Spekta Fakta Satwa

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa manusia, manakala dapat mengendalikan hawa nafsu, berhak menempati level yang lebih tinggi dari malaikat. Namun, apabila manusia dengan segala kebodohannya tidak dapat mengatasi hal itu, perbuatannya bukan hanya diselevelkan dengan binatang, bahkan lebih rendah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa manusia, manakala dapat mengendalikan hawa nafsu, berhak menempati level yang lebih tinggi dari malaikat. Namun, apabila manusia dengan segala kebodohannya tidak dapat mengatasi hal itu, perbuatannya bukan hanya diselevelkan dengan binatang, bahkan lebih rendah.

Pada binatang yang disebut menempati level rendah, ternyata kita bisa
menemukan beberapa hal yang syarat makna. Dengan kerendahan levelnya,
binatang seperti mengajarkan kepada manusia bahwa manusia harus mau belajar bahkan dari makhluk level rendah seperti mereka sekalipun.

Berikut akan dijelaskan sedikit fakta tentang satwa yang bisa dijadikan
pelajaran. Fakta ini diambil dari buku "Factopedia Animal World".
·         Satu dari alasan terpenting yang menyebabkan burung bermigrasi
adalah ketidaktersediaan makanan pada musim gugur dan musim dingin. Faktor lainnya adalah perubahan temperatur, berkurangnya jumlah waktu siang hari,
serta dorongan naluri.
·         Detak jantung burung lebih cepat dibandingkan manusia karena
jantung burung memerlukan kekutan penuh dalam mensirkulasi oksigen. Detak
jantung burung Kolibri adalah 1.000/menit sedangkan detak jantung manusia
sekitar 60-90/menit.
·         Gajah merupakan makhluk sosial yang hidup di alam liar. Gajah
betina hidup dalam kelompok keluarga yang sangat dekat. Mereka menghabiskan sekitar 18 jam sehari untuk berjalan, makan, berendam, dan berinteraksi dengan gajah lain. Mereka memiliki kecerdasan dan sensitivitas. Seekor gajah akan berduka apabila kehilangan salah satu kerabatnya.
·         Kecoa bisa hidup tanpa makanan selama sebulan penuh dan dapat
menahan nafas selama empat puluh menit. Bahkan ketika kita memotong
kepalanya, kecoa akan dapat terus berlari, berkeliaran selama satu minggu
sebelum akhirnya sekarat kehausan karena menyadari otaknya sudah tidak ada.
·         Anjing laut dan lumba-lumba tidak termasuk jenis ikan. Mereka
merupakan jenis binatang mamalia. Walaupun mereka hidup di air,
sewaktu-waktu mereka harus muncul ke permukaan untuk menghirup udara karena mereka tidak memiliki insang, melainkan paru-paru. Selain perbedaan ini, mamalia masih memiliki organ yang berbeda dengan jenis ikan, seperti
kelenjar payu dara dan juga bulu-bulu.
·         Ikan tuna dan hiu merupakan jenis ikan yang tidak pernah tidur.
Mereka harus tetap berenang agar bisa tetap bernafas.

Harun Yahya, dalam beberapa artikelnya menyebutkan beberapa fakta satwa.
· Nyamuk mendapatkan makanan bukan dari menghisap darah. Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah, dan hal ini dilakukan bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan nektar, yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga). Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya. · Lebah hanya memakan madu (sari bunga) dan menghasilkan madu. Yang menarik adalah lebah menyimpan persediaan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya ia butuhkan.
·         Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh
derajat tanpa makan atau minum. Ia mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini untuk menemukan sumber air yang akan disimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat
penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak
tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di
gurun pasir tanpa makan apa pun.Hambatan utama dalam perjalanan di gurun pasir adalah badai pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir dapat menyesakkan nafas dan membutakan mata. Unta memiliki sistem perlindungan khusus pada matanya. Kelopak mata unta melindungi matanya dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.
·         Bantalan tebal berupa jaringan kenyal yang tumbuh sebagai lapisan
pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah menyerap guncangan berat
badannya. Lapisan bantalan ini menyebarkan efek tekanan gajah ke permukaan tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan
ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya amat
berat. Menurut hukum fisika, seorang wanita bersepatu hak tinggi akan
memberikan tekanan lebih besar pada permukaan tanah daripada satu kaki
gajah.Gajah berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km.
Sinyal infrasonik terbentuk saat benda bermassa besar bergerak sebagaimana
pada meletusnya gunung berapi. Ini serupa dengan suara yang hanya dapat
dirasakan. Suara infrasonik sangatlah kuat, tapi termasuk gelombang
berfrekuensi rendah. Manusia dapat mendengarnya hanya dengan bantuan alat
perekam khusus. Awalnya, binatang yang diyakini mampu menghasilkan suara
jenis ini hanyalah ikan paus, makhluk laut terbesar. Namun kini kita tahu,
gajah juga menggunakan cara yang sama untuk berkomunikasi sesama mereka. Gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 km dengan gelombang
infrasonik ini.
· Laba-laba dapat menempel pada bidang dengan kemiringan 90o bahkan lebih dikarenakan serangkaian rambut-rambut panjang (setae) di bawah telapak kakinya. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari
masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil
lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga. Rata-rata terdapat sekitar
100.000 rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini
terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil
daripada kepala manusia. Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut
berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil
menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Yang mengejutkan lagi adalah bahwa rambut-rambut ini tidak asal ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, melainkan hanya pada telapak kakinya. Informasi genetik mengenai bentuk dan rancangan rambut-rambut ini terdapat pada DNA sang
laba-laba, dan sel-sel pada telapak kakinya membuat dan menumbuhkan
rambut-rambut tersebut mengikuti perancangan desain ini.

Sudah seharusnya kita malu menelantarkan keluarga, sementara seekor gajah
sekalipun akan bersedih manakalah satu dari anggota keluarganya hilang.
Seharusnya kita malu kalau bermalas-malasan dalam mencari rezeki Allah swt.
sementara kawanan burung tidak pernah berhenti mencari makan meski harus
bermigrasi lintas benua. Seharusnya kita malu karena telah makan tanpa
peduli halal haram serta berbicara perkataan yang buruk sementara lebah
hanya memakan sari bunga yang baik dan menghasilkan madu yang baik pula.

Lebih dari itu, Dadang Kadarusman dalam bukunya "Belajar Sukses kepada Alam" mengajarkan kepada kita untuk selalu kritis terhadap fenomena alam yang ada seperti halnya Sir Isac Newton yang menemukan teori relativitas berkat ketelitian dan kekritisannya terhadap fenomena jatuhnya buah apel.

Pada kokok ayam jantan di pagi hari, Dadang menemukan tiga pelajaran
penting.  Pertama, komitmen pada diri sendiri. Dengan kokoknya itu, ayam
jantan seperti mengajari kita untuk bertekad mengawali hari dengan dengan
penuh semangat dan gairah untuk menjadi yang terunggul, terdepan, dan
tercepat. Kedua, kontribusi pada lingkungan. Dikarenakan kokoknya, ayam
jantan mengambil peran membangunkan semua makhluk yang tengah terlelap.
Ketiga, kepatuhan pada nilai-nilai etika dan moral ketuhanan. Melalui
kokoknya, ayam jantan mengajarkan untuk senantiasa melakukan ritual pemujaan kepada penciptanya.

Bagaimana? Masih berpikir bahwa hewan hanyalah sekadar hewan yang darinya kita tidak bisa mengambil pelajaran? Sebaiknya, pikiran seperti itu dibuang jauh-jauh.

Muslik

http://www.percikan-iman.com/mapi/index.php?option=content&task=view&id=192&Itemid=64


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke