Asslmkm.Wr.wb.

Pak Djarot, ganti topik apa .... jangan dibelokkan soal kebinasaan 2/3 bumi lah ...
Saya jadi gathuk-gathukan Hadits (apa Qur'an ya?) yang bunyinya kira-kira,

".... di akhir zaman, tiada seorangpun bisa menyelamatkan orang lain. Seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, demikian sebaliknya; seorang tuan tidak dapat menolong budaknya, dsb. dsb. ..."

Cari slamet masing-masing gitu loh dan fenomena itu ada ... karena pegangannya adalah kepentingan.
Siapa bilang setiap orang tidak punya kepentingan?

Ganti topik aja Pak, misal ... Pemilu di Jatim gitu .....

Wass / Jaerony.-


----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, July 24, 2008 4:19 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-7988] KUNCI KEBAHAGIAAN SEORANG HAMBA



Ass. WW
Terlalu global, jadi perlu rincian yang jelas.
Contoh :
Ketika kematian bagai buduk kambing yang akan mengurangi jumlah penduduk
bumi 2/3 nya,  maka orang-orang yang berada di jalan yang lurus yaitu yang
memegang agama Islam sebagaimana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat
memegangnya yaitu yang berIslam sepaham dengan rangkaian peringatan yang
saya tuliskan tetap tenang-tenang saja. Tidak ada perasaan ketakutan sama
sekali karena semua itu toh sudah dikabarkan di hadits-hadits Nabi Muhammad
SAW . Ini hanyalah peralihan dari masa raja-raja yang memaksakan kehendak
ke masa kekhalifahan dengan manhaj kenabian yang tentu saja disambut
gembira oleh orang-orang yang berada di jalan yang lurus. Sebuah
kebahagiaan untuk ikut serta menciptakan tata dunia baru yang lebih adil
dimana pintu jihad fiisabilillah akan terbuka lebar dan berarti pintu pintu
surga melalui jalan tol mati sahid akan terbuka pula.

Wassalam
Djarot D.

alamat email: [EMAIL PROTECTED]



            "Wardi Bintang"
            <[EMAIL PROTECTED]
            docement.co.id>                                            To
                                      <[email protected]>
            07/24/2008 07:58                                           cc
            AM
                                                                  Subject
                                      [Ar-Royyan-7988] KUNCI KEBAHAGIAAN
            Please respond to         SEORANG HAMBA
            [EMAIL PROTECTED]
                   om









Sent: Thursday, July 24, 2008 7:56 AM
Subject: KUNCI KEBAHAGIAAN SEORANG HAMBA






KUNCI KEBAHAGIAAN SEORANG HAMBA

oleh Ibnul Qayyim -Rahimahullah-

Sesungguhnya pondasi kebahagian manusia ada tiga. Dan masing-masing
memiliki lawannya. Barangsiapa kehilangan salah satu dari tiga pondasi
tersebut dia akan mendapatkan lawannya :

Tauhid dan lawannya adalah syirik

Sunnah dan lawannya adalah bid’ah

Ketaatan dan lawannya adalah kema’siatan

Dan ketiga pondasi ini memiliki lawan yang sama, yaitu jauhnya hati dari
rasa harap kepada Allah Ta'ala dan terhadap janji-janji-Nya, dan dari rasa
takut kepada Allah Ta'ala dan ancaman-ancaman-Nya.

Sumber : Al Fawaaid hal 200


Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain
confidential and/or legally privileged information.
If you are not the
intended recipient (or have received this email by error), please notify
the sender immediately and delete this email.
Any unauthorized copying,
disclosure, or distribution of the material in this email is strictly
forbidden.
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke