dari milis sebelah.
Bang Amir: Ustadz, boleh saya tanya sesuatu ?
Pertanyaan bang Amir ini, menghilangkan keheningan halaqoh dengan ustadz
Ahmad pagi itu. Ramadhan tahun ini San Francisco dan BayArea kehadiran
ustadz Ahmad dari Indonesia.
Ustadz Ahmad : iya silakan, memang sekarang kita sedang masuk ke session
tanya jawab. Silakan bang Amir.
Bang Amir : Ustadz saya selalu mendengar orang mengucapkan Rumahku adalah
Surgaku. Saya sendiri tidak merasakannya seperti itu ustadz.
Sebenarnya bagaimana caranya menjadikan Rumahku adalah Surgaku itu ustadz ?
Ustadz Ahmad : Apakah bang Amir selalu membaca Al-Qur'an ?
Bang Amir : Iya ustadz, di bulan Ramadhan ini kami giat membacanya ustadz.
Malah kami sering qiyamullail juga. Dan anak-anak kami, 9 orang, juga
sering melakukannya bersama-sama kami.
Ustadz Ahmad : Alhamdulillah anak bang Amir banyak sekali, semoga banyak
rejeki bang. Apakah bang Amir punya pembantu ?
Bang Amir : Waduh ustadz, di Amerika tidak ada pembantu, harus kita kerjakan
sendiri semuanya, ustadz.
Ustadz Ahmad : Apakah bang Amir sering ke dapur membantu istri memasak ?
atau cuci piring ?
Bang Amir : Kadang-kadang ustadz, kalau lagi sempat dan ada waktu.
Ustadz Ahmad : Kalau begitu mulai hari ini, bersih dapur dan cuci piring
adalah tugas utama bang Amir.
Biarkan istri bang Amir yang tetap masak, sekali-kali bang Amir bantu masak
juga boleh. Tapi ingat bersih-bersih dapur adalah tugas bang Amir Yang
penting jaga agar dapur tetap bersih dan mengkilap.
Bang Amir: Ustadz, pertanyaan saya tentang Rumahku adalah Surgaku, bukan
masalah dapur ustadz.
Ustadz Ahmad : Iya saya paham, coba lakukan dulu beberapa hari, nanti kamu
akan tahu bagaimana merasakan Rumahku adalah Surgaku.
Beberapa hari kemudian berlalu, bang Amir menghadiri kembali halaqoh ustadz
Ahmad.
Bang Amir : Ustadz Ahmad, jazakallah atas nasehatnya beberapa hari yang
lalu. Saya benar-benar sekarang merasakan apakah itu Rumahku adalah Surgaku.
Istri ku sekarang selalu senang dan riang!!!! Dan yang jelas selalu full
smile, ustadz !!! Sekarang saya benar-benar merasakan Dapurku adalah
Surgaku. Luar biasa ustadz. Saya bersyukur dapat istri yang solehah, ustadz.
Ustadz Ahmad : Itulah bang, yang kecil kadang tidak kita perhatikan.
Tapi dari yang kecil itulah sebenarnya sumber nikmat dari Allah yang
tiada terhingga.
Kalau istri bang Amir bahagia, maka bang Amir akan menemukan rumah bagaikan
surga di dunia. Surga dunia ini dapat kita rasakan kalau istri kita bahagia
di rumah, bang. Kalau mereka sedih, stress dan tertekan, maka jangan
harapkan rumahku adalah surgaku, bang. Dan satu lagi, kalau istri abang
bahagia di rumah bersama abang, maka abang telah membuat istri abang menjadi
lebih solehah, dan itu nikmatnya akan jatuh ke abang juga.
Bang Amir, nanti suatu ketika bang Amir akan merasakan juga yang lebih
dahsyat dari Dapurku adalah Surgaku, yaitu Toiletku adalah Surgaku !!!
Selamat berjuang bang !!!!
Saudaraku, sudah berapa lama kita berinteraksi dengan istri kita di
rumah ?
Terkadang kita lupa dengan peran mereka di kehidupan kita, menganggap
mereka bagaikan pembantu rumah tangga yang harus mengurus anak-anak di
rumah, memasak dan membersihkan dapur.
Mereka bukanlah pembantu rumah tangga, akan tetapi mereka adalah makhluk
Allah yang luar biasa di dunia ini, yang Allah diciptakan hanya untuk mu
seorang, amin.
Saudaraku, di bulan Ramadhan yang ke-11 ini, selain kita giat membaca
Alquran dan Qiyamul lail, marilah kita bantu mereka menyelesaikan
tugas-tugas amal solehnya, semoga kelak kita bisa berkumpul dengan mereka di
surga-Nya. Amin.
Martinez, 11 Ramadhan 1429
Yusuf
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Abu Said al-Khudriy r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda,
Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan
tangannya; jika tidak sanggup maka dengan lisannya; dan jika tidak sanggup juga
maka dengan hatinya. Itu adalah selemah-lemahnya iman. (Diriwayatkan oleh Imam
Muslim)