----- Original Message -----
From: Wido Q Supraha
Senin, 10/11/2008 18:33 WIB
Laporan Haji
Berebut Salat di Masjid Qiblatain
Muhammad Nur Hayid - detikNews
Madinah - Bagi jamaah haji yang datang dari seluruh dunia, Mesjid Qiblatain
merupakan salah satu masjid yang wajib dikunjungi. Pasalnya, di masjid
inilah perintah salat menghadap ke Ka'bah diturunkan. Sebelum turun perintah
ini, umat Islam dalam salatnya masih menghadap Baitul Maqdis, Palestina.
Pantauan wartawan detikcom, Muhammad Nur Hayid dari Madinah, para jamaah
haji seluruh dunia, termasuk Indonesia, terlihat berbondong-bondong
menziarahi masjid sahabat Nabi Muhammad, Bani Salamah, ini.
Tak sekadar datang, para jamaah juga berebut salat di belakang tempat imam
(mihrab) dan sebelah mimbar.
Menurut penjaga mesjid, Abdullah Al Aqil, para jamaah haji rata-rata tidak
memahami betul kisah soal masjid ini. Saat turunnya perintah menghadap
kiblat, sahabat Bani Salamah sedang salat ashar, tengah melaksanakan rakaat
kedua menghadap Baitul Maqdis.
Karena sahabat utusan Rasulullah datang, memberitahukan telah turun wahyu
salat menghadap Ka'bah Bani Salamah yang menjadi imam langsung memutar arah
salatnya secara berlawanan ke arah Masjidil Haram, Makkah.
"Mereka berebut salat di situ karena mereka mengira Nabi salat di sini dulu.
Itu tidak benar sebagaimana diriwayatkan di hadis Imam Bukhori. Masjid ini
hanya milik sahabat Nabi, Bani Salamah. Jadi yang berpindah arah kiblat ini
bukan Nabi, bukan Nabi yang salat di sini. Tapi sahabat Nabi, yakni Bani
Salamah, makanya disebut Qiblatain. Saya sudah berkali-kali menjelaskan,
tapi yang datang silih berganti ya susah juga," katanya pada detikcom.
Selain berebut salat di mihrab, para penziarah terlihat bergantian memasuki
masjid untuk salat tahiyyatul masjid qiblatain. Tak sedikit dari mereka juga
mengabadikan kunjungannya dengan memotret bangunan masjid yang sudah rapi.
Salah satu jamaah haji Indonesia asal Pasuruan Jawa timur, Abdurrasyid,
mengaku kunjungannya ke masjid qiblatain bagian dari merefleksikan sejarah
Islam yang telah dibacanya. Selain itu juga untuk meningkatkan iman dan
taqwa pada Allah SWT.
"Kita ke sini kan tidak setiap tahun, kalau ada kesempatan ya kita ziarahi
semua, untuk menambah keimanan kita dan membuktikan sejarah yang kita baca,"
terangnya.
Sementara itu sampai saat ini, baru jamaah haji asal Indonesia, Turki,
India, Pakistan dan Bangladesh yang sudah melakukan kunjungan ke tempat
ziarah. Jamaah dari negara lain masih mengejar salat Arbain di Masjid
Nabawi.
Untuk diketahui, Masjid Qiblatain sebelumnya dinamai Masjid Bani
Salamah.Letaknya di tepi jalan menuju Kampus Universitas Madinah di dekat
istana raja ke jurusan Wadi Aqiq sekitar 5 Km dari Masjid Nabawi.
Pada awalnya, kiblat masjid ini menghadap ke arah Baitul Maqdis di
Jerusalem, Palestina, kemudian turunlah wahyu agar memindahkan kiblat dari
arah semula ke arah Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut,
maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid
berkiblat dua yaitu ke Jerusalem dan ke arah Masjidil Haram, Makkah.
Meski disebut masjid qiblatain, sekarang hanya ada satu mihrab menghadap
Ka'bah.Mihrab bekas menghadap Baitul Maqdis hanya tinggal tulisan yang
bagian bawahnya sekarang menjadi pintu masuk masjid
(yid/gun)
Source :
http://www.detiknews.com/read/2008/11/10/183326/1034607/10/berebut-salat-di-
masjid-qiblatain
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)