Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika
Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah
Adalah lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan
Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di
Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh
Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat
menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh
Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.
***
Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429
Seorang dokter wanita Amerika sampai kepada suatu kebenaran/kepastian yang
disebutkan Al-Qur’an Al-Karim dan dijelaskan Rasul Saw lebih dari 14 abad
silam. Kebenaran tersebut ialah bahwa di dalam madu lebah terdapat kandungan
obat untuk manusia.
Pengobatan terhadap penyakit diabetes merupakan bagian manfaat medis yang
luar biasa yang terkandung dalam madu lebah yang sudah menjadi rekomendasi
dalam dunia kedokteran Islam. Yang baru dari penemuan tersebut ialah bahwa
kalangan ilmuan Amerika merekomendasikan keharusan merujuk (mejadikan
referensi) kepada warisan Islam terkait dengan pengobatan melalui madu
lebah.
Pada tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami
kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Saat
kecelakaan itu dia sudah menderita penyakit diabetes. Sebab itu, luka yang
dideritanya tidak kunjung sembuh kendati sudah mengkonsusmsi berbagai obat
dan anti biotic. Kondisi seperti itu dia alami selama delapan bulan.
Setelah melihat kondisi lukanya yang tak kunjung membaik, maka Dr Jennifer
Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk
menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka. Setelah
beberapa bulan melakukan pengabotan dengan madu lebah tersebut luka kaki
Catherina Hulbert-pun sembuh total. Kasus tersebut menyebabkan Dr Jennifer
Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter Keluarga di
wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus pengobatan melalui madu
lebah.
Dr Jennifer juga menjelaskan, sebelumnya dia juga pernah mengobati salah
seorang pasien diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah
berbagai pengobatan yang dijalankan sang pasien mengalami kegagalan. Dr
Jennifer juga menambahkan bahwa terbuktilah sudah di kalangan para ahli
medis bahwa mengobati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki
manfaat yang banyak, khususnya bagi para pengidap penyakit diabetes di dunia
saat ini jumlah mereka mencapai sekitar 200 juta orang. 15 % dari mereka
mengalami sampai ke tingkat “tukak” (membusuk) sebagai akibat dari hilangnya
rasa di kaki mereka.
Sedangkan persentase operasi amputasi bagi para penderita diabetes secara
internasional diperkitakan terjadi setiap setengah menit satu kali. Adapun
biaya operasi amputasi di Amerika saja mencapai USD 11 juta pertahun.
Jennifer menambahkan, kasus Catherina Hulbert merupakan contoh nyata bagi
para penderita diabetes yang mungkin diselamatkan dari kehilangan anggota
tubuh mereka dengan biaya yang sangat ringan.
Seperti yang diketahui bahwa penderita diabetes mengalami penurunan
kelancaran darah dalam pembulu darah mereka dan lemahnya tingkat imunitas
terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberikan untuk
mengobati luka diabetes tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus
Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah
menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara. Sebab itu
dianggap sebagai pengabatan paling efektif bagi penyembuhan luka akibat
diabetes.
Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tinkat
kelembaban yang rendah sehingga menyebabkan madu lebah tersebut mudah
membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid
hydrogen yang berfungsi membersihkan luka sehingga mudah membunh semua
bacteria yang ada.
Akhirnya kita tutup dengan ungkapan : Sesungguhnhya pengobatan dengan madu
lebah telah menjadi masalah yang sangat menarik perhatian para ilmuan di
bidang kesehatan secara mendunia, khususnya pusat-pusat yang memerangi
berbagai penyakit dan organisasi-organisasi kesehatan intrnasional di tengah
meningkatnya macam-macan bacteria yang mampu melawan obat-obat antibiotic
lainnya.
Dr Jennifer juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu
karena pembusukan (tukak) akibat diabetes bukan perkara mudah. Sungguh
benarlah firman Allah dalam Al-Qur’an suat Annah : 68 – 69 :
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا
وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (68) ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ
الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا
شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ
لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69)
Dan Tuhan Penciptamu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia".(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan
tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu
keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat
obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang
memikirkan. (QS Annahl : 68 – 69)
Selamat mencoba……
http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/madu-lebah-obat-luka-akibat-diabetes-di-amerika.htm
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)