Kamis, 18/09/2008 16:18 WIB
Tips Agar Tak Tertipu Beli Daging
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Agar tidak tertipu membeli daging yang tidak layak
konsumsi, ada tips dari Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan
Kelautan DKI Jakarta Edi Setiarto. Tips sederhana ini barangkali
berguna.

Sepertio disampaikan Edi Setiarto ketika dihubungi detikcom,
Kamis (18/9/2008), intinya, jangan tergiur dengan harga murah.

Kalau daging sapi, jangan percaya jika ada penjual yang menjual
dengan harga di bawah Rp 50 ribu per kilogram.

"Ongkos produksi daging di atas Rp 55 ribu, kecuali daging beku
bisa Rp 51 ribu," jelas Edi.

Jika itu daging ayam, harus curiga dengan daging yang harganya di
bawah Rp 10 ribu per ekor. Karena, ongkos produksinya jauh di
atas itu, yaitu Rp 21 ribu sampai Rp 25 ribu. "Harga ayam
hidupnya saja Rp 17 ribu," tandas dia.(nwk/iy)

http://www.detiknews.com/read/2008/09/18/161812/1008608/10/tips-agar-tak-tertipu-beli-daging

---------

Kamis, 18/09/2008 16:06 WIB
Jaksel Rawan Ayam Suntik, Jakbar Rawan Daging Sampah
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta
sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) daging yang tidak layak
konsumsi di 100 pasar tradisional dan modern. 3 Wilayah di DKI
rawan adanya daging yang tidak layak konsumsi.

Setidaknya hasil dari sidak Dinas Pertanian dan Peternakan DKI
sejak 28 Agustus 2008 menunjukkan kerawanan itu. Sidak akan
dilaksanakan sampai lebaran.

"Jadi rintangan yang ada kelihatannya Jakarta Pusat dan Jakarta
Timur tidak menemukan hasil. Tidak ada temuan yang kira-kira
perlu ditindaklanjuti," ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan,
dan Kelautan DKI, Edi Setiarto ketika dihubungi detikcom, Kamis
(18/9/2008).

Di Jakarta Selatan, imbuh Edi, berhasil disita 20 alat suntik dan
pompa yang digunakan untuk menggembungkan ayam dengan air. Di
Jakarta Barat ditemukan daging sampah atau daging daur ulang.

"Di Jakarta Utara sama dengan Jakarta Selatan. Ditambah daging
yang dicurigai dari (pemeriksaan) laboratorium," kata dia.

Pihaknya, imbuh Edi, mewaspadai tiga hal dalam penjualan daging
hewan di DKI. Yaitu, daging celeng, daging gelonggongan dan
penyakit hewan yang menular pada manusia.

"Pertama daging celeng, kalau dulu pemalsuan dari daging celeng,
ini tidak ditemukan. Daging gelonggongan tidak ditemukan, dan
penyakit berbahaya terkendali," kata dia.

Menurut dia, untuk mencegah daging yang tidak layak konsumsi
masuk DKI, Dinas Peternakan mensyaratkan hewan tersebut harus
memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat
Keterangan Asal Hewan. Sampai saat ini, tidak ada daerah tertentu
yang dilarang memasok daging ke Jakarta.

"Sampai sekarang masih aman," ujar Edi.(nwk/iy)

http://www.detiknews.com/read/2008/09/18/160607/1008603/10/jaksel-rawan-ayam-suntik-jakbar-rawan-daging-sampah

        -- A. Yahya Sjarifuddin


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW juga menegaskan, bahwa Allah SWT dalam hadist Qudsi berfirman, 
Tidaklah ada balasan bagi seorang hambaKu bila aku dipanggil orang yang di 
cintainya dari dunia, lalu ia bersabar dan memohon balasan (kepada-Ku) kecuali 
baginya adalah surga. (HR. Bukhori dari Abu Hurairah).

Kirim email ke