Saudi Tetapkan Wukuf di Arafah 7 Desember Pemerintah Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah 1429 Hijriyah bertepatan dengan 29 November 2008. Wukuf nya 9 Dzulhijjah 1429 H atau tanggal 7 Desember 2008
Hidayatullah.com--Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah 1429 Hijriyah jatuh pada 29 November 2008, sehingga waktu wukuf di Arafah akan berlangsung pada 7 Desember 2008 (9 Dzulhijjah 1429 H). "Naskah resminya belum kami terima, tapi lembaga Qodoul A`la (Mahkamah Agung) kepada kami menyatakan akhir Dzulqoidah telah ditetapkan pada Jumat (28/11) dan Sabtu (29/11) adalah awal Dzulhijjah," kata Kepala Teknis Urusan Haji (TUH), Nurshamad Kamba, di Mekah, Sabtu. Dengan penetapkan 1 Dzulhijjah 1429 H pada 29 November 2008, maka wukuf di Arafah yang merupakan puncak haji akan berlangsung pada 7 Desember 2008 (9 Dzulhijjah 1429 H) dan hal itu berarti hari raya Iduladha jatuh pada 8 Desember 2008 (10 Dzulhijjah 1429). Di perkirakan, lebih dari 2 juta umat Islam akan memperbarui jejak langkah kaki Nabi Muhammad SAW ini. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com] Sidang Penetapan Idul Adha pada 4 Desember JAKARTA--Sidang Isbat (penetapan) Idul Adha, 10 Zulhijah 1429 Hijriah, akan dilaksanakan pemerintah bersama ormas-ormas Islam pada Kamis, 4 Desember, di kantor Departemen Agama Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. "Kemungkinan besar Idul Adha akan seragam," kata Direktur Urusan Agama Islam Departemen Agama, Drs. H. Muchtar Ilyas kepada wartawan di Jakarta, Kamis sore. Menurut Muchtar, rukyat hilal tetap dilaksanakan hari Kamis sore, 27 November yang bertepatan tanggal 29 Zulkaidah, di sejumlah titik rukyat yang dimiliki Departemen Agama di bawah Kasubdit Hisab dan Rukyat Departemen Agama RI. "Tapi hasilnya belum bisa diumumkan, karena menunggu sidang isbat," ujarnya. Sidang isbat yang juga melibatkan badan hisab dan rukyat, kata Muchtar, akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof Dr Nasaruddin Umar, mewakili Menteri Agama yang akan berangkat ke Arab Saudi, pada 1 Desember selaku Amirulhaj Indonesia. Menurut Muchtar, penetapan Idul Adha atau lebaran haji berbeda dengan penetapan lebaran Idul Fitri (1 Syawal). "Kalau Idul Fitri kita menetapkan awal bulan, sedangkan Idul Adha pada tanggal 10," ujarnya. Di tempat terpisah Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs H. Goodwill Zubir mengungkapkan bahwa Muhammadiyah menetapkan Idhul Adha 10 Zulhijah pada hari Senin, 8 Desember mendatang. Dia menjelaskan berdasarkan perhitungan hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, 1 Zulhijah ditetapkan pada 29 November, dan 9 Zulhijah yang merupakan hari wukuf di Arafah bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji pada 7 Desember, dengan demikian 10 Zulhijah jatuh pada 8 Desember mendatang. Waktu perayaan Hari Raya Idul Adha antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan bersamaan. Sesuai metode hisab (perhitungan astronomis) yang dilakukan kedua organisasi kemasyarakatan Islam tersebut, 10 Zulhijah 1429 H jatuh pada 8 Desember 2008. Almanak Pengurus Besar NU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah menyebutkan bahwa hilal (bulan sabit) saat matahari terbenam pada 29 Zulkaidah 1429 H, masih berada di bawah ufuk -3,57 derajat. Dengan demikian, saat dilakukan "rukyatul hilal" (pengamatan terhadap bulan) pada waktu yang bertepatan dengan 27 November 2008 M itu, dipastikan hilal tidak akan terlihat. Maka, usia bulan Zulkaidah akan disempurnakan menjadi 30 hari atau disebut "istikmal". Hasil itu juga sama dengan perhitungan yang dilakukan ormas Islam lainnya, seperti Persatuan Islam (Persis). Namun, Muhammadiyah dan Persis hanya mendasarkan pada metode hisab dalam penentuan awal bulannya. Sementara, NU menggabungkan hisab dan "rukyatul hilal".ant/ya
<<globe02.jpg>>

