----- Original Message -----
From: "Mohammad Andri Budiman"
Sent: Friday, January 02, 2009 2:05 AM
Qunut Nazilah: Qunut Ketika Kezaliman Menimpa
Assalamu'alaikum wr. wb.,
Insya Allah berguna untuk mendoakan keselamatan bagi Saudara-Saudari
kita yang tertindas oleh Israel dan sekutunya di Palestina dan
Saudara-Saudari yang dizalimi US Government dan sekutunya di Iraq dan
Afghanistan.
Dan tak lupa juga kita doakan Saudara-Saudari kita sebangsa dan
setanah air yang tertindas oleh koruptor, kroni, dan keluarganya --
yang beberapa di antara para zalimun itu masih tampil layaknya kaum
berjasa yang tidak berdosa di berbagai media.
Wassalamu'alaikum wr. wb.,
Andri
Source: http://www.almanhaj.or.id/content/1479/slash/0
---article begins---
Hadits-Hadits Shahih Tentang Qunut Nazilah
Sabtu, 9 Juli 2005 06:37:46 WIB
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Keempat dari Enam Tulisan 4/6
HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH
HADITS PERTAMA
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat
Zhuhur, 'Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat,
(yaitu) apabila ia mengucap Sami'Allahu liman hamidah di raka'at yang
akhir, beliau mendo'akan kebinasaan atas kabilah Ri'lin, Dzakwan dan
'Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di
belakang beliau mengucapkan amin.
Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud[1], Ibnul Jarud[2],
Ahmad[3], al-Hakim dan al-Baihaqi[4]. Dan Imam al-Hakim menambahkan
bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam pernah mengutus para da'i agar mereka
(kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi malah mereka membunuh para
da'i itu. 'Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan. [Lihat
Irwaa-ul Ghalil II/163]
HADITS KEDUA
Dari Anas, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku', yakni
mendo'a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab,
kemudian beliau meninggal-kannya (tidak melakukannya lagi)."
Diriwayatkan oleh Ahmad[5], Bukhari[6], Muslim[7], an-Nasaa-i[8],
ath-Thahawi[9].
Dalam hadits Ibnu Abbas dan hadits Anas dan beberapa hadits yang
lainnya menunjukkan bahwa pertama kali qunut dilakukan ialah ketika
Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Ri'lin, Hayyan, Dzakwan dan
'Ushayyah meminta kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam agar mau
mengajarkan mereka tentang Islam.
Maka, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus kepada
mereka tujuh puluh orang qurra' (para penghafal al-Qur'an),
sesampainya mereka di sumur Ma'unah, mereka (para qurra') itu dibunuh
semuanya. Pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan
yang menimpa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selain kejadian itu.
Maka kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam qunut selama satu
bulan, yang kemudian beliau tinggalkan.
Di antaranya adalah hadits Ibnu 'Umar dan Abu Hu-rairah di bawah ini:
Dari Ibnu Umar, "Sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari
ruku' di raka'at yang terakhir ketika shalat Shubuh, ia membaca:
"Allahummal 'an fulanan wa fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si
fulan dan si fulan dan si fulan) sesudah ia membaca Sami'allaahu liman
hamidahu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya): 'Sama sekali
soal (mereka) itu bukan menjadi urusanmu, apakah Allah akan menyiksa
mereka atau akan mengampuni mereka. Maka sesungguhnya mereka itu
adalah orang-orang zhalim.'" [Ali 'Imraan: 128]
Hadits shahih riwayat Ahmad (II/147)
Dari Abu Hurairah, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
apabila hendak mendo'akan kecelakaan atas seseorang atau mendo'akan
kebaikan untuk seseorang, beliau mengerjakan qunut sesudah ruku', dan
kemungkinan apabila ia membaca: Sami'allahu liman hamidah, (lalu)
beliau membaca, 'Allahumma… dan seterusnya (yang artinya: Ya Allah,
selamatkanlah Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan 'Ayyasy bin
Abi Rabi'ah dan orang-orang yang tertindas dari orang-orang Mukmin. Ya
Allah, keraskanlah siksa-Mu atas (kaum) Mudhar, Ya Allah, jadikanlah
atas mereka musim kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada
zaman) Yusuf.'"
Abu Hurairah berkata, "Nabi keraskan bacaannya itu dan ia membaca
dalam akhir shalatnya dalam shalat Shu-buh: Allahummal 'an fulanan…
dan seterusnya (Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan) yaitu (dua
orang) dari dua kabilah bangsa Arab, sehingga Allah menurunkan ayat:
'Sama sekali urusan mereka itu bukan menjadi urusanmu... (dan
seterusnya).'"
Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560
Di dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya
no. 1004 disebutkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah
qunut pada shalat Shubuh dan Maghrib.
Lafazhnya adalah sebagai berikut:
Dari Anas, ia berkata, "Qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh."
Dan dalam hadits yang shahih pula disebutkan bahwa Abu Hurairah pernah
qunut pada shalat Zhuhur dan 'Isya sesudah mengucapkan Sami'allahu
liman hamidahu (setelah bangkit dari ruku' (di saat sedang i'tidal).),
ia berdo'a untuk kebaikan/kemenangan kaum Mukminin dan melaknat
orang-orang kafir. Kemudian Abu Hurairah berkata: "Shalatku ini
menyerupai shalatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."
Lafazh haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:
Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, "Sungguh aku akan mendekatkan kamu
dengan shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka, Abu
Hurairah kemudian qunut dalam raka'at yang akhir dari shalat Zuhur,
'Isya dan shalat Shubuh, sesudah ia membaca: 'Sami'allahu liman
hamidah.' Lalu ia mendo'akan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan
melaknat orang-orang kafir."
Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim
(no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Ma'rifah.
Memang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah qunut pada
shalat Shubuh, begitu juga Abu Hurairah, akan tetapi ingat, bahwa hal
itu bukan semata-mata dilakukan pada shalat Shubuh saja! Sebab apabila
dibatasi pada shalat Shubuh saja, maka hal ini akan berten-tangan
dengan riwayat yang sangat banyak sekali yang menyebutkan bahwa beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan qunut pada lima waktu shalat
yang wajib. Menurut hadits yang keenam bahwa Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak qunut melainkan apabila beliau hendak
mendo'akan kebaikan atau mendo'akan kebinasaan atas suatu kaum. Maka
apabila beliau qunut itu menunjukkan ada musibah yang menimpa ummat
Islam dan dilakukan selama satu bulan[10]
[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir
Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan
1425H/Oktober 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Dalam kitab al-Musnad (I/301-302).
[2]. Dalam kitab Mustadrak-nya (I/225-226).
[3]. Dalam kitab Sunanul Kubra (II/200 & II/212).
[4]. Dalam kitab al-Musnad III/115, 180, 217, 261 & III/191, 249.
[5]. Di dalam kitab Shahih-nya no. 4089.
[6]. Dalam kitab Shahih-nya no.677 (304), tanpa lafazh "ba'dar ruku'."
[7]. Dalam kitab Sunan-nya II/203-204.
[8]. Dalam kitab Syarah Ma'anil Atsar (I/245).
[9]. Dan hadits ini telah diriwayatkan pula oleh Abu Dawud
ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.1989, Abu Dawud no.1445, sebagaimana
juga telah disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul
Maram no.287, lihat juga kitab Irwaa-ul Ghalil II/163.
[10]. Sebelum ini telah disebutkan hadits-hadits yang menunjukkan
adanya qunut pada shalat Shubuh, Zhuhur, 'Ashar, dan 'Isya, adapun
yang menerangkan adanya qunut pada shalat Maghrib, adalah hadits Bara'
bin 'Azib:
Dari Baraa' bin 'Azib, "Sesungguhnya Rasulullah shallalllahu 'alaihi
wa sallam pernah qunut dalam shalat Shubuh dan Maghrib."
Hadits shahih riwayat Ahmad IV/285, Muslim no.678 (306), Abu Dawud
no.1441, at-Tirmidzi no.401, an-Nasaa-i II/202, ad-Dara-quthni II/36,
al-Baihaqi II/198, ath-Thahawi II/242, Abu Dawud ath-Thayalisi dalam
Musnad-nya no.737, lafazh ini milik Muslim.
---article ends---
------------------------------------
Sudahkan anda membaca buku hari ini? Lengkapi dengan membaca Al Quran al
Karim
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Surah AL 'ALAQ (96) 1-5
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)