Ass. WW

Karena banyak sekali orang di dunia saat ini  yang terjerumus dalam fitnah 
Dajjal sehingga menjadi orang zalim, maka prediksi Nostradamus bahwa 2/3 
penduduk bumi atau sekitar 4.232 milyar orang akan binasa sangat mungkin 
benar. Dan menurut ajaran Nabi Muhammad SAW 4.232 milyar orang ini 
tergolong zalim. Bersyukurlah bagi Banu Jawi yang telah terpilih sebagai 
umat adil dan pilihan karena dengan kemurahan Allah SWT  jumlah yang akan 
binasa sekitar 32 juta orang atau hanya sekitar 1/4 dari jumlah penduduk 
Jawa saat ini. Dan ini berarti saat ini ada sekitar 32 juta orang di atas 
tanah Jawa dinilai zalim berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW. 

Hal yang lebih menyedihkan terjadi di luar pulau Jawa dimana secara total 
akan kehilangan 2/3 dari jumlah penduduknya. Dengan menganggap pengurangan 
penduduk bumi itu berlaku proporsional maka sebagai misal Australia yang 
berpenduduk sekitar 24 juta orang akan kehilangan 16 juta penduduknya. 
Malaysia yang berpenduduk sekitar 30 juta akan kehilangan 20 juta 
penduduknya. Amerika Serikat yang berpenduduk 300 juta akan kehilangan 200 
juta orang penduduknya. Cina yang berpenduduk sekitar 900 juta orang akan 
kehilangan 600 juta penduduknya. 
Tetapi jika tidak terbagi secara proporsional, maka Cina yang sebagian 
besar komunis dapat saja kehilangan lebih banyak , misal lebih dari 800 
juta orang, Australia yang lebih banyak orang kafirnya atau non muslim 
akan kehilangan lebih dari 16 juta orang penduduknya sedang Malaysia 
peduduknya berkurang tidak sampai 15 juta orang. Berdasarkan kriteria yang 
telah disampaikan, maka kemungkinan pengurangan penduduk adalah tidak 
proporsional yang berarti bagi anda pemerintah yang cerdik dan pintar 
mengajari warganya untuk berusaha berada di jalan yang lurus akan dapat 
menyelamatkan penduduknya.

Karena banyak kepala negara kepala negara atau raja-raja yang memaksakan 
kehendak, maka akan banyak pula dari mereka yang akan diturunkan dari 
kekuasaannya dengan badai halilintar dan itu terjadi di awal almahamah. 
Yang menarik adalah justru Presiden Amerika Serikat mendapatkan jaminan 
keselamatan tidak diturunkan dari kekuasannya. 

Dajjal muncul setelah Imam Mahdi. Imam Mahdi muncul setelah Khalifah al 
Mahdi. Dan Khalifah al Mahdi muncul di tanah Jawa saat almahamah 
berlangsung. Nabi Isa as. turun setelah Dajjal muncul. Dengan melihat 
dunia sudah berada dalam genggaman ajaran Dajjal atau iblis, maka 
kemunculan Khalifah al Mahdi sebagai sang penyelamat umat manusia menjadi 
yang sangat dinantikan umat Islam. Sebagai seorang pemberi peringatan saat 
ini dan juga konsultan untuk proyek spektakuler yang tidak ada 
tandingannya di muka bumi sampai saat ini yaitu proyek almahamah, penulis 
berharap akan dapat ikut serta memfasilitasi kemunculan Khalifah al Mahdi. 
Nah anda semua yang berada di jalan yang lurus silahkan mencoba 
mengusulkan nama untuk dimunculkan sebagai Khalifah al Mahdi, barangkali 
penulis dapat membantu mempercepat kemunculannya dan tentu saja nama 
tersebut harus berasal dari suku Jawa dan harus orang yang berada di jalan 
yang lurus..

Wassalam

Djarot D
 

alamat email: [EMAIL PROTECTED]



"Agus Rasidi" <[EMAIL PROTECTED]> 
08/13/2008 02:53 PM
Please respond to
[email protected]


To
"MILIS DKM AL IKHLAS" <[EMAIL PROTECTED]>, "MILIS AR-ROYYAN" 
<[email protected]>
cc

Subject
[Ar-Royyan-8061] Menjalani Zaman Penuh Fitnah






Menjalani Zaman Penuh Fitnah

Oleh Ihsan Tandjung

Zaman yang sedang kita jalani dewasa ini merupakan zaman sarat fitnah.
Banyak pesan Nabi Muhammad shollallahu 'alaih wa sallam mengenai fitnah di
akhir zaman yang sangat cocok menggambarkan zaman yang sedang kita lalui
saat ini. Inilah zaman ketika giliran kemenangan di dunia bukan berada di
fihak ummat Islam. Ini merupakan zaman di mana Allah subhaanahu wa ta'aala
menguji orang-orang beriman. Siapa di antara mereka yang mengekor kepada
orang-orang kafir, siapa di antara mereka yang emas imannya dan bahkan 
rela
berjihad di jalan Allah subhaanahu wa ta'aala hingga meraih kemuliaan mati
syahid.
"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum 
(kafir)
itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan 
dan
kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat
pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan
orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai)
syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS Ali 
Imran140)
Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta'aala menegaskan bahwa adakalanya
ummat Islam memperoleh kemenangan dalam medan peperangan namun adakalanya
kaum musyrikin-kuffar yang menang. Ini merupakan perkara biasa dalam
kehidupan di dunia yang fana. Dunia merupakan tempat di mana segala 
keadaan
berubah silih berganti, tidak ada yang tetap dan langgeng. Kadang manusia
menang, kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Susah-senang,
sehat-sakit, kaya-miskin, terang-gelap, siang-malam, berjaya-terpuruk
semuanya silih berganti dan selalu bergiliran. Itulah dunia. Berbeda 
dengan
di akhirat nanti. Manusia hanya punya satu dari dua pilihan keadaan. 
Pertama
ia mungkin hidup abadi dalam kesenangan hakiki di dalam surga Allah
subhaanahu wa ta'aala. Atau sebaliknya, hidup kekal dalam penderitaan 
sejati
di neraka Allah subhaanahu wa ta'aala.
Sedemikian kelamnya zaman yang sedang kita jalani dewasa ini sehingga
seorang Ulama Pakistan yang sempat tinggal lama di Amerika menyebutnya
sebagai A Godless Civilization (Peradaban Yang Tidak Bertuhan). Ahmad
Thompson, seorang penulis muslim berkebangsaan Inggris menyebutnya sebagai
Sistem Dajjal. Ia mengatakan bahwa sejak runtuhnya Khilafah Islam
terakhir -sekitar 80-an tahun yang lalu- dunia didominasi oleh fihak 
kuffar.
Perjalanan ummat manusia semakin menjauh dari nilai-nilai Kenabian, ajaran
Islam. Berbagai sisi kehidupan diarahkan oleh nilai-nilai kekufuran 
sehingga
kondisinya saat ini sudah sangat kondusif untuk kedatangan fitnah paling
dahsyat, yakni fitnah Dajjal.
Semenjak runtuhnya kekhalifahan terakhir, ummat Islam menjadi laksana
anak-anak ayam kehilangan induk. Masing-masing negeri kaum muslimin
mendirikan karakter kebangsaannya sendiri-sendiri seraya meninggalkan dan
menanggalkan ikatan aqidah serta akhlak Islam sebagai identitas utama 
bangsa
Akhirnya tidak terelakkan bahwa ummat Islam yang jumlahnya di seantero
dunia mencapai bilangan satu setengah miliar lebih, tidak memiliki
kewibawaan karena mereka terpecah belah tidak bersatu sebagai suatu blok
kekuataan yang tunggal dan mandiri. Nabi Muhammad shollallahu 'alaih
wasallam sudah mensinyalir bahwa akan muncul babak keempat perjalanan 
ummat
Islam, yakni kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan (Raja-raja yang memaksakan
kehendak). Inilah babak yang sedang dilalui ummat dewasa ini.
Jangankan kaum muslimin memimpin dunia, bahkan mereka menjadi ummat yang
diarahkan (baca: dieksploitasi) oleh ummat lainnya. Inilah babak paling
kelam dalam sejarah Islam. Allah subhaanahu wa ta'aala gilir kepemimpinan
dunia dari kaum mu'minin kepada kaum kafirin. Inilah zaman kita sekarang. 
We
are living in the darkest ages of the Islamic history. Dunia menjadi
morat-marit sarat fitnah. Nilai-nilai jahiliah modern mendominasi 
kehidupan.
Para penguasa mengatur masyarakat bukan dengan bimbingan wahyu Ilahi,
melainkan hawa nafsu pribadi dan kelompok. Pada babak inilah tegaknya 
Sistem
Dajjal. Berbagai lini kehidupan ummat manusia diatur dengan Dajjalic 
values
(nilai-nilai Dajjal). Segenap urusan dunia dikelola dengan nilai-nilai
materialisme-liberalisme-sekularisme, baik politik, sosial, ekonomi, 
budaya,
medis, pertahanan-keamanan, militer bahkan keagamaan. Masyarakat kian
dijauhkan dari pola hidup berdasarkan manhaj Kenabian.
Dalam bidang politik ummat dipaksa mengikuti budaya -tanpa rasa malu dan
rasa takut kepada Allah subhaanahu wa ta'aala- di mana seorang manusia
menawarkan dirinya menjadi pemimpin, bahkan dengan over-confident
mengkampanyekan dirinya agar dipilih masyarakat. Sambil menebar setumpuk
janji kepada rakyat. Padahal Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam
bersabda:
"Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta pangkat kedudukan! Apabila kamu
diberi karena memintanya, maka hal itu akan menjadi suatu beban berat 
bagimu
Lain halnya apabila kamu diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka kamu
akan ditolong." (HR Muslim 9/343)
Sementara itu di bidang ekonomi dan keuangan ummat dipaksa tunduk pada 
tiga
pilar setan, yaitu Bunga Bank (baca: Riba), Uang Fiat (baca: uang kertas)
dan Money Creation yaitu sistem yang memberi kekuasaan pada bank untuk
melakukan proses penciptaan uang. Padahal Islam memiliki konsep yang 
sangat
baku tentang uang dan segala bentuk transaksi yang melibatkan uang. Bukan
hanya sebatas teori tetapi blue print keuangan Islam memang pernah
diwujudkan dalam bentuk nyata sejak masa awal ke-Khalifahan Islam dan
terbukti hasilnya berupa kemakmuran bagi seluruh rakyat. Itulah yang
diisyaratkan dalam Al-Qur'an sebagai dhzahab(emas) dan fidhdhoh(perak) dan
secara empiris berupa dinar dan dirham. Suatu jenis mata uang yang 
memiliki
intrinsic value serta aman dari inflasi.
Di bidang hukum ummat dipaksa tunduk pada nilai-nilai legal dan illegal
(baca: halal dan haram) berdasarkan hawa nafsu para law-makers. Kita bisa
menyaksikan suatu saat perilaku homoseksual dan lesbianisme dicap
illegal-haram namun pada lain waktu dianggap legal-halal. Padahal Allah
berfirman: "Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (QS Al-Maidah 44).
Bahkan sistem Dajjal mencap kebanyakan orang-orang beriman pejuang 
tegaknya
agama Allah subhaanahu wa ta'aala sebagai teroris. Dan menempatkan para
kriminal pelanggar berat HAM sebagai pimpinan negara-negara maju.
Di bidang pertahanan keamanan ummat dipaksa tunduk pada konsep ashobiyyah
(fanatisme kelompok). Angkatan militer berbagai negara dewasa ini dibentuk
untuk mempertahankan spirit right or wrong is my country. Barangkali 
selain
angkatan militer Hamas di Palestina, tak ada satupun kekuatan hankam yang
dibentuk dengan cita-cita menegakkan kalimat Allah atau mati syahid.
Kebanyakan prajurit militer modern menjadi budak jalur komandonya. Mereka
tidak pernah dibina untuk menjadi hamba Allah sejati. Allah subhaanahu wa
ta'aala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang 
mukmin
diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka 
berperang
pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)
janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran" (QS
At-Taubah 111)
Sedangkan seni dan budaya telah menjadi industri syahwat. Sangat langka
dijumpai produk di bidang ini yang bila dinikmati membawa manusia menjadi
lebih dekat dan mengingat Allah Yang Maha Indah. Hampir semua film, 
tontonan
nyanyian, tarian maupun novel menyeret manusia kepada pemuasan syahwat
semata tanpa pandang halal-haramnya.
Sungguh, nilai-nilai Dajjal (Dajjalic Values) telah mendominasi segenap 
lini
kehidupan ummat manusia dewasa ini. Sangat boleh jadi kedatangan oknum
Dajjal sudah sangat dekat. Sistem Dajjal telah memperoleh kekuasaan yang
cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui,
Dajjal (makhluk bermata satu) bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan 
yang
dinanti-nanti sebagaimana diisyaratkan dalam the great seal yang tergambar
di lembar uang satu dollar Amerika Serikat. Sekaranglah saatnya kita
bersikap dan memilih.
Apakah kita mau mengikuti genderang tarian mengawetkan babak keempat 
Sistem
Dajjal ini? Ataukah kita secara aktif mempersiapkan diri menyongsong babak
kelima, yakni babak Khilafatun 'ala Minhaj An-Nubuwwah (kekhalifahan
mengikuti pola Kenabian) sebagaimana disinyalir Nabi Muhammad shollallahu
'alaih wa sallam bakal menjadi babak lanjutan setelah babak penuh fitnah 
ini
berlalu?

sumber : Eramuslim

tambahan :

Kapan ya .... FKM se-BDB 2 mengadakan sebuah acara Tabligh Akbar (
koordinasi bersama Masjid se BDB 2 ) dengan mengundang Ustadz Ihsan 
Tanjung
? Sepanjang saya tinggal di BDB belum pernah ada acara Tabligh Akbar ( FKM 
)
yang ada hanya per Masjid / Musholla yang jamaahnya yang juga di kalangan
dimana Masjid / Mushola tersebut mengadakan. Maksudnya jarang misalnya
jamaah Al Ikhlas menghadiri acara di Masjid Ar-Royyan misalnya. Baru
bersama-sama, kalo ada acara Donor Darah 3 bulanan.
Gimana ????


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Ibnu Masud R.A. berkata bahwa Rasulullaah SAW. bersabda, Tidak halal darah
seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan
aku adalah utusan Allah kecuali karena salah satu dari tiga hal: berzina
padahal ia sudah menikah, membunuh orang, meninggalkan agamanya, dan
memisahkan diri dari jamaah. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

Kirim email ke