Liburan Anak-anak ke Polda Metrojaya 

 
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=7139
&pop=1&page=0&Itemid=59> 

 
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id
=7139&itemid=59> 

 

Kamis, 03 Juli 2008 

Hari-hari ini adalah masa liburan anak-anak kita. Ada baiknya mengajak
mereka menjenguk Habib Rizieq dan Munarman. Untuk apa? 

oleh Dzikrullah *

Hari-hari ini, sebagian besar anak kita yang duduk di bangku SD sampai
SMA memulai liburan kenaikan kelas dan lulusan sekolah.

Sebelum berangkat ke Bandung, Pulau Seribu, Jogja atau ke Bukittinggi
untuk bersenang-senang, ada baiknya Anda ajak dulu anak-anak kita ke
Gedung Tahanan Narkoba Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.
Letaknya di bagian belakang komplek Polda Metrojaya, persis di dekat
Masjid Al-Kautsar yang indah dan megah.

Untuk apa?

Untuk berkenalan dengan para pengedar dan pengguna narkotika dan
obat-obat terlarang? Bukan. 

Tetapi untuk berkenalan dan bersalaman dengan ulama dan penjuang Islam
yang sedang dizalimi, dipenjara oleh penguasa negeri ini, Habib Rizieq
Shihab, ulama pemimpin gerakan 'amar ma'ruf nahiy munkar Front Pembela
Islam, dan Munarman, Panglima Komando Laskar Islam serta kawan-kawannya.

Kedua tokoh ini dipenjara karena dituduh mendorong anak buahnya yang
sedang berdemonstrasi di depan Istana Presiden menolak kenaikan harga
Bahan Bakar Minyak, untuk menyerang kelompok demonstran lain Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang hendak
menyatakan pembelaannya terhadap Ahmadiyah, gerakan yang ajaran sesatnya
diaku-akui Islam.

Mengunjungi Habib Rizieq dan Munarman adalah kesempatan yang baik untuk
memperkenalkan anak-anak kita kepada kedua tokoh yang melawan kemunkaran
dengan tangan ini. 

Baik Habib Rizieq dan Munarman sama-sama bukan manusia sempurna. Banyak
kekurangannya. Namun di tengah semakin suburnya penyakit al-Wahn (cinta
dunia-benci mati) di kalangan tokoh Indonesia, kedua tokoh ini cukup
menarik untuk dikenali lebih dekat.

Habib Rizieq Shihab adalah seorang kandidat doktor di Universiti Malaya,
Kuala Lumpur. Tesis masternya yang dipuji oleh para guru besarnya itu
berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di
Indonesia". 

Karena dianggap baik mutu riset dan penulisan tesisnya itu, para guru
besar universitas tertua di Malaysia itu langsung mendukung Habib Rizieq
meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor.

Front Pembela Islam (FPI) yang beliau pimpin sejak tahun 1999 mulai
dikenal masyarakat sejak mereka memberantas preman-preman yang menjadi
centeng tempat-tempat maksiat di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta
Barat.

Salah satu yang dilawannya adalah preman-preman Kristen asal Ambon
berjumlah ratusan orang yang "dideportasi" pulang ke kampungnya. Mereka
inilah yang kemudian mengobarkan pengusiran dan pembantaian Umat Islam
di Ambon Idul Fitri tahun 1999.

Jama'ah FPI menandai keberadaannya di Jakarta sebagai kelompok yang
melawan kemunkaran dengan tangan. Dalam praktiknya, FPI selalu
memberikan peringatan kepada tempat-tempat maksiat agar menghentikan
kegiatannya, terutama di bulan Ramadhan.

Biasanya mereka bergerak setelah peringatan mereka kepada tempat-tempat
tersebut dan pemberitahuan mereka kepada pihak kepolisian diabaikan.

Inisiatif FPI tersebut sering disebut anarkisme. Namun, mereka yang
menuding demikian belum ada yang benar-benar pernah menghitung betapa
besar anarkisme yang diakibatkan tempat-tempat maksiat itu selama
bertahun-tahun.

Waktu Tsunami menghancurkan Aceh, para da'i FPI telah mewakili umat
Islam Indonesia untuk mengurus ribuan jenazah orang Aceh yang
bergelimpangan dan sebagian besar telah membusuk.

Habib Rizieq sendiri turun tangan. Setiap pagi, setelah apel dan memberi
nasihat di posko mereka di Taman Makam Pahlawan Banda Aceh, Habib
memimpin anak buahnya berjalan kaki ke masjid di seberang posko untuk
menunaikan shalat dua rakaat. Baru setelah itu mereka menyebar ke
seluruh penjuru Banda Aceh untuk mengurus jenazah-jenazah,
membungkusnya, menshalatkannya dan menguburkannya dengan penuh
ketelatenan dan kesabaran.

Munarman dulunya dikenal sebagai aktivis HAM sampai ia menjadi Ketua
Kontras dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia. Istri Munarman yang
beberapa waktu lalu diwawancarai sebuah stasiun televisi mengatakan,
"Sejak mengaji sungguh-sungguh, dia (Munarman) hidupnya lebih teratur
dan semakin sayang kepada istri dan anak-anaknya."

Tahun lalu, didukung oleh beberapa tokoh Indonesia, seperti Ustadz Abu
Bakar Baasyir, Munarman membentuk dan memimpin Brigade Pemburu Koruptor
(BPK).

Pemuda Palembang kelahiran 1968 itu secara terang-terangan menyebut
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai target buruannya, selain para
bankir penerima dan pengemplang dana milik rakyat Indonesia lewat
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seperti Liem Sioe Liong, Hendra
Tjipta, dan lain-lain.

Ajaklah anak-anak kita duduk bersama Habib Rizieq dan Munarman di gedung
empat lantai itu Polda Metrojaya itu. Setiap hari, kedua tokoh itu
menerima tamu hampir tanpa henti sejak jam 10 pagi sampai jam 3 sore.

Sebelum memasuki gedung, Anda akan diminta meninggalkan telefon genggam
dan tanda identitas seperti KTP atau SIM di pintu depan yang dijaga dua
orang petugas polisi yang ramah dan sopan. Tak usah khawatir. Titipkan
saja. Allah yang menjaganya.

Tas dan barang bawaan juga akan dititipkan kepada seorang petugas yang
duduk di bagian dalam gedung itu. Setelah tas diberi nama pemiliknya,
Anda dan anak-anak Anda akan dipersilakan menemui Habib Rizieq di sebuah
ruangan berukuran kira-kira 4x7 meter yang jendelanya sempit dan sengaja
dipasang setinggi mungkin. 

Di pintu ruangan itu tertera tulisan "ruang rapat". Para tamu akan
dipersilakan duduk lesehan di beberapa lembar tikar dan karpet
sederhana. Foto Presiden SBY dan wakilnya Jusuf Kalla yang nampak
tersenyum digantung didinding dan di tengahnya ada gambar Garuda
Pancasila akan menemani kunjungan Anda sampai pulang.

Jangan lupa bawa koran atau majalah yang bisa Anda gunakan menjadi
kipas, karena ruangan tanpa pendingin udara dan kipas angin itu cukup
membuat gerah karena panasnya. Tak usah bawa minum. Seorang santri FPI
akan menyediakan segelas air minum kemasan untuk Anda dan anak-anak,
lengkap dengan sedotan lancipnya.

Biarkan mata jiwa anak-anak Anda yang masih suci merekam wajah Habib
Rizieq yang teduh dengan senyumnya yang hangat. Biarkan juga anak-anak
Anda merekam suaranya yang ramah saat menanyakan kabar mereka. Biarkan
juga mereka merekam suara Habieb Rizieq yang menggelegar saat berbicara
tentang kezaliman. Bukan kezaliman atas dirinya, ia tak terlalu pusing.
Tetapi kezaliman atas Islam dan umat Islam.

"Orang yang membela Ahmadiyah, yang ajaran utamanya meyakini Mirza
Ghulam Ahmad sebagai nabi, sama dengan mengatakan bahwan Muhammad
Sallallaahu 'alayhi wa sallam adalah PENDUSTA! Karena beliau mewasiatkan
kepada kita, "tidak ada nabi lagi sesudah aku". Kalau karena melawan
kemunkaran itu saya harus masuk penjara, ya sudah.. biarin.." kata Habib
Rizieq.

Munarman akan Anda temui di lantai 3 gedung itu. Silakan minta tolong
kepada petugas yang berjaga di lantai itu untuk memanggilkan beliau. Sel
baja berwarna kecoklatan karena karat akan terbuka pelan saat pria
langsing itu keluar dari dalamnya. Kemungkinan besar dia akan mengenakan
baju koko berlengan pendek dan bersarung biru putih kotak-kotak. Yang
pasti, kenal ataupun tidak Munarman dengan Anda dan anak-anak Anda,
pengacara yang sering membeberkan nama-nama LSM penadah uang dari
Amerika ini akan menerima Anda dengan senyum ramah.

Seterusnya, nikmati saja pembicaraan yang mengasyikkan dan penuh canda
tawa. 

Sebelum pulang, ajaklah Habib Rizieq dan Munarman mendoakan anak-anak
Anda agar mereka tumbuh menjadi Muslim yang kuat dan pemberani seperti
mereka. Terutama agar mereka berani berpaling dari kenikmatan palsu
dunia untuk berpegang teguh pada kebenaran Islam yang memang semakin
berat ujiannya.

Jangan khawatir, para Nabi dan Rasul pendahulu kita sudah mengalami
hal-hal yang jauh lebih berat dari siapapun di zaman kini. Kalau mau
hidup nikmat, nanti di syurga. [www.hidayatullah.com]

*Penulis Wartawan dan guru madrasah

 

<<image001.gif>>

<<image002.gif>>

Kirim email ke