Senin, 15/09/2008 13:25 WIB
21 Orang Tewas, Pembagi Zakat Diamankan Polisi
Edy Ryanto - detikNews

Pasuruan - Lokasi pembagian zakat di rumah pengusaha H Syaikon di kawasan RT 
III RW IV Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Pasuruan di-polici line 
oleh kepolisian. Pembagian zakat pun langsung distop dan H Syaikon digelandang 
ke kantor polisi. ketika massa tak terkendali saat berebut.

"Kita baru memeriksa belum ada hasil apapun," kata Kasat Reskrim Polresta 
Pasuruan, AKP Adu Sunarto kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin 
(15/9/2008) siang.

Dari pantauan detiksurabaya.com sejak pagi di lokasi pembagian zakat, memang 
tidak terlihat petugas kepolisian berjaga saat warga berjubel di lokasi rumah H 
Syaikon. Warga sejak pagi memang sudah antre di rumah pengusaha jual beli mobil 
ini.

Namun sayangnya, suasana pembagian zakat akhirnya berlangsung ricuh ketika 
massa saling berebut untuk mendapatkan zakat yang nilainya Rp 40 ribu untuk 
setiap kepala ini. Akibat tak terkendali, warga banyak yang terjatuh dan 
terinjak-injak. 21 orang tewas dalam insiden ini. Seluruh jenazah dibawa ke 
kamar mayat RS R Soeadarsono, Purut.(fat/gik)

---------------

Senin, 15/09/2008 13:19 WIB
Berebut Zakat di Pasuruan
21 Orang Tewas, Keluarga Korban Histeris di RS
Edy Ryanto - detikNews

Pasuruan - Suasana di kamar mayat Rumah Sakit R Soedarsono Purut Pasuruan, Jawa 
Timur, cukup mengharukan. Keluarga dari 21 korban tewas yang berebut zakat tak 
mampu mengendalikan emosinya ketika melihat jenazah kerabatnya.

Keluarga Timyati warga Desa Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Pasuruan, Supiah 
(40) terlihat histeris. Supiah tak henti-hentinya menangis dan berteriak-teriak 
saat menyaksikan Timyati sudah terlentang kaku tak bernyawa.

"Waduh maeng wis tak kandani ga usah mrono, wong oleh mek titik ae (Waduh, tadi 
kan sudah dikasih tahu tidak usah ikut-ikutan. Kan dapatnya cuman dapat 
sedikit-red)," teriak Supiah meratapi kepergian kerabatnya, Senin (15/9/2008).

Hal yang sama terlihat oleh keluarga-keluarga korban yang tewas. Mereka 
terlihat histeris bahkan ada yang tidak mampu menghadapi kenyataan. Tak sedikit 
yang bergulung-gulung di lantai rumah sakit sambil meronta-ronta. Yang lainnya 
berusaha menenangkan.

Selain keluarga, sekitar kamar mayat juga dijubeli warga yang ingin menyaksikan 
peristiwa memilukan tersebut.(fat/gik)

---------------

Senin, 15/09/2008 13:14 WIB
Gus Choi: 20 Orang Tewas, Pembagi Zakat Harus Bertanggung Jawab
Muhammad Nur Hayid - detikNews

Jakarta - Sungguh naas nasib 20 fakir miskin yang meninggal karena saling 
berdesakan saat menerima zakat di rumah seorang pengusaha Pasuruan, Jawa Timur. 
Muzaki (orang yang membagikan zakat) itu harus bertanggung jawab atas tragedi 
mengenaskan ini.

"Kita menghargai betul semangat untuk menjalankan ajaran agama. Tetapi karena 
sudah masuk dalam wilayah hukum, ya yang menyelenggarakan harus bertanggung 
jawab," ujar Ketua FKB Effendi Choirie kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, 
Jakarta, Senin (15/9/2008).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Choi ini, kalau tidak ada acara pemberian 
zakat yang diselenggarakan di rumah itu, maka tidak akan ada yang tewas. 
Seharusnya para muzaki (orang yang memberi zakat) mencontoh Umar bin Khattab 
dalam pembagian zakat.

Pemberi zakat seharusnya tidak mengundang fakir miskin untuk datang ke 
rumahnya. Tetapi harus memberikan langsung ke orang yang berhak dengan cara 
mendatangi fakir miskin itu ke rumahnya.

"Kami bisa memahami semangat dan niatnya yang baik untuk melaksanakan perintah 
zakat. Tetapi kalau caranya salah, itu bisa buat masalah seperti sekarang. 
Harusnya para agniya (orang kaya) dan para muzaki (orang yang berzakat) itu 
mencontoh Saydina Umar (Umar bin Khattab) dalam pembagian zakat dengan cara 
mendatangi rumah mustahiq (penerima zakat)," ujarnya.

Gus Choi mengatakan, dengan cara memanggil dan mengumpulkan orang, hanya 
semakin menjatuhkan harkat dan martabat para fakir miskin. Selain itu juga 
cenderung menjadi alat untuk riya karena akan menarik perhatian banyak orang 
secara terbuka.

"Sekarang bagi zakat seperti itu hanya menjatuhkan martabat para fakir. Sudah 
miskin dimiskinkan lagi dengan cara seperti itu. Unsur riyanya juga tampak 
karena ada unsur publisitas," tandasnya.(gus/iy)

---------------

Senin, 15/09/2008 13:11 WIB
Korban Tewas Akibat Berebut Zakat di Pasuruan Jadi 21 Orang
Edy Ryanto - detikNews

Pasuruan - Kamar mayat RS Soedarsono Pasuruan cukup sibuk. Sebab korban tewas 
imbas dari berebut zakat di rumah pengusaha H Syaikon di kawasan RT III RW IV 
Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, terus berdatangan. Hingga pukul 12.45 
WIB, korban bertambah 1, jadi korban keseluruhan menjadi 21 orang.

"Korban sampai sekarang menjadi 21 orang. Sekarang pihak kepolisian dan rumah 
sakit masih melakukan penyelidikan," kata Kepala Kamar Jenazah RS R Soedarsono, 
Eko kepada detiksurabaya.com di kamar mayat, Senin (15/9/2008).

Sebelumnya, sekitar 5 ribu warga Kota Pasuruan dan sekitarnya mengantre 
pembagian uang zakat sebesar Rp 40 ribu yang dilakukan H Syaikon. Warga 
mengantre sejka pukul 04.00 WIB pagi tadi di rumah Syaikon di kawasan RT III RW 
IV Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Semula warga pingsan karena berdesak-desakan. Namun pukul 11.00 WIB, puluhan 
warga dilarikan ke RS R Soedarsono karena kehabisan oksigen. Namun akhirnya, 
mereka yang terluka itu tewas. Hingga sekarang di kamar mayat terdapat 21 
orang. 9 orang teridentifikasi.(fat/gik)

---------------

Senin, 15/09/2008 12:50 WIB
9 dari 20 Korban Tewas Rebutan Zakat di Pasuruan Teridentifikasi
Edy Ryanto - detikNews

Pasuruan - Dari 20 orang yang tewas saat berebut zakat di Pasuruan, Jawa Timur, 
9 di antaranya berhasil diidentifikasi. Suasana di kamar mayat RS R Soedarsono 
Purut Pasuruan, Senin (15/9/2008) pun diwarnai hujan tangis keluarga korban.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di kamar jenazah pukul 12.10 WIB, 
nama ke-9 korban tewas tersebut adalah:

   1. Yuliatin warga Tekel Kota Pasuruan
   2. Timyati warga Gadingrejo Pasuruan
   3. Waginah warga Jalan Imam Bonjol Pasuruan
   4. Farida warga Tambaan Pasuruan
   5. Yanti warga Kebon Jaya Pasuruan
   6. Satusah warga Ngemplakrejo Pasuruan
   7. Aisyah warga Kota Pasuruan
   8. Chotijah warga Kota Pasuruan
   9. Satumah warga Kota Pasuruan

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika seorang pengusaha, H Syaikon 
membagi-bagikan zakat di kediamannya di kawasan RT III RW IV Kelurahan 
Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Sayangnya niat mulia itu 
berujung duka. Ribuan warga tak terkendali saat zakat dibagikan. Korban tewas 
karena terinjak-injak.(fat/gik)

---------------

Senin, 15/09/2008 12:50 WIB
Insiden Zakat Pasuruan
MUI Imbau Pembagian Zakat Lewat Organisasi Profesional
Hestiana Dharmastuti - detikNews

Jakarta - Sedikitnya 20 orang tewas terinjak-injak saat berebut zakat di 
Pasuruan, Jawa Timur. MUI mengingatkan agar pembagian zakat sebaiknya 
diserahkan kepada organisasi profesional.

"Innalilahi wa innailaihi ro'jiun. Saya hanya mengingatkan pembagian zakat 
hendaknya diserahkan kepada organisasi profesional atau setidak-tidaknya 
diantisipasi agar jangan sampai menimbulkan dampak buruk apalagi menimbulkan 
kehilangan jiwa bagi dhuafanya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
Amidhan kepada detikcom, Senin (15/9/2008).

Menurut dia, insiden Pasuran tersebut dapat membawa citra negatif dari lembaga 
zakat dan citra agama Islam.

"Padahal itu maksudnya membangun kebersamaan. Tetapi karena cara tidak 
profesional justru menimbulkan dampak buruk," ujarnya.

Amidhan meminta aparat kepolisian untuk meneliti dan menangani peristiwa itu.

"Ini harus diusut. Kemungkinan ada unsur-unsur kesengajaan maka itu tidak lain 
kriminal. Maksud berzakat kan positif tetapi gelombang massa yang banyak tidak 
diantisipasi," kata Amidhan.

Jadi siapa yang bertanggung jawab? "Kelalaian dari pihak mendistribusikan tidak 
profesional. Tahun lalu sudah terjadi meski tidak ada korban jiwa seharusnya 
menjadi pelajaran," sahut Amidhan.

Sekitar 5 ribu warga Kota Pasuruan dan sekitarnya mengantre pembagian uang 
zakat sebesar Rp 40 ribu yang dilakukan H Syaikon di kawasan RT III RW IV 
Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo.  Fakir miskin tersebut mengantre 
sejak pukul 04.00 WIB. 20 Korban tewas karena terinjak-injak dan belasan 
lainnya pingsan.(aan/nrl)

---------------

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah beriman seseorang di antara kalian, 
sehingga aku lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan dari semua 
manusia. (HR. Muslim).

Kirim email ke