Istiqamah Menuju Surga Sering kita jumpai seorang muslim yang gigih beribadah pada bulan Ramadhan atau pada saat menunaikan ibadah haji, namun dengan berlalunya masa dia berpaling dan meninggalkan ibadah serta amal tersebut. Lalu, bagaimana hukumnya bagi orang tersebut ? Mengapa hal itu bisa terjadi ? Adakah jalan yang harus ditempuh seorang muslim agar tetap beristiqamah setelah berlalunya waktu-waktu yang ulama tersebut ?
Banyak orang yang hadir dalam khutbah, pelajaran, ceramah dan daurah tentang pentingnya istiqamah beramal shalih. Betapa pentingnya kita beristiqamah dalam suatu amal setelah melewati saat dan tempat yang di dalamnya terdapat kemuliaan serta keutamaan. Mereka banyak membicarakan tentang pentingnya menjaga keistiqamahan, baik di dalam bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan, di masjid-masjid, ketika bersama orang-orang shalih atau pada saat kita sendirian. Benar, kita tidak akan menuntut diri memiliki jiwa yang teguh sebagaimana pada bulan Ramadhan. Karena memang sesungguhnya pada bulan Ramadhan tersebut terdapat hembusan keimanan dan nuansa ibadah yang sangat kental. Akan tetapi, minimal kita dapat terus melakukan kewajiban dan meninggalkan hal yang diharamkan serta berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan untuk menjalankna ibadah sunnah dan meninggalkan yang makruh. Allah memerintahkan kita beramal hingga akhir hayat. Dia tidak memerintahkan kita beramal hingga berakhirnya waktu atau tempat. Kita wajib bertaqwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Hendaknya kita beristiqamah beribadah dan taat di setiap waktu, tempat dan bersama siapa saja. Beberapa hal diatas mendorong Riyadh Abdurrahman bin Al-Huqail menulis sebuah buku yang terjemahannya berjudul Istiqamah Menuju Surga, yang kemudian dari buku asli (penerbit Dar Ibnu Khuzaimah, Arab Saudi) diterbitkan oleh Tasnim. Buku terjemahan ini di murajaah oleh Abu Islama Imanuddin Sy, Lc. Penulis ingin menguatkan dan mengokohkan pemahaman umat terhadap satu kalimat yang seharusnya menjadi obat terhadap semua permasalahan umat, yaitu Istiqamah. Apa makna istiqamah ? Seberapa penting beristiqamah ? Mengapa sebegitu penting beramal shalih harus dibarengi dengan istiqamah ? Bagaimana pula pemahaman para salaf umat ini terhadap makna Istiqamah dan pengamalannya ? Resep apa agar kita mampu beristiqamah ? Apa saja faedah dan pengaruh Istiqamah bagi kehidupan dunia dan akhirat ? Apa saja akibat bila tidak istiqamah ? Amalan-amalan dan sarana apa saja agar dapat istiqamah ? Dan masih banyak lagi dibahas di buku ini. Buku setebal 241 halaman ini penting dan perlu Anda miliki dalam upaya mengetahui seberapa pentingnya beristiqamah dan bagaimana agar kita mampu beristiqamah. Apa hubungannya keikhlasan kepada Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, menimba ilmu syar'i serta mempelajari Kitabullah dengan istiqamah. Ya Allah, teguhkan hati kami dalam ketaatan kepada-Mu dan anugerahkan kami istiqamah dalam agama-Mu hingga kematian datang menjelang. Ya Allah, bahagiakan hidup kami dan jadikan Telaga Nabi bagian kami. Jangan larang kami menatap indahnya WajahMu. Segala puji bagi-Mu dan shalawat bagi Rasul-Mu. Maha Suci Engkau. Kami bersaksi tiada rabb selain-Mu. Kami memohon ampunan-Mu dan bertaubat atas segala dosa. Amin ya robbal Alamin. Buku Istiqamah Menuju Surga Harga buku : Rp 32.000,- ( Wilayah Perumahan Bojong Depok Baru bebas ongkos antar ). Yang berminat, bisa menghubungi saya via email atau SMS ke 0819 3215 5694. wassalamu 'alaikum wr.wb. AGus rasidi

