Pemerintah bisanya cuma turut bela sungkawa. 

        -- A. Yahya Sjarifuddin

Senin, 15/09/2008 17:57 WIB
Menag: Insiden Zakat Cermin Warga Kurang Percaya Amil
Novia Chandra Dewi - detikNews

Jakarta - Pemerintah lewat Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni
menyampaikan bela sungkawa atas insiden pembagian zakat di
Pasuruan, Jawa Timur yang menewaskan 21 orang. Maftuh mengakui
masih kurangnya kepercayaan masyarakat pada lembaga amil zakat.

"Memang pada dasarnya semua adalah keinginan dari si pemberi
zakat pada lingkungan. Selain itu juga adanya rasa kepercayaan
pada amil zakat yang kurang," ujar Maftuh Basuni mengomentari
penyebab insiden tersebut saat menggelar jumpa pers di kantornya,
Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2008).

Berikut pernyataan dan wawancara dengan Menag selengkapnya:

Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa
yang terjadi di Pasuruan hari ini pada saat pembagian zakat oleh
seorang yang bernama Syaikon dan mengorbankan sekurang-kurangnya
21 orang.

Kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya beliau mau
menyerahkan zakatnya pada badan amil zakat. Sungguh sangat
disayangkan bahwa kejadian ini terjadi pada saat kita menjalankan
ibadah puasa. Karena itu pemerintah bersimpati pada keluarga
korban yang meninggal. Mudah-mudahan Allah SWT memberi tempat
yang sebaik-baiknya buat mereka.

Apakah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga para korban?

Kita belum melangkah ke sana karena ini terlalu mendadak.

Kenapa sampai terjadi insiden seperti itu? Apa hal tersebut
disebabkan ketidakpercayaan masyrakat pada lembaga amil zakat?

Memang pada dasarnya semua adalah keinginan dari si pemberi zakat
pada lingkungan. Selain itu juga adanya rasa kepercayaan pada
amil zakat yang kurang.

Karena itu pada hari ini dan ke depannya saya memerintahkan pada
kakanwil untuk bisa mensosialisasikan (amil zakat). Di samping
itu kita juga meminta pada badan amil zakat agar mereka bisa juga
membuktikan bahwa dirinya bisa dipercaya.

Memang pada dasarnya ada kecendrungan untuk tidak percaya pada
beberapa badan amil zakat. Tapi jujur saya katakan dari
keterangan Baznas yang saya peroleh, sekarang sudah banyak
kemajuan yang mereka dapatkan.

(rdf/iy)

-----------------------

Senin, 15/09/2008 21:15 WIB
Insiden Pembagian Zakat
Pamer di Tengah Munculnya Banyak Amil
Deden Gunawan - detikNews

Jakarta - Dua puluh satu orang tewas akibat pembagian zakat yang
dilakukan seorang dermawan di Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini
membuat sejumlah kalangan merasa prihatin. Pembagian zakat yang
seharusnya bisa meringankan beban kaum duafa justru berbuah
petaka.

Pembagian zakat yang menuai musibah umumnya terjadi saat digelar
anggota masyarakat secara perorangan. Penyebaran zakat dengan
mengundang kaum duafa ini sekarang banyak dilakukan sebagian
kalangan masyarakat. Apa alasannya? Menurut Menteri Agama (Menag)
Maftuh Basyuni, pemberian zakat oleh masyarakat mampu di
wilayahnya karena masih kurangnya kepercayaan kepada amil zakat.

Untuk itu, Maftuh berjanji akan memerintahkan kepala kanwil untuk
menyosialisasikan peran amil zakat. "Di samping itu kita juga
meminta pada badan amil zakat agar mereka bisa juga membuktikan
bahwa dirinya bisa dipercaya," jelas Mahfud dalam sebuah jumpa
pers.

Dijelaskannya,  pada dasarnya ada kecendrungan untuk tidak
percaya pada beberapa badan amil zakat. Padahal, ujar Maftuh,
berdasarkan laporan Baznas yang diperolehnya, saat ini badan amil
sudah mengalami banyak kemajuan.

Dalam urusan zakat, pemerintah telah mengeluarkan UU Zakat No. 38
Tahun 1999 dan Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor
D/291 Tahun 2000, tentang pedoman teknis pengelolaan zakat, serta
diikuti dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 373
Tahun 2003 tentang pelaksanaan UU Zakat No. 38.

Tapi kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din
Syamsudin, masalahnya bukan di situ. Sebab saat ini banyak  orang
kaya yang hanya ingin pamer atau riya dengan mengundang para
mustahiq ke rumahnya untuk dibagikan uang. "Padahal serahkan saja
ke amil zakat. Toh pahalanya juga sama. Tidak ada risiko rusuh,"
ujar Din Syamsudin saat dihubungi detikcom

Seandainya si pemberi zakat memang ingin menyerahkan langsung ke
mustahiq (penerima zakat), imbuh Din, mereka sebaiknya mendatangi
langsung ke mustahiq. Bukan mengundang mereka yang kemudian
berpotensi menimbulkan kerugian.

Tapi, sekalipun  harus mengundang, ujar Din, pemberi zakat
seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Misalnya
diadakan di tanah lapang yang luas, serta calon penerima
diberikan kupon. Sehingga potensi saling berdesakan para penerima
zakat bisa dihindari.

Dalam penyebaran zakat, Ketua Umum PP Muhammadiyah ini
menuturkan, penyerahan zakat hendaknya berdasarkan wilayahnya.
Tiap-tiap daerah mempunyai orang kaya dan orang miskin. Dan
diharapkan dengan penyebaran di wilayah masing-masing. Bila di
satu wilayah merasa kelebihan baru bisa memberikan ke wilayah
lain. Sehingga penyalurannya bisa tertib dan kemanfaatannya jadi
jelas.

Untuk itu  Din berharap, masyarakat mau memanfaatkan
lembaga-lembaga amil zakat yang telah ada. "Seharusnya kita
mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sudah
banyak orang miskin yang meninggal karena berebut zakat di
beberapa tempat," kata dia.

Permintaan yang sama juga dikatakan Ketua Umum Badan Zakat
Nasional (Baznas) Didin Hafidhudin. Menurut dia, sesuai petunjuk
Al-Quran di surat At Taubah ayat 60 dan 103 dan beberapa hadits
nabi disebutkan, zakat seharusnya disalurkan melalui amil zakat
yang amanah dan profesional.

"Musibah di Pasuruan terjadi karena para muzakki atau pemberi
zakat selalu ingin menyerahkan bantuannya secara langsung," kata
Didin melalui keterangan persnya.

Didin juga menambahkan, inti dari zakat adalah untuk meningkatkan
kesejahteraan fakir miskin secara berkesinambungan, sehingga
pembagiannya pun tidak bisa dilakukan sembarangan. "Zakat
bukanlah memberi makan sehari atau dua hari," ungkapnya.

Didin pun  meminta kepada para muzakki untuk menyalurkan zakatnya
melalui Baznas supaya insiden Pasuruan yang memakan korban jiwa
kaum duafa tidak terulang lagi.(ddg/asy)

-------------


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahwa Abdurrahman bin Shakhr berkata: 
Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, Apapun yang saya larang untuk 
kalian lakukan, jauhilah; dan apapun yang saya perintahkan untuk kalian 
lakukan, kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan 
orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan 
mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Kirim email ke