Waspadai amalan yang kita yang kita merasa sudah baik, tapi belum tentu
benar, harus  ada contoh dari Rasulullahwa'alaiwasalam..ternyata ditolak
lantaran tidak
ada contoh oleh Nabi, Sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'an

Silakan baca mudahan ada mamfaatnya.............................
   almasdi

  Kategori Bid'ah Dan Bahayanya
Akhir Kesudahan Ahli Bid'ahMinggu, 18 Nopember 2007 04:33:35 WIB

AKHIR KESUDAHAN AHLI BID'AH


Oleh
Syaikh Muhammad Musa An-Nasr




Abu Musa Al As'ari Radhiyallahu 'anhu memasuki masjid Kufah, lalu
didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk
halaqah-halaqah (duduk berkeliling). Pada setiap halaqah terdapat seorang
Syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu Syaikh tersebut
menyuruh mereka (yang duduk di halaqah) : "Bertasbihlah (ucapkan
subhanallah) seratus kali!", lalu mereka pun bertasbih (menghitung) dengan
kerikil tersebut. Lalu Syaikh itu berkata kepada mereka lagi : "Bertahmidlah
(ucapkan alhamdulillah) seratus kali!" dan demikianlah seterusnya ……

Maka Abu Musa Radhiyallahu 'anhu mengingkari hal itu dalam hatinya dan ia
tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan
berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas'ud, lalu iapun mengucapkan salam
kepada Abdullah bin Mas'ud, dan Abdullah bin mas'ud pun membalas salamnya.
Berkatalah Abu Musa kepada Abu Mas'ud : "Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru
saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya,
demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan. Lalu Abu Musa
menceritakan keadaan halaqah dzikir tersebut.

Maka berkatalah Abu Mas'ud kepada Abu Musa : "Apakah engkau memerintahkan
mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka? Dan engkau memberi
jaminan mereka bahwa kebaikan-kebaikan mereka tidak akan hilang
sedikitpun?!" Abu Musa pun menjawab : " Aku tidak memerintahkan suatu apapun
kepada mereka". Berkatalah Abu Mas'ud : "Mari kita pergi menuju mereka".

Lalu Abu Mas'ud mengucapkan salam kepada mereka. Dan mereka membalas
salamnya. Berkatalah Ibnu Mas'ud :"Perbuatan apa yang aku lihat kalian
melakukannya ini wahai Umat Muhammad?" mereka menjawab : "Wahai Abu
Abdurrahman, ini adalah kerikil yang digunakan untuk menghitung tasbih,
tahmid, dan tahlil, dan takbir". Maka berkatalah Abu Mas'ud : "Alangkah
cepatnya kalian binasa wahai Umat Muhammad, (padahal) para sahabat masih
banyak yang hidup, dan ini pakaiannya belum rusak sama sekali, dan ini
bejananya belum pecah, ataukah kalian ingin berada diatas agama yang lebih
mendapat petunjuk dari agama Muhammad ? ataukah kalian telah membuka pintu
kesesatan? Mereka pun menjawab : "Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah tidaklah
kami menginginkan melainkan kebaikan". Abu Mas'ud pun berkata :

"Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tidak mendapatkannya".

Berkata Amru bin Salamah : "Sungguh aku telah melihat umumnya mereka yang
mengadakan majelis dzikir itu memerangi kita pada hari perang "An Nahrawan"
bersama kaum Khawarij". (Riwayat Darimi dengan sanad shahih)

Aku (Syaikh Musa Nasr) berkata : "Firasat Ibnu Mas'ud terhadap mereka (yaitu
ahli bid'ah yang mengadakan halaqah dzikir) benar, dimana ahli bid'ah itu
bergabung bersama kaum khawarij disebabkan "terus menerusnya" mereka dalam
kebid'ahan. Dan inilah akhir kesudahan seseorang yang "terus menerus" dalam
kebid'ahannya, serta menyelisihi para sahabat nabi.

Akan tetapi mungkin seseorang di zaman kita berkata : "Apakah yang diingkari
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu? Apakah berdzikir kepada Allah itu bid'ah?!!
Kita katakan : "Maha suci Allah, jika dikatakan dzikir kepada-Nya adalah
bid'ah, khususnya jika dzikir itu adalah dzikir yang disyariatkan, tetapi
yang bid'ah hanyalah cara (berdzikir) dimana mereka berkumpul padanya, serta
cara yang mereka lakukan dalam berdzikir kepada Allah, dimana Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahanbat beliau tidak pernah
mengamalkannya. Dan khawarij yang dicela oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi
wasallam, dan beliau Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang mereka :

"Jika aku menjumpai mereka, niscaya benar-benar akan aku bunuh mereka
sebagaimana pembunuhan terhadap kaum Ad" [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim]

Sesungguhnya hanyalah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam mengancam
mereka dikarenakan perbuatan mereka yang bid'ah dan mungkar, yaitu : mereka
mengkafirkan kaum muslimin lantaran perbuatan maksiyat, dan mereka
menganggap kaum muslimin masuk neraka kekal (lantaran perbuatan maksiat)
padahal (yang benar) pelaku dosa besar tidak kekal dalam neraka. Sebagaimana
juga mereka mewajibkan bagi perempuan yang haid untuk mengganti shalat (yang
ia tinggalkan ketika haid) sebagaimana ia mengganti puasa (Ramadhan jika ia
haid pada waktu itu).

Maka mereka berbuat melampaui batas dalam agama mereka, dan mereka beramal
dengan sangat membebani diri, bahkan mereka (yaitu khawari) telah khuruj
(keluar) dari ketaatan kepada anak paman Rasulullah, menantu beliau Ali bin
Abu Thalib Radhiyallahu 'anhu (ketika menjadi khalifah) bahkan mereka bunuh
Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu 'anhu secara dhalim dan kedustaan.

Dan Nabi kita Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Artinya : Sesungguhnya Allah menahan taubat dari setiap ahli bid'ah hingga
ia bertaubat dari kebid'ahannya"

Sedangkan lisan keadaan ahli bid'ah berkata : "Ini adalah agama Muhammad bin
Abdullah". Alangkah indahnya apa yang dikatakan oleh Imam Malik, dimana ia
berkata :

"Barangsapa berbuat suatu kebid'ahan dalam agama Islam yang ia pandang baik
maka sungguh ia menyangka bahwa Muhammad telah mengkhianati risalah, karena
Allah berfirman : "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu"(Al Maidah 3). Maka apa saja yang pada waktu itu bukan agama
tidaklah pada hari ini dianggap sebagai agama, dan tidak akan baik akhir
umat ini melainkan dengan apa yang baik pada umat yang awal (para sahabat)."

Pelaku bid'ah diharamkan dari minum seteguk air yang nikmat dari tangannya
Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam dan dari telaganya yang mana telaga itu
lebih putih dari salju dan lebih manis daripada madu.

Maka sungguh telah benar dari hadits Anas Radhiyallahu 'anhu ia berkata :
Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Artinya : Benar-benar suatu kaum dari umatku akan ditolak dari telaga
sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)", maka aku berkata :
"Ya Allah itu adalah umatku", maka dikatakan : "Sesungguhnya engkau tidak
mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu". [Hadits riwayat
Bukhari dan Muslim]

Maka demikianlah kesudahan akhir ahli bid'ah baik pada masa lampau atau masa
sekarang, (Semoga Allah melindungi kita dari akhir kematiaan buruk seperti
mereka). Maka apakah sadar mereka para ahli bid'ah pada setiap zaman dan
tempat pada buruknya tempat kembali mereka? Maka hendaklah mereka bertaubat
kepada Allah dengan taubat "nasuha" (taubat yang murni), kita mengharapkan
bagi mereka yang demikian itu.

Dan hanya Allah saja Dzat yang memberi petunjuk kepada jalan untuk ittiba'
(mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya).

[Diterjemahkan dari majalah al Ashalah edisi 27 halaman 17-18]

[Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi Th. II/No. 07
Diterbitkan Ma'had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Perpustakaan Bahasa Arab
Ma'had Ali Al-Irsyad Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]

<http://www.almanhaj.or.id/content/2274/slash/0#top>
  ARSIP ARTIKEL <javascript:;>
TAUHID <javascript:;>
MUSLIMAH <javascript:;>
REDAKSI <javascript:;>


   - Pemberitahuan Dari Admin
almanhaj.or.id<http://www.almanhaj.or.id/content/2458/slash/0>
   - Beberapa Kesalahan Dalam Penamaan Dan
Istilah<http://www.almanhaj.or.id/content/2457/slash/0>
   - Waspadalah Terhadap Perangkap
Riya..!<http://www.almanhaj.or.id/content/2456/slash/0>
   - Hakikat Jihad <http://www.almanhaj.or.id/content/2455/slash/0>
   - Adakah Isi Dan Kulit Dalam Ajaran
Islam?<http://www.almanhaj.or.id/content/2454/slash/0>
   - Korelasi Ilmu Kedokteran Tentang Jenis Kelamin Janin Dengan Firman
   Allah Dalam Surat Luqman Ayat
34<http://www.almanhaj.or.id/content/2453/slash/0>
   - Pengobatan Menggunakan Habbatus Sawda', Dengan Madu Dan Dengan Bekam
   <http://www.almanhaj.or.id/content/2452/slash/0>
   - Hakikat Yang Terlupakan Dari Imam Asy-Syafi'i Dan Kesamaan Aqidah Imam
   Empat <http://www.almanhaj.or.id/content/2451/slash/0>
   - Menyoal Bermu'amalah Dengan Yayasan Ihya'ut
Turats<http://www.almanhaj.or.id/content/2450/slash/0>
   - Hukum Membacakan Al-Qur'an Kepada Orang Mati Di Dalam
Rumahnya<http://www.almanhaj.or.id/content/2449/slash/0>
   - Mengoreksi Para Penguasa Dari Atas Mimbar, Penggerebekan Dan
   Penghancuran Tempat Maksiat<http://www.almanhaj.or.id/content/2448/slash/0>
   - Cara Menasehati Orang Yang Terang-Terangan Melakukan
Kemaksiatan<http://www.almanhaj.or.id/content/2447/slash/0>
   - Kemana Menyekolahkan Anak ? : Bahaya Pendidikan Sekuler, Syubhat Dan
   Bantahan <http://www.almanhaj.or.id/content/2446/slash/0>
   - Kemana Menyekolahkan Anak ? : Tanggung Jawab Pendidikan Anak Dan
   Keutamaan Ilmu Dienul Islam
   <http://www.almanhaj.or.id/content/2445/slash/0>
   - Kemana Menyekolahkan Anak ? : Ilmu Dan
Macamnya<http://www.almanhaj.or.id/content/2444/slash/0>


   - Pembagian Tauhid <http://www.almanhaj.or.id/content/2333/slash/0>
   - Kitab-Kitab Yang Ada Pada Ahli
Kitab<http://www.almanhaj.or.id/content/2154/slash/0>
   - Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuensi Dan Yang
Membatalkannya<http://www.almanhaj.or.id/content/2101/slash/0>
   - Tauhid Rububiyah Mengharuskan Adanya Tauhid
Uluhiyah<http://www.almanhaj.or.id/content/2063/slash/0>
   - Tauhid Rububiyah Dan Pengakuan Orang-Orang Musyrik
Terhadapnya<http://www.almanhaj.or.id/content/1978/slash/0>
   - Makna Tauhid Uluhiyah Dan Tauhid Adalah Inti Dakwah Para
Rasul<http://www.almanhaj.or.id/content/1971/slash/0>
   - Kecemburuan Hud-Hud Terhadap Penyelewengan
Tauhid<http://www.almanhaj.or.id/content/1924/slash/0>
   - Kufur Difinisi Dan
Jenisnya<http://www.almanhaj.or.id/content/1795/slash/0>
   - Orang Mati Dapat Memberi
Manfaat?<http://www.almanhaj.or.id/content/1755/slash/0>
   - Apakah Nabi Khidir Masih Hidup
?<http://www.almanhaj.or.id/content/1573/slash/0>
   - Apakah Orang Mati Dapat Mendengar Panggilan Orang Yang
Memanggilnya ?<http://www.almanhaj.or.id/content/1477/slash/0>
   - Istighatsah : Menabuh Rebana, Pergi Ke Kuburan Dan Menyembelih Kambing
   Serta Memasaknya <http://www.almanhaj.or.id/content/1373/slash/0>
   - Istighatsah : Mendatangi Kuburan Orang-Orang
Shalih<http://www.almanhaj.or.id/content/1355/slash/0>
   - Tawasul Dengan Perantara Para Nabi Dan Orang-Orang
Shalih<http://www.almanhaj.or.id/content/1305/slash/0>
   - T a s y r i' <http://www.almanhaj.or.id/content/1013/slash/0>
   - Wajib Atas Setiap Muslim Menerapkan Hukum Allah Dalam Segala Aspek
   Sesuai Dengan Kemampuannya<http://www.almanhaj.or.id/content/971/slash/0>
   - Tawassul <http://www.almanhaj.or.id/content/954/slash/0>
   - Siapakah Yang Berhak Berpolitik ? Dan Kapan
?<http://www.almanhaj.or.id/content/952/slash/0>
   - Asas Perubahan Kepada Perbaikan Adalah Manhaj Tasfiyah Dan
Tarbiyah<http://www.almanhaj.or.id/content/890/slash/0>
   - Da'wah Mengajak Kepada Aqidah Yang Shahih Membutuhkan Usaha Yang
   Sungguh-Sungguh Dan
Berkelanjutan<http://www.almanhaj.or.id/content/834/slash/0>


   - Shalat Seseorang Batal Dikarenakan Ada Wanita Yang Melintas Di
   Hadapannya <http://www.almanhaj.or.id/content/2379/slash/0>
   - Suami Isteri Wajib Mandi Setelah Jima Walaupun Tidak Orgasme,
   Mencampuri Isteri Setelah
Melahirkan<http://www.almanhaj.or.id/content/2378/slash/0>
   - Isteri Tidak Bersuci Dengan Baik, Hukum Bersuci Setelah Bercumbu,
   Tempat Tidur Yang Ternoda<http://www.almanhaj.or.id/content/2377/slash/0>
   - Contoh Untuk Diteladani : Ummu Ibrahim Al-Bashariyyah, Seorang Wanita
   Ahli Ibadah <http://www.almanhaj.or.id/content/2376/slash/0>
   - Contoh Untuk Diteladani : Ummu 'Uqail Seorang Wanita Yang Mengajarkan
   Kaum Pria Untuk Bersabar <http://www.almanhaj.or.id/content/2375/slash/0>
   - Contoh Untuk Diteladani : Al-Ghumaisha' Binti Milhan Ummu Sulaim
   Radhiyallahu 'Anha <http://www.almanhaj.or.id/content/2374/slash/0>
   - Contoh Untuk Diteladani : Syuraih Al-Qadhi, Badr Al-Maghazili, Riyah
   Al-Qaisi Dan
Isteri-Isterinya<http://www.almanhaj.or.id/content/2373/slash/0>
   - Kedudukan Wanita Dalam
Islam<http://www.almanhaj.or.id/content/2372/slash/0>
   - Mencari Ilmu Bagi Kaum
Wanita<http://www.almanhaj.or.id/content/2163/slash/0>
   - Berangkatnya Wanita Muslimah Ke
Masjid<http://www.almanhaj.or.id/content/2128/slash/0>
   - Seorang Pria Menyetubuhi Isterinya Setelah Haidh Dan Nifas Sebelum
   Bersuci (Mandi Wajib) <http://www.almanhaj.or.id/content/2127/slash/0>
   - Pesan-Pesan Untuk Isteri<http://www.almanhaj.or.id/content/2126/slash/0>
   - Kesetiaan Isteri Kepada
Suami<http://www.almanhaj.or.id/content/2125/slash/0>
   - Risalah Untuk Saudariku Terkasih, Urgensi Menuntut
Ilmu<http://www.almanhaj.or.id/content/2066/slash/0>
   - Penjelasan Wanita Adalah Makhluk Kurang Akalnya Dan
Agamanya<http://www.almanhaj.or.id/content/2031/slash/0>


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga
dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan
shahabatnya.
Amma ba'du.

Website *almanhaj.or.id* adalah sebuah media dakwah sangat
ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah
(membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang
merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan
ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah
berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya
dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari
syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami
masih hidup ataupun ketika sudah mati.

Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah
dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan.
Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya.
Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima.

Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat
pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan
orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih.

Jazaakumullahu khairan

*almanhaj.or.id
Abu Harits Abdillah - Redaktur
Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin*
====================================

Notes :
Untuk Anda yang ingin berpartisipasi dana, dapat dititipkan kepada:

Nama : Yayat Ruhiat
Bank : BCA KCP Adhi Graha - Jakarta
No. Rekening : 504-007-6133


 (c) copyleft almanhaj.or.id
seluruh artikel dan tulisan di situs almanhaj.or.id dapat disebarluaskan,
dengan mencantumkan sumbernya dan tetap menjaga keilmiahan
Situs almanhaj.or.id tidak memiliki hubungan apapun dengan situs lainnya.

Kirim email ke