari ayahnya.

"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut

"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh"

sanggah Budi dengan cepat.

Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada

kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan

serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia

belum menyerah.

Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali

merayu

"pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi"

Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi

suruh mama baca ya"

"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu"

"Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan"

Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada

lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu,

Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu,

berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia

mulai lagi.

"Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka"

"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi

membentaknya dengan keras.

Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil

terkulai, hampir menangis , matanya berkaca-kaca dan

ia bergeser menjauhi ayahnya

"Iya pa,. lain kali ya pa?"

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh

lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita

di

pangkuan sang Ayah.

"".

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan

telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak

pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah

dibacakan bagi dirinya.

Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras

"Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris

bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda

mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang

didepan rumah Budi.

Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam

keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan

secepatnya.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil

sempat berkata dengan begitu lirih

"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa

mama"

Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak

tertolong lagi ketika sesampainya di rumah

sakit

terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani

Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi

sebuah janji.

Kini yang ada hanyalah penyesalan.

Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana.. pun

tidak terpenuhi.

Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil

anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah

cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali

",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa

denger"

kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa

hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang

Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai

membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan

dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.

Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang

dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi

lembar-lembar

halamannya seperti sebuah kenangan indah

dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia

membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara

keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan

keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman

demi halaman, dengan berlinang air mata.

"Jessi dengar papa baca ya"

selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi

"Jessi papa mohon ampun nak"

"papa sayang Jessi"

Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores

lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan

menangis memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan

dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi

PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.

ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI

MEREKA ?

BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI.

Bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada

orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?

DO IT NOW!

Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita

cintai.

LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN

UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA.

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,  Barang siapa yang meninggal 
dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya 
(HR Bukhari dan Muslim)

Kirim email ke