sebuah renungan buat kita dari sepotong Kain Putih ....
semoga bermanfaat.
--------------------------------------------------------------------------
Kisah Sepotong Kain Putih
Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di kota
ini,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur dan
dipotong,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain
kafan,
Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa
ia akan dibeli.
Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya,
Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal,
Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau
keluarga terdekat kita,
Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang
menunggu dikubur,
Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk
pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu,
Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si
pemilik toko,
Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun sedang
memintal kain kafanmu.
Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi
seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.
Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir,
Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan,
Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,
Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan,
Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan pada
orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya.
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)