27/07/2008 18:28 Harga Obat Harga Obat Naik Liputan6.com, Jakarta: Bagi Anda yang rutin mengonsumsi obat-obatan, sekarang harus siap mengeluarkan dana lebih. Pasalnya, harga obat di pasaran naik sebesar 20 hingga 30 persen. Ini dirasakan Nilawati. Sudah sebulan ia mengeluarkan dana ekstra untuk membeli obat-obatan yang dikonsumsi keluarganya. Bagi Nilawati, kenaikan harga obat yang cukup tinggi amat memberatkan. "Keberatan, karena naiknya sampai 30 persen," kata Nilawati di Jakarta, Ahad (27/7).
Tak hanya pembeli, pedagang juga mengeluh. Apalagi, kenaikan harga juga berdampak pada sepinya pembeli. "Menurun drastis, hampir 50 persen," kata Wiwid, pedagang obat. Tingginya harga bahan baku di pasaran internasional serta berkurangnya pasokan memaksa produsen obat menaikkan harga jual. "Mau tidak mau harga obat-obatan harus dilakukan penyesuaian," kata Anthony Sunaryo, Ketua GP Farmasi Indonesia. "Tentunya penyesuaian itu harus disesuaikan juga dengan daya beli masyarakat." Naiknya harga bahan baku obat-obatan terjadi sejak awal tahun ini. Ini setelah produsen Indonesia mengalihkan impor bahan baku dari Eropa dan Amerika Serikat ke Cina serta India. Namun, pasokan terhambat akibat perbaikan pabrik di kedua negara tersebut. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu.(BOG/Zwasty Andria dan Jhoni Akbar) http://www.liputan6.com/ekbis/?id=162901 Lantas, kenapa tidak mencoba resep Nabi, yang Insya Alloh lebih murah dari segi harga, dan manfaat nya tidak kalah dengan obat-obatan dari dokter ... Untuk lebih jelas, perlu baca buku dibawah ini : PILIH RESEP NABI atau RESEP DOKTER ? Penyakit merupakan suatu peristiwa kehidupan yang selalu menyertai perjalanan hidup manusia sejak Nabi Adam alaihi salam. Sejak dulu banyak orang memahami bahwa penyakit merupakan takdir Allah SWT yang menimpa manusia. Kalau penyakit merupakan takdir Allah SWT, lalu apa manfaat berobat? Sebuah pertanyaan yang mengusik. Dari sinilah landasan kita berpijak dalam memahami sehat, sakit, obat dan upaya pengobatan. Bagaimana konsep sehat, konsep sakit serta konsep pengobatan dari sisi Islam dapat Anda temukan di buku PILIH RESEP NABI atau RESEP DOKTER yang ditulis oleh seorang dokter, tepatnya dr. Sunardi.Di buku ini, dibahas bagaimana pengobatan pada masa Nabi Muhammad SAW, baik dari segi pencegahan maupun penyembuhan serta peran tabib (dokter) di akhir hidup Nabi. Di bab yang lainnya diungkapkan juga masa emas kedokteran Islam. Dalam buku ini, tepatnya di Bab 4 dibahas Ilmu Pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi), termasuk asal usul dari Thibbun Nabawi. Sedangkan di bab selanjutnya dibahas kedokteran Modern.Baru pada bab akhir, dibahas resep nabi atau resep dokter yang merupakan fokus dari buku ini. Dimana membahas antara lain, fenomena thibbun nabawi, back to nature, thibbun nabawi vs obat sintesis, apakah mungkin medis dan thibbun nabawi berpadu ? Seringkali medis dan thibbun nabawi didudukkan berseberangan. Medis menuding thibbun nabawi mendompleng hadits-hadits untuk menjual obat, sementara praktisi thibbun nabawi mengklaim obat-obat kimia adalah racun yang sengaja dibuat Yahudi. Padahal, semestinya keduanya tidak perlu dipertentangkan. Baik berobat memakai medis maupun thibbun nabawi, sama-sama halal.Lantas, bagaimana mendudukkan keduanya ? Sejauh mana kiprah ilmuwan Muslim dalam mewarnai perkembangan dunia medis modern ? Temukan jawabannya dalam buku ini, yang diterbitkan oleh AQWAM MEDIA, Cet I, Maret 2008. Harga buku tersebut hanya Rp 20.000,-.Berminat ?? Silahkan pesan ke saya. http://hace16.wordpress.com/2008/05/19/pilih-resep-nabi-atau-resep-dokter/

