Saksikan nanti malam Debat Kandidat Calon Bupati Bogor di TVOne pukul 19.00
malam. Jangan sampai dilewatkan.
----- Original Message -----
From: "andi adi senopati"
Sent: Tuesday, August 19, 2008 11:52 AM
Iwan Fals : Saya Mau Anak Muda Untuk Presiden 2009
Apa kriteria presiden Indonesia di tahun 2009 mendatang? Semua warga
negera Indonesia pasti memiliki kriteria sendiri. Secara umum, calon
presiden mendatang harus memiliki visi kebangsaan, berpihak pada
rakyat, mampu menjawab tantangan jaman, kreatif dan mampu menyediakan
lapangan pekerjan dan dikehendaki rakyat. Adakah dari sekian banyak
calon yang ada sesuai dengan kriteria tersebut? Kalau bertanya pada
masing-masing calon pasti mengaku mereka mampu bertindak dan berbuat
seperti itu. Iwan Fals (47) penyanyi dan pencipta lagu memiliki
pandangan sendiri untuk calon presiden mendatang. Selain kriteria
tersebut di atas, ada satu tambahan syarat, yaitu usia harus muda
paling tidak sekitar 35 – 45 tahun. "Semakin muda semakin bagus, kaya
di Prancis. Jadi, aku tidak akan melarang siapa-siapa. Hanya, aku
mohon dengan sangat buat Ibu Megawati, Pak Amien Rais, Gusdur, Pak
Prabowo, Wiranto, SBY sekalipun yang tidak masuk hitungan itu, coba
renungkan lagi. Perlu menyelamatkan orang muda. Cara menyelamatkan
orang muda bagaimana? Biar mereka mengatur dirinya sendiri. Bagaimana?
Ya udah, kasih mereka kesempatan langsung, melakukan politik praktis.
Jadi Eksekutif, Yudikatif, atau Legislatif . Nah para sesepuh ini biar
yang mengwasi jalannay pemerintah. Jadi kalau ada esalahan maish punya
tempat untuk bertanya," ungkap pria kelahiran 3 September 1961 ini.
Masih menurutnya, mengurus Negara itu seperti menurus rumah tangga.
Pekerjaan-pekerjan atau persoalan-persoalan di rumah, untuk orang yang
usianya di atas 50 tahun pasti sudah malas. Mereka cenderung
menyerahkan kepada anak yang muda. "Kaya gini deh, saya aja umur 47
tahun udah malas nyetir. Kalau anak saya (Galang) masih hidup, pasti
dia yang saya suruh nyetir. Adapun dirumah, pekerjaan-pekerjaan
benerin genteng, pasti diserahin sama yang muda. Yang tua tinggal
ngawasin saja. Dari persoalan yang awam saja deh. Yang setiap hari
kita alami. Secara naluri kita menyerahkan kepada yang muda. Kenapa
kok di Politik kita tidak bisa seperti itu. Kalau dipimpin sama yang
muda akan jauh lebih kreatif. Kita punya sesepuh, kita punya orang tua
yang ngawasin dan kita punya anak muda yang ngejalanin,"papar pelantun
lagu Bongkar ini.
Kenapa mesti yang muda. Melihat tantangan zaman ke depan lebih berat,
maka perlu orang yang masih lincah dan kreatif. "Perkembangan dunia
begitu cepat. Apalagi, kalau ngomong globalisasikan, speednya,
kekuatannya. Kalau kita Cuma nerima-nerima saja, bisa diinjak-injk
negara lain. Kalau anak muda kan tidak. Begitu ada yang menggangu, eh
nanti dulu. Kalau umpamanya tadi yang disebutin itu masuk ( Mega,
Amien, Wiranto, SBY,dll), bisa jebol kita. Habis kita ga punya
apa-apa," ujar Iwan.
Iwan yakin. Jika anak-anak muda diberi kesempatan untuk memimpin
negeri ini, pasti akan banyak perubahan berarti. "Jadi Ibu Mega,
Gusdur, Wiranto, Amien Rais, Prabowo, gak ikutan, Mereka cuma ngawasin
yang muda-muda. Gagah benar. Apa sih yang mereka cari? Percaya deh
sama yang muda. Yang muda, gunakan kepercayaan itu sebaik-baiknya.
Pointnya, kalau bicara benar salah, nabi juga pernah bikin salah.
Orang tua juga bikin salah. Tapi, yang muda juga bisa punya prestasi
yang hebat. Buktinya sekarang, lomba-lomba kimia, fisika, olimpiade
itu masih muda-muda aku ingin yang senior-senior, besar hati. Bisa
menerima itu, dan jangan merasa disaingi dan juga tidak perlu lagi ayo
kita bertanding, walaupun umur segini masih bisa. Lho ngga, ini bukan
urusan itu. Emangnya walrus (Binatang yang hidupnya di pinggir
pantai). Kalau walrus, bagi yang muda harus melawan yang tua agar
turun dari batu.cukup ada kesadaran. Itulah artinya kemerdekaan. Salah
satunya presiden harus muda, umur 35 sampai 45 tahun.soal mengisi
kemerdekan, saya sebagai penyanyi ya bernyanyi yang benar, pokoknya
bekerja yang benar, sesuai dengan pekerjaan masing-masing, focus
dibidang masing-masing," ungkap Iwan.
Bukan hanya itu, Iwan juga berharap pada para koruptor untuk bertobat
"Yang korupsi-korupsi itu, jangan korupsi lagi. Kita tidak punya hak
untuk sombong. Harus kasih kesempatan yang muda untuk kerja, setengah
tua ngawasin, yang tua jadi sepuh atau guru bangsa. Jadi kita ga
kekurangan stok. Ingat tidak kalau dirumah. Orang tua kadang-kadang
seperti anak kecil. Orang tua kita sajalah, kalau dia kecewa sedikit
saja, waduh marahnya setengah mati. Kebayang ngga kalau tokoh ini
seperti itu. Berartikan bawahannya harus kasih laporan yang
senang-senang terus, supaya tidak kecewa. Jadi, ini bukan karena saya
ikut trend tapi, ini masalah hukum alam. Sekarang, bagi anak-anak yang
berumur 35 sampai 45 tahun, yang tadinya dijalan sebagai ujung tombak,
ngerahin masa, sekarang saatnya kalian untuk memimpin langsung
berhadapan," papar suami Rosana ini. Masih menurutnya, selain masalah
umur, syarat lainnya tidak melanggar hukum,punya niat baik unuk
mengelola bangsa ini. Kalau masalah track record kita kan tidak tahu
dan pasti partai politik punya mekanismenya. "Jadi, umur 35 sampai 45,
jangan jadi lapis keberapa. Langsung masuk ke pertama. Kalau perlu
bikin gol. Aku gak percaya kalau yang muda itu selalu bikin salah, dan
yang tua itu selalu sempurna. Kalau menempatkan diri pada tempatnya,
pasti asyik. Jadi kita harus berani buka ruang selebar-lebarnya buat
orang muda. Yang muda harus percaya diri, dan yang tua harus tahu
diri. Yang tua beri kesempatan yang muda. Bukan hanya kesempatan, tapi
dorong agar yang muda percaya diri. Bukan berarti aku tidak
menghormati yang tua. Tapi, justru karena aku menghormati yang tua,'
kata Iwan bersemangat.
source: http://www.iwanfals.co.id/news/view/id/31
--
Andi
Be a agent of change
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahwa seorang laki-laki berkata kepada
Nabi SAW., Berilah wasiat kepadaku, Nabi SAW. bersabda, Jangan marah.
Beliau mengulanginya beberapa kali dan bersabda, Jangan marah (Diriwayatkan
oleh Imam Bukhari)